P Diddy Ditinggalkan Banyak Brand Imbas Dugaan Pelecehan Seksual
CNN Indonesia
Rabu, 13 Des 2023 11:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Sejumlah brand memutus kontrak dengan Sean Combs atau P Diddy yang dijerat beberapa gugatan dugaan pelecehan seksual. (AFP/Angela Weiss)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah brand dilaporkan menarik kerja sama dengan bisnis e-commerce milik Sean 'Diddy' Combs, Empower Global, usai beberapa tudingan pelecehan seksual yang diajukan terhadap rapper tersebut.
People pada Selasa (12/12) memberitakan brand-brand besar, seperti Tsuri, Nudii System, Fulaba, dan House of Takura resmi mengakhiri kemitraan mereka dengan Empower Global yang baru dirilis musim panas lalu.
Perwakilan dari Nuudii System, Annete Azan, mengatakan pihaknya segera memutuskan kerja sama dengan Diddy imbas pemberitaan dugaan pelecehan seksual, meskipun status P Diddy masih tertuduh.
"Kami menarik Nuudii System dari Empower Global begitu kami mendengar berita tentang tuduhan terhadap Sean Puffy Combs," kata Annette Azan, perwakilan dari brand pakaian dalam tersebut dalam pernyataan resminya kepada People.
"Kami adalah merek untuk perempuan. Kami percaya pada perempuan dan mendukung mereka!" tegas Azan.
Meskipun ia menyadari kasus tersebut masih dugaan terhadap Diddy, Azan percaya ada sesuatu yang terjadi. Ia menyoroti kasus yang dihadapi Diddy dalam tudingan kekerasan seksual dengan mantan kekasihnya, Cassie, di luar pengadilan.
Pada awal November 2023, penyanyi R&B Cassandra Ventura alias Cassie menuduh Diddy memerkosa dan memukulinya. Cassie sebelumnya tercatat di label rekaman Bad Boy milik Diddy dan sempat menjadi kekasihnya.
Namun, gugatan itu hanya berusia satu hari karena Ventura dan Diddy mencapai penyelesaian untuk membereskannya di luar proses hukum.
Sejak penyelesaian kasus tersebut, beberapa tudingan lain muncul dari beberapa perempuan dengan tuduhan berbeda, termasuk pelecehan, perdagangan seks, dan pemerkosaan.
Pernyataan pemutusan kerja sama dengan Diddy juga diungkap perwakilan House of Takura, brand tas tangan dan kacamata hitam dengan nilai-nilai dukungan terhadap perempuan.
Pihak House of Takura menganggap serius tuduhan terhadap Diddy dan sama sekali tidak dapat menerima perlakuakn yang dituduhkan terhadapnya.
"Kami sama sekali tidak mengampuni tindakan yang diduga dilakukan oleh Mr. Combs. Kami percaya pada hak-hak korban dan mendukung mereka untuk berbicara terus terang, bahkan untuk melawan orang-orang yang berkuasa," terang pernyataan tersebut seperti diberitakan oleh People.
House of Takura yang mengklaim berfokus pada pemberdayaan perempuan di Afrika akan berdiri pada korban yang mengalami trauma usai menghadapi sejumlah kekerasan dan paksaan.
"Hati kami berduka untuk Cassandra Fine, dan semua perempuan lain, semoga bisa lekas pulih dari siklus ini," lengkap pernyataan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Sementara itu, Haby Barry, pemilik perusahaan perhiasan Fulaba, mengaku pernah mengalami status sebagai korban. Sehingga, ia sama sekali tak percaya dengan klaim bahwa Cassie dan perempuan lainnya telah berbohong.
"Fulaba berjalan sepenuhnya di ranah pemberdayaan perempuan, agar menjadi diri mereka dengan derajat paling tinggi dan bersinar dari kecantikan batin mereka, dengan perhiasan yang cantik yang dibuat langsung dengan tangan di Afrika Barat," terang Barry.
"Kami tidak akan terlibat dengan apa pun atau siapa pun yang bertentangan dengan nilai-nilai kami, terlepas dari potensi keuntungan finansial. Kekerasan dalam bentuk apa pun - emosional, fisik, seksual, atau psikologis - sangat merusak dan menyebabkan kerusakan yang tidak terlihat yang hanya bisa dipahami sepenuhnya oleh seseorang yang telah mengalaminya."
Selain merek-merek itu, dalam laporan lain milik Rolling Stone, 14 perusahaan lain juga dilaporkan segera memutuskan kerja sama dengan Empower Global.
Dalam beberapa waktu terakhir, Diddy juga dijerat kasus serupa atas gugatan Joi Dickerson-Neal yang menudingnya telah membius, melakukan pelecehan seksual, dan penganiayaan pada 1981. Dia juga mengklaim menjadi korban "revenge porn".
Gugatan tersebut juga menyebut perusahaan Combs, Bad Boy Entertainment dan Combs Enterprises sebagai tergugat.
Sedangkan gugatan ketiga datang dari seorang perempuan yang mengklaim diperkosa secara bergantian dengan penyanyi Aaron Hall dan teman-teman yang lain. Dia diperkosa di apartemen Hall sekitar 1990 dan 1991.
Tak lama setelah tuntutan beruntun itu, Sean 'Diddy' Combs mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Revolt, jaringan televisi berorientasi musik yang ia turut dirikan pada 2013.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah brand dilaporkan menarik kerja sama dengan bisnis e-commerce milik Sean 'Diddy' Combs, Empower Global, usai beberapa tudingan pelecehan seksual yang diajukan terhadap rapper tersebut.
People pada Selasa (12/12) memberitakan brand-brand besar, seperti Tsuri, Nudii System, Fulaba, dan House of Takura resmi mengakhiri kemitraan mereka dengan Empower Global yang baru dirilis musim panas lalu.
Perwakilan dari Nuudii System, Annete Azan, mengatakan pihaknya segera memutuskan kerja sama dengan Diddy imbas pemberitaan dugaan pelecehan seksual, meskipun status P Diddy masih tertuduh.
"Kami menarik Nuudii System dari Empower Global begitu kami mendengar berita tentang tuduhan terhadap Sean Puffy Combs," kata Annette Azan, perwakilan dari brand pakaian dalam tersebut dalam pernyataan resminya kepada People.
"Kami adalah merek untuk perempuan. Kami percaya pada perempuan dan mendukung mereka!" tegas Azan.
Meskipun ia menyadari kasus tersebut masih dugaan terhadap Diddy, Azan percaya ada sesuatu yang terjadi. Ia menyoroti kasus yang dihadapi Diddy dalam tudingan kekerasan seksual dengan mantan kekasihnya, Cassie, di luar pengadilan.
Pada awal November 2023, penyanyi R&B Cassandra Ventura alias Cassie menuduh Diddy memerkosa dan memukulinya. Cassie sebelumnya tercatat di label rekaman Bad Boy milik Diddy dan sempat menjadi kekasihnya.
Namun, gugatan itu hanya berusia satu hari karena Ventura dan Diddy mencapai penyelesaian untuk membereskannya di luar proses hukum.
Sejak penyelesaian kasus tersebut, beberapa tudingan lain muncul dari beberapa perempuan dengan tuduhan berbeda, termasuk pelecehan, perdagangan seks, dan pemerkosaan.
Pernyataan pemutusan kerja sama dengan Diddy juga diungkap perwakilan House of Takura, brand tas tangan dan kacamata hitam dengan nilai-nilai dukungan terhadap perempuan.
Pihak House of Takura menganggap serius tuduhan terhadap Diddy dan sama sekali tidak dapat menerima perlakuakn yang dituduhkan terhadapnya.
"Kami sama sekali tidak mengampuni tindakan yang diduga dilakukan oleh Mr. Combs. Kami percaya pada hak-hak korban dan mendukung mereka untuk berbicara terus terang, bahkan untuk melawan orang-orang yang berkuasa," terang pernyataan tersebut seperti diberitakan oleh People.
House of Takura yang mengklaim berfokus pada pemberdayaan perempuan di Afrika akan berdiri pada korban yang mengalami trauma usai menghadapi sejumlah kekerasan dan paksaan.
"Hati kami berduka untuk Cassandra Fine, dan semua perempuan lain, semoga bisa lekas pulih dari siklus ini," lengkap pernyataan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
P Diddy Ditinggalkan Banyak Brand Imbas Dugaan Pelecehan Seksual
Sejumlah brand memutus kontrak dengan Sean Combs atau P Diddy yang dijerat beberapa gugatan dugaan pelecehan seksual. (AFP/Angela Weiss)
Sementara itu, Haby Barry, pemilik perusahaan perhiasan Fulaba, mengaku pernah mengalami status sebagai korban. Sehingga, ia sama sekali tak percaya dengan klaim bahwa Cassie dan perempuan lainnya telah berbohong.
"Fulaba berjalan sepenuhnya di ranah pemberdayaan perempuan, agar menjadi diri mereka dengan derajat paling tinggi dan bersinar dari kecantikan batin mereka, dengan perhiasan yang cantik yang dibuat langsung dengan tangan di Afrika Barat," terang Barry.
"Kami tidak akan terlibat dengan apa pun atau siapa pun yang bertentangan dengan nilai-nilai kami, terlepas dari potensi keuntungan finansial. Kekerasan dalam bentuk apa pun - emosional, fisik, seksual, atau psikologis - sangat merusak dan menyebabkan kerusakan yang tidak terlihat yang hanya bisa dipahami sepenuhnya oleh seseorang yang telah mengalaminya."
Selain merek-merek itu, dalam laporan lain milik Rolling Stone, 14 perusahaan lain juga dilaporkan segera memutuskan kerja sama dengan Empower Global.
Dalam beberapa waktu terakhir, Diddy juga dijerat kasus serupa atas gugatan Joi Dickerson-Neal yang menudingnya telah membius, melakukan pelecehan seksual, dan penganiayaan pada 1981. Dia juga mengklaim menjadi korban "revenge porn".
Gugatan tersebut juga menyebut perusahaan Combs, Bad Boy Entertainment dan Combs Enterprises sebagai tergugat.
Sedangkan gugatan ketiga datang dari seorang perempuan yang mengklaim diperkosa secara bergantian dengan penyanyi Aaron Hall dan teman-teman yang lain. Dia diperkosa di apartemen Hall sekitar 1990 dan 1991.
Tak lama setelah tuntutan beruntun itu, Sean 'Diddy' Combs mengundurkan diri dari jabatannya sebagai ketua Revolt, jaringan televisi berorientasi musik yang ia turut dirikan pada 2013.