Nadin Amizah Blak-blakan Soal Dugaan Pelecehan Kala Konser di Bandung
CNN Indonesia
Selasa, 26 Sep 2023 13:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Kepada CNNIndonesia.com, Nadin Amizah mengungkapkan kronologi lengkap di balik insiden dugaan pelecehan usai konser di Bandung. (Screenshot dari Instagram @cakecaine )
Jakarta, CNN Indonesia --
Nadin Amizah mengaku mengalami dugaan pelecehan usai tampil dalam sebuah konser di kawasan Cihampelas Walk alias Ciwalk, Bandung, pada Minggu (24/9).
Ia menerima perlakuan melewati batas itu dari penonton yang mendatangi Nadin setelah manggung pada Minggu (24/9) malam.
Beberapa penggemar itu datang mendatangi Nadin Amizah untuk meminta foto hingga memegang tangan. Namun, situasi itu berubah menjadi kacau karena mereka berhamburan mengerumuni Nadin hingga membuat kewalahan dan panik.
Insiden itu mencapai puncaknya ketika bagian sensitif penyanyi tersebut tersentuh oleh salah satu penggemar. Ia pun merasa dilecehkan, panik, hingga berteriak meminta mereka berhenti mengerumuni.
Nadin bukan pertama kali merasakan tindakan yang kurang nyaman semacam itu. Ia mengaku kerap dipegang hingga disentuh penggemar, tetapi membiarkan meski tak nyaman karena dilakukan oleh sesama perempuan.
Namun, hingga kini kejadian itu terus berulang dan semakin parah ketika penonton menghambur hingga berkerumun ke arah sang penyanyi.
Kejadian terbaru tersebut pun menjadi momen bagi Nadin untuk tegas menyatakan tidak berkenan disentuh, terutama oleh penggemar, tanpa persetujuan.
Kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/9), Nadin Amizah mengungkapkan kronologi lengkap di balik insiden dugaan pelecehan itu hingga alasan dirinya tidak lagi berkenan tubuhnya dipegang tanpa persetujuan.
Bagaimana kronologi kejadian dari momen tampil dalam konser di Bandung hingga berujung mengalami dugaan pelecehan?
Iya, jadi memang kemarin [Minggu 24/9] itu manggung di daerah Ciwalk, Bandung. Memang karena acaranya gratis dan kalau di Ciwalk itu kan enggak ada batas-batas ya. Jadi, semua orang bisa masuk saja, dan karena di mall jadi orang-orang pada masuk saja.
Aku itu manggung malam. Acaranya sudah mulai kalau enggak salah dari siang-sore, jadi penonton memang sudah parah banget banyaknya. Kemarin itu kebetulan biasanya kalau di panggung itu kan suka ada daerah khusus untuk musisi dan penonton dipisah. Jadi, kalau misal musisi ke backstage, penonton di depan atau area luar.
Cuma kalau kemarin karena memang itu tempatnya terbatas, jadi semuanya menyatu. Memang ada backstage, tetapi dari backstage ke panggung itu tidak ada area khusus. Jadi, memang kalau misalnya mau ke panggung dari backstage itu harus lewat dari penonton.
Kemarin itu kebetulan enggak ada bodyguard, karena aku juga sebelumnya enggak pernah kalau nyanyi ada bodyguard kecuali kalau disediakan panitia. Kemarin enggak menyangka aja butuh, dan memang kita underprepared.
Pokoknya sebelum manggung itu sudah chaos, setelah manggung semakin chaos, terus aku itu merasa baru datang aja sudah banyak yang pegang-pegang badan aku. Mereka itu tipe yang kayak sudah dijaga tapi mengarahkan tangannya ke aku, jadi kayak dicolek-colek begitu.
Aku enggak tahu di mana, saat kapan, cuma waktu sudah selesai manggung dan pulang itu karena aku merasa sudah lebih sepi jadi harusnya lebih aman.
Cuma pas kami sudah jalan ke arah parkiran, pas sudah di area yang lebih sepi sebenarnya, enggak lebih parah dari bagian dalam, aku merasa kayak ada yang mungkin enggak sengaja --aku percaya itu enggak sengaja karena keadaannya se-chaos itu-- enggak sengaja menyentuh bagian sensitif aku.
Terus ada yang segala macam, minta foto, ada yang riweuh sendiri, ada yang pegang tangan, ada semuanya. Aku sudah overwhelmed juga, akhirnya aku teriak, tapi aku lupa teriak apa pokoknya pada saat itu aku lagi panik aja dan aku merasa ingin setop. Sudah, selesai, akhirnya sudah deh, pulang.
Aku percaya itu tidak sengaja memang. Cuma ketidaksengajaan itu ada karena --aku enggak mengerti kenapa-- cuma memang penonton itu suka ada perasaan ingin menyentuh idolanya dan menurut aku itu yang seharusnya tidak perlu.
Berarti kejadian bukan saat ada di tengah crowd konser?
Bukan, bukan pas lagi di crowd. Justru sebenarnya sudah jalan, dan itu tipe orang-orang yang ikut ke arah parkir.
Apakah orang-orang yang mengerumuni itu berasal dari penggemar atau ada orang umum?
Itu karena se-chaos itu, sampai aku juga enggak tahu, begitu. Aku pun tidak bisa membedakan. Aku merasa kemarin juga enggak tahu fan siapa karena yang nyanyi cukup banyak ya, ada Rizky Febian, ada TBA, segala macam. Jadi, aku sendiri tidak tahu dia itu fan siapa.
Mereka kerumuninnya itu mungkin bukan niat jahat, mereka juga semua ingin foto, ingin pegang, tapi keinginan untuk pegangnya itu menurut aku untuk apa?
Apakah mengalami luka-luka di badan, seperti tercakar?
Enggak ada, alhamdulillah enggak ada.
Sepengamatan waktu kejadian, apakah orang yang berkerumun itu semua perempuan atau ada laki-laki?
Perempuan, hampir semuanya perempuan. Untungnya ya, makanya aku bilang kayaknya ini bukan pelecehan seksual dengan sengaja karena orang-orangnya perempuan semua.
Apakah sebelumnya pernah menghadapi persoalan crowd semacam ini, atau ini yang paling parah?
Sebelumnya kebetulan di acara yang sama-sama gratis juga, waktu di Matraman [Jakarta Timur]. Itu sama, chaos juga. Cuma pada saat itu aku merasa tidak ada yang menyentuh aku sama sekali. Jadi, aku waktu itu marahnya karena mereka dorong-dorongan, beda lagi.
Tapi kalau yang ini beneran aku enggak mengerti kenapa mereka pada menyentuh. Jujur biasanya se-chaos apa pun enggak ada yang seambisi itu untuk menyentuh. Kemarin itu memang aneh saja menurut aku, kurang mengerti juga.
Kalau soal dipegang tanpa persetujuan, apakah sebelumnya kerap mengalami?
Beberapa kali pernah kejadian kalau misal ada orang yang minta foto. Tapi balik lagi, kebanyakan perempuan. Karena mereka merasa mungkin tidak apa-apa, sesama perempuan mereka pegang pinggang tidak apa-apa, pegang tangan tidak apa-apa.
Cuma aku tidak merasa nyaman sebenarnya. Tapi sejauh ini aku merasa, "Ah, ya, enggak apa lah karena sesama cewek." Tapi setelah kejadian ini aku merasa kayak, aduh kayaknya sudah deh.
Next time mending udah enggak usah ada yang disentuh-sentuh lagi aja kecuali kalau misal yang sudah dekat atau sudah beberapa kali bertemu sebagai fan.
Biasanya aku yang menawarkan, mau peluk enggak? Tapi kalau misalnya pertama kali dan dalam keadaan chaos aku lebih ingin menjaga jarak ke depan.
Kalau menurut aku itu, balik lagi, aku merasa tetap harus ada batasan antara figur publik dengan penggemar. Mungkin selama ini, sejauh ini enggak banyak orang yang berani marah seperti aku, enggak pernah ada yang speak up.
Tapi aku yakin dalam hati mereka masing-masing mereka merasa sangat dilecehkan. Karena rasanya seperti dilakukan seperti binatang, kayak hewan hias asal disentuh-sentuh aja. Padahal, kita adalah pekerja kreatif, kita bisa dinikmati suaranya saja dari jauh.
Aku berterima kasih atas dukungannya selama ini ke musik aku dan terima kasih banyak atas antusiasmenya selalu ke musik aku. Ke depannya aku harap kita bisa saling menjaga, kita bisa saling menghargai batasan satu sama lain. Aku harap bisa saling mencintai tanpa harus melewati batasan-batasan tersebut.
Apakah nantinya akan lebih pilih-pilih tawaran tampil di konser?
Mungkin kami akan lebih berhati-hati dalam memilih acara yang gratis kali ya. Tidak menutup kemungkinan untuk aku ambil, tapi mungkin pencegahannya akan lebih berlapis kali, ya.
Jakarta, CNN Indonesia --
Nadin Amizah mengaku mengalami dugaan pelecehan usai tampil dalam sebuah konser di kawasan Cihampelas Walk alias Ciwalk, Bandung, pada Minggu (24/9).
Ia menerima perlakuan melewati batas itu dari penonton yang mendatangi Nadin setelah manggung pada Minggu (24/9) malam.
Beberapa penggemar itu datang mendatangi Nadin Amizah untuk meminta foto hingga memegang tangan. Namun, situasi itu berubah menjadi kacau karena mereka berhamburan mengerumuni Nadin hingga membuat kewalahan dan panik.
Insiden itu mencapai puncaknya ketika bagian sensitif penyanyi tersebut tersentuh oleh salah satu penggemar. Ia pun merasa dilecehkan, panik, hingga berteriak meminta mereka berhenti mengerumuni.
Nadin bukan pertama kali merasakan tindakan yang kurang nyaman semacam itu. Ia mengaku kerap dipegang hingga disentuh penggemar, tetapi membiarkan meski tak nyaman karena dilakukan oleh sesama perempuan.
Namun, hingga kini kejadian itu terus berulang dan semakin parah ketika penonton menghambur hingga berkerumun ke arah sang penyanyi.
Kejadian terbaru tersebut pun menjadi momen bagi Nadin untuk tegas menyatakan tidak berkenan disentuh, terutama oleh penggemar, tanpa persetujuan.
Kepada CNNIndonesia.com, Senin (25/9), Nadin Amizah mengungkapkan kronologi lengkap di balik insiden dugaan pelecehan itu hingga alasan dirinya tidak lagi berkenan tubuhnya dipegang tanpa persetujuan.
Bagaimana kronologi kejadian dari momen tampil dalam konser di Bandung hingga berujung mengalami dugaan pelecehan?
Iya, jadi memang kemarin [Minggu 24/9] itu manggung di daerah Ciwalk, Bandung. Memang karena acaranya gratis dan kalau di Ciwalk itu kan enggak ada batas-batas ya. Jadi, semua orang bisa masuk saja, dan karena di mall jadi orang-orang pada masuk saja.
Aku itu manggung malam. Acaranya sudah mulai kalau enggak salah dari siang-sore, jadi penonton memang sudah parah banget banyaknya. Kemarin itu kebetulan biasanya kalau di panggung itu kan suka ada daerah khusus untuk musisi dan penonton dipisah. Jadi, kalau misal musisi ke backstage, penonton di depan atau area luar.
Cuma kalau kemarin karena memang itu tempatnya terbatas, jadi semuanya menyatu. Memang ada backstage, tetapi dari backstage ke panggung itu tidak ada area khusus. Jadi, memang kalau misalnya mau ke panggung dari backstage itu harus lewat dari penonton.
Kemarin itu kebetulan enggak ada bodyguard, karena aku juga sebelumnya enggak pernah kalau nyanyi ada bodyguard kecuali kalau disediakan panitia. Kemarin enggak menyangka aja butuh, dan memang kita underprepared.
Pokoknya sebelum manggung itu sudah chaos, setelah manggung semakin chaos, terus aku itu merasa baru datang aja sudah banyak yang pegang-pegang badan aku. Mereka itu tipe yang kayak sudah dijaga tapi mengarahkan tangannya ke aku, jadi kayak dicolek-colek begitu.
Aku enggak tahu di mana, saat kapan, cuma waktu sudah selesai manggung dan pulang itu karena aku merasa sudah lebih sepi jadi harusnya lebih aman.
Cuma pas kami sudah jalan ke arah parkiran, pas sudah di area yang lebih sepi sebenarnya, enggak lebih parah dari bagian dalam, aku merasa kayak ada yang mungkin enggak sengaja --aku percaya itu enggak sengaja karena keadaannya se-chaos itu-- enggak sengaja menyentuh bagian sensitif aku.
Terus ada yang segala macam, minta foto, ada yang riweuh sendiri, ada yang pegang tangan, ada semuanya. Aku sudah overwhelmed juga, akhirnya aku teriak, tapi aku lupa teriak apa pokoknya pada saat itu aku lagi panik aja dan aku merasa ingin setop. Sudah, selesai, akhirnya sudah deh, pulang.
Aku percaya itu tidak sengaja memang. Cuma ketidaksengajaan itu ada karena --aku enggak mengerti kenapa-- cuma memang penonton itu suka ada perasaan ingin menyentuh idolanya dan menurut aku itu yang seharusnya tidak perlu.
Kepada CNNIndonesia.com, Nadin Amizah mengungkapkan kronologi lengkap di balik insiden dugaan pelecehan usai konser di Bandung. (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Berarti kejadian bukan saat ada di tengah crowd konser?
Bukan, bukan pas lagi di crowd. Justru sebenarnya sudah jalan, dan itu tipe orang-orang yang ikut ke arah parkir.
Apakah orang-orang yang mengerumuni itu berasal dari penggemar atau ada orang umum?
Itu karena se-chaos itu, sampai aku juga enggak tahu, begitu. Aku pun tidak bisa membedakan. Aku merasa kemarin juga enggak tahu fan siapa karena yang nyanyi cukup banyak ya, ada Rizky Febian, ada TBA, segala macam. Jadi, aku sendiri tidak tahu dia itu fan siapa.
Mereka kerumuninnya itu mungkin bukan niat jahat, mereka juga semua ingin foto, ingin pegang, tapi keinginan untuk pegangnya itu menurut aku untuk apa?
Apakah mengalami luka-luka di badan, seperti tercakar?
Enggak ada, alhamdulillah enggak ada.
Sepengamatan waktu kejadian, apakah orang yang berkerumun itu semua perempuan atau ada laki-laki?
Perempuan, hampir semuanya perempuan. Untungnya ya, makanya aku bilang kayaknya ini bukan pelecehan seksual dengan sengaja karena orang-orangnya perempuan semua.
Apakah sebelumnya pernah menghadapi persoalan crowd semacam ini, atau ini yang paling parah?
Sebelumnya kebetulan di acara yang sama-sama gratis juga, waktu di Matraman [Jakarta Timur]. Itu sama, chaos juga. Cuma pada saat itu aku merasa tidak ada yang menyentuh aku sama sekali. Jadi, aku waktu itu marahnya karena mereka dorong-dorongan, beda lagi.
Tapi kalau yang ini beneran aku enggak mengerti kenapa mereka pada menyentuh. Jujur biasanya se-chaos apa pun enggak ada yang seambisi itu untuk menyentuh. Kemarin itu memang aneh saja menurut aku, kurang mengerti juga.
Kalau soal dipegang tanpa persetujuan, apakah sebelumnya kerap mengalami?
Beberapa kali pernah kejadian kalau misal ada orang yang minta foto. Tapi balik lagi, kebanyakan perempuan. Karena mereka merasa mungkin tidak apa-apa, sesama perempuan mereka pegang pinggang tidak apa-apa, pegang tangan tidak apa-apa.
Cuma aku tidak merasa nyaman sebenarnya. Tapi sejauh ini aku merasa, "Ah, ya, enggak apa lah karena sesama cewek." Tapi setelah kejadian ini aku merasa kayak, aduh kayaknya sudah deh.
Next time mending udah enggak usah ada yang disentuh-sentuh lagi aja kecuali kalau misal yang sudah dekat atau sudah beberapa kali bertemu sebagai fan.
Biasanya aku yang menawarkan, mau peluk enggak? Tapi kalau misalnya pertama kali dan dalam keadaan chaos aku lebih ingin menjaga jarak ke depan.
Kalau menurut aku itu, balik lagi, aku merasa tetap harus ada batasan antara figur publik dengan penggemar. Mungkin selama ini, sejauh ini enggak banyak orang yang berani marah seperti aku, enggak pernah ada yang speak up.
Tapi aku yakin dalam hati mereka masing-masing mereka merasa sangat dilecehkan. Karena rasanya seperti dilakukan seperti binatang, kayak hewan hias asal disentuh-sentuh aja. Padahal, kita adalah pekerja kreatif, kita bisa dinikmati suaranya saja dari jauh.
Aku berterima kasih atas dukungannya selama ini ke musik aku dan terima kasih banyak atas antusiasmenya selalu ke musik aku. Ke depannya aku harap kita bisa saling menjaga, kita bisa saling menghargai batasan satu sama lain. Aku harap bisa saling mencintai tanpa harus melewati batasan-batasan tersebut.
Apakah nantinya akan lebih pilih-pilih tawaran tampil di konser?
Mungkin kami akan lebih berhati-hati dalam memilih acara yang gratis kali ya. Tidak menutup kemungkinan untuk aku ambil, tapi mungkin pencegahannya akan lebih berlapis kali, ya.