Sidang Perdana, Jonathan Majors Disebut Jadi Target Balas Dendam
CNN Indonesia
Selasa, 05 Des 2023 14:28 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Pengacara menyebut mantan pacar menuding Jonathan Majors atas dasar balas dendam karena ingin merusak karier aktor tersebut. (AFP/Robyn Beck)
Jakarta, CNN Indonesia --
Jonathan Majors menjalani sidang dugaan kekerasan terhadap mantan pacarnya, Grace Jabbari, di Pengadilan New York pada Senin (4/12) waktu Amerika Serikat.
Agenda sidang hari itu merupakan pembacaan pernyataan pembukaan yang dibacakan oleh Priya Chaudhry sebagai kuasa hukum Majors kepada para juri.
Chaudhry mengatakan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Majors merupakan tuduhan palsu. Selain itu, kuasa hukum itu menuduh balik Jabbari sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadap mantan pacarnya.
"Kerja keras sepanjang hidup Majors mulai membuahkan hasil dan kariernya tampak tak terbendung hingga... dia mengakhiri hubungannya dengan Jabbari dan dia membuat tuduhan palsu ini," kata Priya Chaudhry, seperti diberitakan Variety, Senin (4/12).
"(Majors adalah) laki-laki yang menghabiskan 30 tahun bekerja keras untuk mencapai posisinya pada 25 Maret. Seorang lelaki dengan dunia di tangannya," katanya merujuk pada hari saat Majors ditahan.
Chaudhry mengakhiri pernyataannya dengan menyimpulkan bahwa Jabbari melakukan tudingan kepada Majors atas dasar balas dendam karena ingin merusak karier aktor tersebut.
"Ini merupakan kasus tentang akhir sebuah hubungan, bukan soal kejahatan. Setidaknya bukan yang dilakukan Majors," katanya.
"Sebagai pembalasan, dia membuat tuduhan palsu ini untuk menghancurkan Majors dan merenggut semua yang telah dia kerjakan sepanjang hidupnya," pungkasnya.
Sidang pada hari itu dibuka ketika Jaksa Michael Perez membacakan detail peristiwa hingga Jonathan Majors ditahan pada 25 Maret lalu. Perez mengatakan hubungan Majors dan Grace Jabbari serius hingga berencana untuk menikah dan memiliki anak.
Suatu malam, Jabbari melihat ada pesan masuk dari seorang perempuan bernama Cleopatra di ponsel Majors. Momen itulah Majors diduga melakukan kekerasan terhadap Jabbari yang menyebabkan perempuan itu luka-luka.
Majors tidak menampik menerima pesan tersebut. Namun, Majors, lewat pernyataan kuasa hukumnya, mengatakan adalah Jabbari yang melakukan kekerasan terhadap kliennya.
Setelah itu, Jabbari mengunjungi sebuah klub, sedangkan Majors pergi ke sebuah hotel. Keduanya pun memutuskan hubungan yang telah terjalin selama dua tahun lewat pesan singkat.
Meski demikian, Jabbari sempat pulang ke apartemen Majors dan menelepon aktor itu. Ketika Majors pulang pagi harinya, dia menemukan Jabbari di lemari pakaian.
Majors, kata Chaudhry, menelepon polisi karena merasa khawatir dengan kondisi mental Jabbari. Mantannya itu bahkan disebut mengirim pesan singkat yang mengatakan mengancam akan bunuh diri.
Ketika polisi datang, Jabbari mengatakan kepada polisi bahwa dia terluka akibat dianiaya oleh Majors yang membuat aktor itu kemudian ditahan.
Grace Jabbari sempat menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan ditahan pada 26 Oktober lalu dengan dugaan tindak pidana ringan atas kasus penyerangan dan pengerusakan barang.
Namun, Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan menolak mengadili kasus Jabbari karena dinilai tidak layak untuk dituntut.
Jonathan Majors akan menjalani sidang kasus dugaan kekerasan yang diperkirakan berlangsung selama dua minggu.
Persidangan ini akan menyuguhkan kesaksian dari Grace Jabbari. Selain itu, pengadilan juga akan memanggil sopir, staf medis, dan tiga orang asing yang Jabbari temui sebelum pergi ke klub.
Jonathan Majors menjalani sidang dugaan kekerasan terhadap mantan pacarnya, Grace Jabbari, di Pengadilan New York pada Senin (4/12) waktu Amerika Serikat.
Agenda sidang hari itu merupakan pembacaan pernyataan pembukaan yang dibacakan oleh Priya Chaudhry sebagai kuasa hukum Majors kepada para juri.
Chaudhry mengatakan dugaan kekerasan yang dilakukan oleh Majors merupakan tuduhan palsu. Selain itu, kuasa hukum itu menuduh balik Jabbari sebagai pihak yang melakukan kekerasan terhadap mantan pacarnya.
"Kerja keras sepanjang hidup Majors mulai membuahkan hasil dan kariernya tampak tak terbendung hingga... dia mengakhiri hubungannya dengan Jabbari dan dia membuat tuduhan palsu ini," kata Priya Chaudhry, seperti diberitakan Variety, Senin (4/12).
"(Majors adalah) laki-laki yang menghabiskan 30 tahun bekerja keras untuk mencapai posisinya pada 25 Maret. Seorang lelaki dengan dunia di tangannya," katanya merujuk pada hari saat Majors ditahan.
Chaudhry mengakhiri pernyataannya dengan menyimpulkan bahwa Jabbari melakukan tudingan kepada Majors atas dasar balas dendam karena ingin merusak karier aktor tersebut.
"Ini merupakan kasus tentang akhir sebuah hubungan, bukan soal kejahatan. Setidaknya bukan yang dilakukan Majors," katanya.
"Sebagai pembalasan, dia membuat tuduhan palsu ini untuk menghancurkan Majors dan merenggut semua yang telah dia kerjakan sepanjang hidupnya," pungkasnya.
Sidang pada hari itu dibuka ketika Jaksa Michael Perez membacakan detail peristiwa hingga Jonathan Majors ditahan pada 25 Maret lalu. Perez mengatakan hubungan Majors dan Grace Jabbari serius hingga berencana untuk menikah dan memiliki anak.
Pengacara menyebut mantan pacar menuding Jonathan Majors atas dasar balas dendam karena ingin merusak karier aktor tersebut. (AFP/Frederic J. Brown)
Suatu malam, Jabbari melihat ada pesan masuk dari seorang perempuan bernama Cleopatra di ponsel Majors. Momen itulah Majors diduga melakukan kekerasan terhadap Jabbari yang menyebabkan perempuan itu luka-luka.
Majors tidak menampik menerima pesan tersebut. Namun, Majors, lewat pernyataan kuasa hukumnya, mengatakan adalah Jabbari yang melakukan kekerasan terhadap kliennya.
Setelah itu, Jabbari mengunjungi sebuah klub, sedangkan Majors pergi ke sebuah hotel. Keduanya pun memutuskan hubungan yang telah terjalin selama dua tahun lewat pesan singkat.
Meski demikian, Jabbari sempat pulang ke apartemen Majors dan menelepon aktor itu. Ketika Majors pulang pagi harinya, dia menemukan Jabbari di lemari pakaian.
Majors, kata Chaudhry, menelepon polisi karena merasa khawatir dengan kondisi mental Jabbari. Mantannya itu bahkan disebut mengirim pesan singkat yang mengatakan mengancam akan bunuh diri.
Ketika polisi datang, Jabbari mengatakan kepada polisi bahwa dia terluka akibat dianiaya oleh Majors yang membuat aktor itu kemudian ditahan.
Grace Jabbari sempat menyerahkan diri ke pihak kepolisian dan ditahan pada 26 Oktober lalu dengan dugaan tindak pidana ringan atas kasus penyerangan dan pengerusakan barang.
Namun, Kantor Kejaksaan Distrik Manhattan menolak mengadili kasus Jabbari karena dinilai tidak layak untuk dituntut.
Jonathan Majors akan menjalani sidang kasus dugaan kekerasan yang diperkirakan berlangsung selama dua minggu.
Persidangan ini akan menyuguhkan kesaksian dari Grace Jabbari. Selain itu, pengadilan juga akan memanggil sopir, staf medis, dan tiga orang asing yang Jabbari temui sebelum pergi ke klub.