Sum 41 Soal Album Perpisahan Heaven x Hell: Cara Sempurna untuk Pamit

CNN Indonesia
Kamis, 14 Des 2023 01:18 WIB
Sum 41 Soal Album Perpisahan Heaven x Hell: Cara Sempurna untuk Pamit
Album perpisahan Sum 41 bertajuk Heaven :x: Hell disebut sebagai cara yang sempurna bagi band itu untuk pamit. (Screenshot dari Instagram @sum41)

Deryck Whibley pun membeberkan isi lagu Rise Up. Menurutnya, lagu itu bercerita dari momen saat ia dirawat di rumah sakit 10 tahun lalu akibat kecanduan alkohol hingga nyaris meninggal dunia.

"Itu sesuatu yang tidak akan pernah berhenti saya pikirkan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan Rise Up merupakan bentuk "perjuangan untuk menemukan iman, untuk melanjutkan, dan kekuatan untuk membangun diri kembali."

Hingga saat ini, dua single dari album Heaven :x: Hell bertema ketekunan dan kepercayaan diri. "Ini klise di mana Anda bisa melakukan apa pun yang Anda pikirkan," ujarnya.

"Saya sangat percaya pada itu, tetapi saya juga terkejut dengan diri saya sendiri. Segala sesuatu bisa menjadi lebih baik jika Anda hanya berusaha," jelas mantan suami Avril Lavigne itu.

"Heaven :x: Hell adalah album yang agresif," jelas Whibley tentang arah album terbarunya.

Whibley memastikan tidak akan lagu bertempo lambat di kedua side album ini. Menurutnya, album ini lebih mengekspresikan sisi agresif tanpa ada kemarahan.

"Tidak ada lagu yang lambat di kedua sisi rekaman. Semuanya sangat energetik. Musik pop punk-nya cepat dan penuh semangat, sedangkan lagu-lagu beratnya keras. Ada juga beberapa hal yang lebih berat dari apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya," bebernya.

"Ini agresif, tapi bukan marah. Ini hanyalah bentuk kegembiraan. Itu datang dari fakta bahwa segala sesuatu yang saya tulis adalah untuk panggung. Jika membuat saya ingin bergerak saat saya duduk di studio saya, itu saat saya tahu kita punya sesuatu yang bagus," pungkasnya.



Sum 41 menyatakan akan bubar setelah berkarya selama 27 tahun terakhir setelah merilis album terakhir mereka, Heaven :x: Hell.

Pada Mei lalu, band yang berdiri sejak 1996 itu mengatakan akan tetap menyelesaikan tur yang sedang berjalan dan untuk tur dari album final mereka.

Deryck Whibley, Dave Baksh, Jason McCaslin, Tom Thacker, dan Frank Zummo mengatakan tak sabar untuk bertemu penggemar mereka di tur nanti.

(far/pra)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sum 41 mengumumkan album perpisahan bertajuk Heaven :x: Hell bakal dirilis pada Maret 2024. Album yang menandakan bubarnya band pop punk asal Kanada ini disebut pentolan Deryck Whibley sebagai cara sempurna untuk pamit.

Whibley tak mengira album tersebut akan menjadi penanda perpisahan dengan band yang terbentuk di Ontario sejak 1996 itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perasaan saya baik tentang album ini, itulah sebabnya saya merasa ini seharus menjadi yang terakhir," kata Deryck Whibley kepada NME, Selasa (12/12).

"Kami tidak tahu kami akan berpisah ketika kami membuatnya, tetapi saya telah membuat album dan pergi tur dengan band ini sejak saya berusia 15 tahun," lanjutnya.

"Saya sudah merasakan ini dalam waktu yang lama sekarang bahwa saya ingin melakukan sesuatu yang berbeda dan rasanya seperti saat yang tepat. Album ini terasa seperti cara yang sempurna untuk pamit," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



Menurut Whibley, keputusan untuk bubar merupakan hal yang tepat usai tur ekspansif oleh Sum 41 sejak beberapa tahun terakhir.

"Ketakutannya adalah jika saya mulai kehilangan semangat tersebut, kami akan lenyap begitu saja. Saya terlalu peduli tentang para penggemar," kata Whibley.

Sebelum Heaven :x: Hell dirilis sebagai double album, Sum 41 akan menelurkan single Rise Up yang telah diunggah bersamaan dengan video klip pada Selasa (12/12).

Album Heaven :x: Hell akan menampilkan dua sisi berbeda dari Sum 41. Sisi Heaven disebut berisikan 10 musik dengan nuansa pop-punk yang kental. Sisi itu, menurut Whibley, banyak terpengaruh dari rilisan-rilisan awal band, seperti All Killer, No Filler (2001) dan Does This Looks Infected (2002).

Sementara, sisi Hell menampilkan gaya lebih berat yang ditampilkan oleh band dalam album Order In Decline (2019). Whibley mengatakan album Heaven :x: Hell bisa disebut sebagai album daripada sekumpulan trek nostalgia.

"Meskipun saya mencoba menulis seperti All Killer, No Filler lagi, saya tidak akan bisa," ungkapnya.

"Itu hanya tidak keluar dengan cara yang sama. Meskipun begitu, lagu-lagu ini terdengar seolah-olah bisa berasal dari masa-masa itu," lengkapnya.

Lanjut ke sebelah...

Cerita di Balik Single Rise Up

Pentolan Sum 41 mengatakan album perpisahan bertajuk Heaven :x: Hell sebagai cara yang sempurna bagi band itu untuk pamit. (Dok. deryckwhibley.net)

Deryck Whibley pun membeberkan isi lagu Rise Up. Menurutnya, lagu itu bercerita dari momen saat ia dirawat di rumah sakit 10 tahun lalu akibat kecanduan alkohol hingga nyaris meninggal dunia.

"Itu sesuatu yang tidak akan pernah berhenti saya pikirkan," ujarnya.

Ia menjelaskan Rise Up merupakan bentuk "perjuangan untuk menemukan iman, untuk melanjutkan, dan kekuatan untuk membangun diri kembali."

Hingga saat ini, dua single dari album Heaven :x: Hell bertema ketekunan dan kepercayaan diri. "Ini klise di mana Anda bisa melakukan apa pun yang Anda pikirkan," ujarnya.

"Saya sangat percaya pada itu, tetapi saya juga terkejut dengan diri saya sendiri. Segala sesuatu bisa menjadi lebih baik jika Anda hanya berusaha," jelas mantan suami Avril Lavigne itu.

"Heaven :x: Hell adalah album yang agresif," jelas Whibley tentang arah album terbarunya.

Whibley memastikan tidak akan lagu bertempo lambat di kedua side album ini. Menurutnya, album ini lebih mengekspresikan sisi agresif tanpa ada kemarahan.

"Tidak ada lagu yang lambat di kedua sisi rekaman. Semuanya sangat energetik. Musik pop punk-nya cepat dan penuh semangat, sedangkan lagu-lagu beratnya keras. Ada juga beberapa hal yang lebih berat dari apa pun yang pernah kami lakukan sebelumnya," bebernya.

"Ini agresif, tapi bukan marah. Ini hanyalah bentuk kegembiraan. Itu datang dari fakta bahwa segala sesuatu yang saya tulis adalah untuk panggung. Jika membuat saya ingin bergerak saat saya duduk di studio saya, itu saat saya tahu kita punya sesuatu yang bagus," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]



Sum 41 menyatakan akan bubar setelah berkarya selama 27 tahun terakhir setelah merilis album terakhir mereka, Heaven :x: Hell.

Pada Mei lalu, band yang berdiri sejak 1996 itu mengatakan akan tetap menyelesaikan tur yang sedang berjalan dan untuk tur dari album final mereka.

Deryck Whibley, Dave Baksh, Jason McCaslin, Tom Thacker, dan Frank Zummo mengatakan tak sabar untuk bertemu penggemar mereka di tur nanti.


HALAMAN:
1 2