Jakarta, CNN Indonesia -- Sabrina Carpenter buka suara mengenai kontroversi video musik Feather yang dirilis empat pekan lalu. Klip yang diambil dalam gereja itu membuat seorang pastor disanksi pencabutan tugas administratif oleh keuskupan.
Tak banyak yang disampaikan Sabrina terkait hal itu. Ia merespons backlash dengan candaan yang merujuk pada namanya sendiri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami mendapat persetujuan [syuting di gereja] sebelumnya," kata Sabrina Carpenter seperti diberitakan Variety, Rabu (29/11).
"Yesus adalah seorang carpenter (tukang kayu)," guyon Sabrina.
Guyonan tersebut merujuk pada omongan orang-orang Nazaret yang takjub saat melihat Yesus mengajar dalam rumah ibadah, seperti tertulis dalam Markus 6:3a, Matius 13:55.
"Bukankah Ia ini tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon?"
[Gambas:Video CNN]
Pernyataan itu menjadi yang pertama diberikan Sabrina Carpenter dan timnya terkait pemecatan pastor yang terjadi pada awal November dan ramai diberitakan dalam dua hari terakhir.
Dalam sebuah pernyataan kepada Catholic News Agency, Keuskupan Brooklyn mengatakan bahwa mereka "terkejut dengan apa yang difilmkan" tim Sabrina Carpenter dalam gereja untuk video musik Feather.
Di bagian awal dan sebelum akhir, adegan dalam video musik itu diambil di Paroki Our Lady of Mount Carmel and Annuciation, sebuah Gereja Katolik Roma di lingkungan Williamsburg, Brooklyn.
Awalnya, video menampilkan sejumlah peti mati dan salah satunya bertuliskan "RIP BITCH" di tengah salib. Ada pula anggur dengan "RIP" di bagian tengah, lilin, patung malaikat bertuliskan "Good Girls Go 2 Heaven" di dekat mimbar.
 Potongan klip dari video musik Feather Sabrina Carpenter. (Vevo via YouTube) |
Video kemudian menampilkan Sabrina mengenakan gaun hitam dengan mobil pink yang berhenti di depan gereja. Jelang akhir video terlihat Sabrina mengenakan gaun yang atasnya bak tutu dan bawahnya seperti swimsuit dress.
Ia kemudian menari di depan, termasuk di depan peti mati. Sabrina turut menyatukan tangannya bak orang berdoa dalam video itu.
Lanjut ke sebelah...
Hukuman dan Permintaan Maaf Pastor
Sabrina Carpenter santai tanggapi seorang pastor disanksi akibat izinkan timnya syuting video musik Feather di gereja. (Vevo via YouTube)
Tak lama setelah video itu rilis, seperti diberitakan People, pada Senin (27/11), pastor Mosignor Jamie J Gigantiello dicabut dari tugas administratif karena dinilai gagal mengikuti kebijakan dengan mengizinkan pembuatan video itu dalam gereja.
Selain itu, Uskup Robert J Brennan memimpin Misa Reparasi di gereja tersebut yang menurut keuskupan diperlukan demi memulihkan kesucian gereja dan memperbaiki kerusakannya.
Terpisah, Gigantiello meminta maaf kepada umat paroki melalui posting di halaman Facebook gereja pada 6 November. "Tidak diragukan lagi banyak yang kecewa atas apa yang terjadi," tulisnya. "Tidak lebih dari diriku sendiri."
Dia membeberkan kru video lokal telah mendekatinya sejak September dan beri tahu rencana pembuatan video musik untuk Carpenter di gereja. Hal itu dilanjutkan dengan dirinya meneliti tentang Sabrina Carpenter dan "tidak menemukan sesuatu yang meragukan."
Oleh sebab itu, Gigantiello mengaku menyetujui pembuatan video musik itu sebagai bagian dari "upaya untuk lebih memperkuat ikatan antara seniman kreatif muda yang merupakan bagian besar dari komunitas ini."
[Gambas:Video CNN]
Meskipun dia memberikan izin untuk pembuatan film tersebut, Gigantiello menyatakan, "staf paroki dan saya tidak mengetahui bahwa ada sesuatu yang provokatif sedang terjadi di gereja."
"Kami juga tidak mengetahui bahwa peti mati palsu dan barang-barang pemakaman lainnya akan ditempatkan di tempat suci. Sebagian besar video seharusnya direkam di luar, dekat gereja, dan memang demikian."
Gigantiello mengatakan US$5.000 yang diterima paroki karena mengizinkan video tersebut direkam akan disumbangkan ke Bridge to Life.