Pada Rabu (29/11), Jonathan Majors menjalani persidangan atas dugaan kekerasan dan ia didampingi kekasihnya saat ini, Meagan Good.
Persidangan dimulai dengan fokus pada kekhawatiran prasidang dari kedua belah pihak, terutama dalam bukti-bukti yang tak disebutkan secara spesifik dan tersegel yang dipermasalahkan pihak Majors.
Hakim Michael Gaffey dalam sidang Rabu (29/11) mengizinkan pengacara Jonathan Majors memperdebatkan hal itu secara tertutup. Menurutnya, pengungkapan bukti saat ini malah akan merugikan pihak Major dalam keterpihakan juri.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Grace Jabbari buka suara dengan bersaksi pada 5 Desember. Ia kala itu mengaku sangat takut dengan Jonathan Majors hingga tahap aktor tersebut bisa melukai dirinya sendiri.
Tak hanya itu, ia juga meyakini mantan kekasihnya itu menggunakan ancaman menyakiti diri sendiri untuk memanipulasinya ketika masih bersama.
Hakim merilis bukti utama pada 13 Desember. Hal itu dilakukan meski Hakim Pengadilan Kriminal New York Michael Gaffey sebelumnya memutuskan bukti tertentu akan dirahasiakan dari publik - atas perintah tim Majors.
Dia merilis bukti-bukti penting, termasuk rekaman panggilan 911 Majors untuk melaporkan Jabbari mungkin mencoba bunuh diri.
Ada pula foto yang diambil Jabbari setelah kejadian 25 Maret yang menunjukkan memar hitam di jarinya dan luka di belakang telinganya; dan video dari kamera tubuh petugas yang merespons.
Bukti yang dirilis termasuk pesan teks mereka, seperti ketika Majors menyatakan, "Mungkin saya adalah monster dan pria mengerikan sehingga tidak pantas mendapatkannya [cinta] dan sebaiknya bunuh diri."
Dalam percakapan yang sama, Majors menyatakan ketakutannya bahwa jika Jabbari mencari pengobatan untuk memar dan lukanya, "hal itu dapat mengarah pada penyelidikan."
Jabbari menjawab bahwa dia akan menunda kunjungannya, tetapi hal itu harus dilakukan karena membutuhkan obat pereda nyeri. "Saya akan beri tahu dokter bahwa kepala saya terbentur," katanya.
"Untuk apa aku ingin memberi tahu mereka apa yang sebenarnya terjadi padahal sudah jelas aku ingin bersamamu," tulis Jabbari melalui pesan tertulis.
Kasus tersebut kemudian diserahkan kepada juri. Namun, belum ada keputusan yang diambil juri pada 14 Desember. Sehingga, hakim memutuskan untuk mempertimbangkan kembali kasus itu hingga pekan berikutnya.
Keputusan pun baru diambil pada 18 Desember. Juri memutuskan onathan Majors bersalah atas dua dakwaan: penyerangan tingkat tiga, dan pelecehan tingkat kedua.
Jonathan Majors tidak memberikan kesaksian pembelaan apapun dalam persidangan dugaan penyerangan dan kekerasan terhadap Grace Jabbari.
Jonathan Majors rencananya dihadirkan kembali untuk mendengar keputusan hakim terkait hukuman yang mesti ia terima dalam persidangan yang dijadwalkan berlangsung 6 Februari 2024.
Marvel depak Jonathan Majors usai aktor itu dinyatakan bersalah. Keputusan itu diambil beberapa jam setelah Majors dinyatakan bersalah atas kasus kekerasan.
Sejumlah sumber beberapa media Amerika Serikat seperti Entertainment Weekly dan Variety menyebut, Marvel langsung memutuskan ikatan dengan Majors yang berperan sebagai Kang the Conqueror.
Padahal peran Majors termasuk vital dalam masa depan waralaba Marvel. Konon, Kang the Conqueror akan menjadi villain utama dari fase berikutnya Marvel Cinematic Universe.
Semua berkat penampilan Majors yang menuai pujian sebagai Kang the Conqueror dalam Ant-Man and the Wasp: Quantumania dan dua musim serial Loki.
(far/chri)