Meme Barbenheimer Berpotensi Jegal Debut Barbie di Jepang
CNN Indonesia
Jumat, 04 Agu 2023 14:15 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Interaksi studio film Barbie terhadap meme Barbenheimer berpotensi hambat debut Barbie di Jepang karena dinilai remehkan bencana nuklir. (Warner Bros. Pictures via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Debut box office film Barbie di Jepang berpotensi terhambat menyusul kemunculan petisi online yang menyerukan larangan mempromosikan film dengan meme Barbenheimer karena dinilai meremehkan bencana nuklir.
Semua bermula setelah Warner Bros. AS berinteraksi dengan meme Barbenheimer, akronim film Barbie dan Oppenheimer.
Distributor film Barbie itu berinteraksi dengan meme Barbenheimer di tengah riuh sambutan banyak orang menyambut double feature bertabur bintang arahan sutradara ternama tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, hal itu dikritik warga Jepang karena dinilai tidak sensitif terhadap bom Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang.
Mitsuki Takahata sebagai pengisi suara Barbie dalam versi Jepang mengkritik hal itu. Lewat unggah di Instagram pada Rabu (2/8), dia mengaku kecewa setelah mengetahui meme tersebut dan mempertimbangkan keluar dari acara promosi di Tokyo karena pembukaannya pada 11 Agustus.
"Kejadian ini benar-benar mengecewakan," tulisnya.
Pada hari yang sama, seperti diberitakan Reuters pada Kamis (3/8), Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel mengunggah foto pertemuannya di Tokyo dengan sutradara Greta Gerwig.
Seorang juru bicara kedutaan mengatakan Emanuel membawa istri, putrinya, dan teman-temannya untuk menonton Barbie dan mendapatkan pesan film tersebut adalah pemberdayaan perempuan.
Namun, tanggapan warganet Jepang sangat dingin.
"Unggahan Anda saat ini akan membuat banyak orang Jepang gelisah, dan akan semakin memantapkan tekad mereka untuk tidak pernah menonton film itu," jawab netizen.
Selain itu, muncul pula sebuah petisi dibuat di Change.org beberapa hari setelah warga Jepang berang karena interaksi studio Barbie terhadap Barbenheimer.
Petisi yang telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang itu menuntut supaya Warner Bros. dan Universal Pictures selaku studio di balik Barbie dan Oppenheimer menghentikan penggunaan tagar Barbenheimer.
"Jika seseorang ingin membuat ilustrasi atau seni turunan dari Barbenheimer, itu seharusnya bukan Barbie yang sedang menikmati awan bekas ledakan," kata Koji Maruyama di situs web Change.org.
"Warner Brothers menyesali keterlibatan media sosial yang tidak sensitif baru-baru ini. Kami meminta maaf secara tulus," kata perusahaan itu dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Variety, Selasa (1/8).
Hingga kini, Barbie masih dijadwalkan tayang 11 Agustus di Jepang. Sementara itu, belum ada pengumuman jadwal penayangan Oppenheimer di sana.
Film garapan sutradara Christopher Nolan itu dikritik karena mengabaikan penghancuran senjata di Jepang menjelang akhir Perang Dunia II, melenyapkan dua kota besar dan menyebabkan lebih dari 200.000 kematian.
Meski Barbie dan Oppenheimer belum tayang di Jepang, kedua film itu sudah menguasai box office banyak negara.
Barbie yang dibintangi Margot Robbie dan Ryan Gosling telah mengumpulkan sedikitnya US$800 juta atau sekitar Rp12,14 triliun (US$1= Rp15.178,25) dari box office global.
Sedangkan Oppenheimer yang dibintangi Cillian Murphy hingga Robert Downey Jr. ini telah mengumpulkan lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp6,07 triliun (US$1= Rp15.178,25) secara global.
Jakarta, CNN Indonesia --
Debut box office film Barbie di Jepang berpotensi terhambat menyusul kemunculan petisi online yang menyerukan larangan mempromosikan film dengan meme Barbenheimer karena dinilai meremehkan bencana nuklir.
Semua bermula setelah Warner Bros. AS berinteraksi dengan meme Barbenheimer, akronim film Barbie dan Oppenheimer.
Distributor film Barbie itu berinteraksi dengan meme Barbenheimer di tengah riuh sambutan banyak orang menyambut double feature bertabur bintang arahan sutradara ternama tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, hal itu dikritik warga Jepang karena dinilai tidak sensitif terhadap bom Hiroshima dan Nagasaki saat Perang Dunia II yang menewaskan lebih dari 200 ribu orang.
Mitsuki Takahata sebagai pengisi suara Barbie dalam versi Jepang mengkritik hal itu. Lewat unggah di Instagram pada Rabu (2/8), dia mengaku kecewa setelah mengetahui meme tersebut dan mempertimbangkan keluar dari acara promosi di Tokyo karena pembukaannya pada 11 Agustus.
"Kejadian ini benar-benar mengecewakan," tulisnya.
Pada hari yang sama, seperti diberitakan Reuters pada Kamis (3/8), Duta Besar AS untuk Jepang Rahm Emanuel mengunggah foto pertemuannya di Tokyo dengan sutradara Greta Gerwig.
Seorang juru bicara kedutaan mengatakan Emanuel membawa istri, putrinya, dan teman-temannya untuk menonton Barbie dan mendapatkan pesan film tersebut adalah pemberdayaan perempuan.
Namun, tanggapan warganet Jepang sangat dingin.
"Unggahan Anda saat ini akan membuat banyak orang Jepang gelisah, dan akan semakin memantapkan tekad mereka untuk tidak pernah menonton film itu," jawab netizen.
Selain itu, muncul pula sebuah petisi dibuat di Change.org beberapa hari setelah warga Jepang berang karena interaksi studio Barbie terhadap Barbenheimer.
Interaksi studio film Barbie terhadap meme Barbenheimer berpotensi hambat debut Barbie di Jepang karena dinilai remehkan bencana nuklir. (Warner Bros. Pictures via IMDb)
Petisi yang telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang itu menuntut supaya Warner Bros. dan Universal Pictures selaku studio di balik Barbie dan Oppenheimer menghentikan penggunaan tagar Barbenheimer.
"Jika seseorang ingin membuat ilustrasi atau seni turunan dari Barbenheimer, itu seharusnya bukan Barbie yang sedang menikmati awan bekas ledakan," kata Koji Maruyama di situs web Change.org.
"Warner Brothers menyesali keterlibatan media sosial yang tidak sensitif baru-baru ini. Kami meminta maaf secara tulus," kata perusahaan itu dalam pernyataan yang dikirim melalui email kepada Variety, Selasa (1/8).
Hingga kini, Barbie masih dijadwalkan tayang 11 Agustus di Jepang. Sementara itu, belum ada pengumuman jadwal penayangan Oppenheimer di sana.
Film garapan sutradara Christopher Nolan itu dikritik karena mengabaikan penghancuran senjata di Jepang menjelang akhir Perang Dunia II, melenyapkan dua kota besar dan menyebabkan lebih dari 200.000 kematian.
Meski Barbie dan Oppenheimer belum tayang di Jepang, kedua film itu sudah menguasai box office banyak negara.
Barbie yang dibintangi Margot Robbie dan Ryan Gosling telah mengumpulkan sedikitnya US$800 juta atau sekitar Rp12,14 triliun (US$1= Rp15.178,25) dari box office global.
Sedangkan Oppenheimer yang dibintangi Cillian Murphy hingga Robert Downey Jr. ini telah mengumpulkan lebih dari US$400 juta atau sekitar Rp6,07 triliun (US$1= Rp15.178,25) secara global.