Jakarta, CNN Indonesia -- Sutradara kawakan asal Iran Darius Mehrjui ditemukan tewas bersama sang istri dalam serangan penusukan di kediamannya kawasan Alborz, Iran, Sabtu (14/10) waktu setempat.
Kabar tersebut dilaporkan pertama kali oleh surat kabar lokal Mizan, yang mengutip seorang hakim Mahkamah Agung di Provinsi Alborz, Hossein Fazeli-Harikandi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mehrjui dan istrinya Vahideh Mohammadifar tewas karena luka tusukan berulang di leher," ujar Fazeli-Harikandi melalui keterangan resmi Mahkamah Agung Provinsi Alborz yang dikutip Mizan, seperti diberitakan via The Guardian, Minggu (15/10).
Menurut Fazeli-Harikandi, Mehrjui sempat mengirimkan pesan teks singkat kepada anaknya, Mona, sekitar pukul 21.00 waktu setempat untuk mengundang makan malam di rumah mereka di ibu kota Alborz, Karaj, sekitar 35 kilometer dari ibu kota Iran, Teheran.
Dalam laporan Harikandi, setibanya Mona di kediaman Mehrjui dan istri, kedua orang tuanya itu ditemukan sudah meninggal dunia dengan luka serius yang terdapat di leher mereka.
[Gambas:Video CNN]
Meski begitu, kepolisian setempat mengatakan bahwa "tidak adanya tanda-tanda tindakan paksa yang terlihat di tempat kejadian perkara, serta tidak ada tanda kerusakan di pintu rumah mereka."
Namun, pihak kepolisian Karaj mengatakan bahwa "jejak-jejak telah ditemukan" di tempat kejadian yang mereka yakini "berhubungan dengan pelaku pembunuhan."
Menurut laporan The Guardian, pada Minggu (15/10), surat kabar lokal Etemad menuliskan cuplikan teks wawancara dengan istri Mehrjui, yang mengakui bahwa mereka telah menerima ancaman dan rumah mereka akan dibobol
"Investigasi mengungkapkan bahwa tidak ada pengaduan yang diajukan terkait pembobolan ke vila keluarga Mehrjui dan pencurian barang-barang mereka," kata Fazeli-Harikandi.
Lanjut ke sebelah...
Profil Darius Mehrjui
Sutradara Iran Dariush Mehrjui beserta istrinya ditemukan tewas di rumah dan diduga jadi korban penusukan pada akhir pekan lalu (14/10). (AFP/Abdulwahed Mirzazadeh)
Darius Mehrjui -- yang meninggal di usia 83 tahun -- dikenal luas karena film bergaya neo-realismenya pada awal 1970-an, sekaligus membuka gelombang baru bagi ranah sinema Iran.
Karya ikonis Mehrjui The Cow (1969), menjadi favorit di kancah sinema internasional kala memenangkan FIPRESCI International Film Critics Award di Venice Film Festival 1971.
Selain The Cow, Mehrjui juga dikenal berkat film-film fitur lain, seperti The Pear Tree yang memenangkan Silver Hugo Award di Chicago Film Festival 1998, serta To Stay Alive (2002) yang merengkuh gelar Un Certain Regard di Cannes Film Festival 2002.
Tak hanya itu, Mehrjui juga memenangkan penghargaan utama di Festival Film Sebastian untuk karya filmnya yang bertajuk Sara (1993).
Dalam sebuah pernyataan, Menteri Kebudayaan Iran, Mohammad-Mehdi Esmaili, memuji Mehrjui sebagai "salah satu pelopor sinema Iran" dan "pencipta karya-karya abadi" berkat kiprah panjangnya tersebut di ranah kebudayaan Iran.
[Gambas:Photo CNN]
Seperti kebanyakan sutradara Iran, Mehrjui juga dikenal melawan keterlibatan pihak negara dalam perfilman sepanjang kariernya. Ia juga menjadi salah satu kritikus paling vokal terhadap rezim Islam Teheran.
Tahun lalu, ia mengunggah video yang mengecam pemerintah Iran atas penyensoran film terbarunya, A Minor, yang kini juga menjadi karyanya yang terakhir.