Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pastor disanksi karena mengizinkan Sabrina Carpenter syuting video musik dalam gereja. Sanksi diberikan setelah video musik Feather resmi dirilis pada 31 Oktober dan kini telah mengumpulkan lebih dari 11 juta views di YouTube.
Di bagian awal dan sebelum akhir, adegan dalam video musik itu diambil di Paroki Our Lady of Mount Carmel and Annuciation, sebuah Gereja Katolik Roma di lingkungan Williamsburg, Brooklyn.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awalnya, video menampilkan sejumlah peti mati dan salah satunya bertuliskan "RIP BITCH" di tengah salib. Ada pula anggur dengan "RIP" di bagian tengah, lilin, patung malaikat bertuliskan "Good Girls Go 2 Heaven" di dekat mimbar.
Video kemudian menampilkan Sabrina mengenakan gaun hitam dengan mobil pink yang berhenti di depan gereja. Jelang akhir video terlihat Sabrina mengenakan gaun yang atasnya bak tutu dan bawahnya seperti swimsuit dress.
Ia kemudian menari di depan, termasuk di depan peti mati. Sabrina turut menyatukan tangannya bak orang berdoa dalam video itu.
Sebelum adegan akhir di gereja, video musik itu juga menampilkan sejumlah laki-laki yang berusaha menarik perhatian Sabrina dalam kesempatan berbeda. Mereka kemudian berujung saling bunuh di gym.
[Gambas:Video CNN]
Ada pula adegan seorang pria yang diam-diam mengambil gambar bokong Sabrina saat dalam lift. Sabrina kemudian tampak seperti menggodanya dengan menarik dasi ke arah pintu lift yang kemudian tertutup.
Sabrina masih memegang dasi tersebut hingga pintu lift tertutup rapat dan bergerak ke lantai atas sehingga laki-laki dalam lift seperti terjepit hingga tampak lumuran darah di pintu lift.
Dalam sebuah pernyataan kepada Catholic News Agency, Keuskupan Brooklyn mengatakan bahwa mereka "terkejut dengan apa yang difilmkan."
Tak lama setelah video itu rilis, seperti diberitakan People, pada Senin (27/11), pastor Mosignor Jamie J Gigantiello dicabut dari tugas administratif karena dinilai gagal mengikuti kebijakan dengan mengizinkan pembuatan video itu dalam gereja.
Selain itu, Uskup Robert J Brennan memimpin Misa Reparasi di gereja tersebut yang menurut keuskupan diperlukan demi memulihkan kesucian gereja dan memperbaiki kerusakannya.
Lanjut ke sebelah...
Permintaan Maaf Gigantiello Soal MV Sabrina Carpenter
Seorang pastor di Brooklyn disanksi karena mengizinkan Sabrina Carpenter syuting video musik dalam gereja. (Vevo via YouTube)
Terpisah, Gigantiello meminta maaf kepada umat paroki melalui posting di halaman Facebook gereja pada 6 November. "Tidak diragukan lagi banyak yang kecewa atas apa yang terjadi," tulisnya. "Tidak lebih dari diriku sendiri."
Dia membeberkan kru video lokal telah mendekatinya sejak September dan beri tahu rencana pembuatan video musik untuk Carpenter di gereja. Hal itu dilanjutkan dengan dirinya meneliti tentang Sabrina Carpenter dan "tidak menemukan sesuatu yang meragukan."
Oleh sebab itu, Gigantiello mengaku menyetujui pembuatan video musik itu sebagai bagian dari "upaya untuk lebih memperkuat ikatan antara seniman kreatif muda yang merupakan bagian besar dari komunitas ini."
Meskipun dia memberikan izin untuk pembuatan film tersebut, Gigantiello menyatakan, "staf paroki dan saya tidak mengetahui bahwa ada sesuatu yang provokatif sedang terjadi di gereja."
"Kami juga tidak mengetahui bahwa peti mati palsu dan barang-barang pemakaman lainnya akan ditempatkan di tempat suci. Sebagian besar video seharusnya direkam di luar, dekat gereja, dan memang demikian."
Gigantiello mengatakan US$5.000 yang diterima paroki karena mengizinkan video tersebut direkam akan disumbangkan ke Bridge to Life.
 Salah satu adegan Sabrina Carpenter dalam gereja untuk video musik Feather (2023). (Vevo via YouTube) |
"Setelah banyak berdoa dan merenung selama beberapa hari terakhir, saya menyadari bahwa ini mungkin cara Tuhan memanggil saya untuk merenungkan sejumlah besar tanggung jawab saya untuk memahami kehendak-Nya."
Belum ada tanggapan resmi dari tim Sabrina Carpenter mengenai hal tersebut.