Geng Tai Trending Usai Dugaan Perundungan di Binus School Viral
CNN Indonesia
Selasa, 20 Feb 2024 08:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Nama Geng Tai trending di X setelah dugaan bullying di Binus School terkuak hingga viral. Pihak sekolah pun buka suara. (iStockphoto)
Semua bermula ketika terungkap dugaan perundungan terjadi di warung belakang Binus School dan membuat korban sekaligus siswa di sekolah itu harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban yang merupakan calon anggota geng disebut harus melakukan beberapa hal yang diminta senior, seperti membelikan makan hingga harus menerima ketika mendapat kekerasan fisik.
Public Relation Binus School Haris Suhendra menegaskan Binus School Serpong bakal memberikan sanksi sesuai aturan yang ada terhadap seluruh pelaku jika terbukti ikut dalam kasus perundungan.
"Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses. (sanksi) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada," tuturnya.
Tak hanya itu, ia mengonfirmasi pemanggilan Vincent Rompies sebagai orang tua salah satu terduga pelaku bullying. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail waktu pemanggilan dan permintaan keterangan terhadap Vincent.
"Iya (anak Vincent Rompies terlibat). Masih dalam proses pemanggilan (Vincent Rompies)," ujar Haris saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (19/2).
Sementara itu, Kanit PPA Polres Tangerang Selatan Ipda Galih mengungkapkan hasil pemeriksaan awal bahwa korban diduga alami perundungan lebih dari satu pelaku. Ia menyebut proses visum juga dilakukan untuk memeriksa seluruh luka yang dialami korban.
"Terhadap luka yang dialami sudah kita lakukan visum, akibat dari perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh lebih dari 1 orang pelaku," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/2).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, Galih menyebut dari tubuh korban ditemukan adanya sejumlah luka memar hingga bekas luka bakar.
Kendati demikian, dirinya mengaku masih belum bisa membeberkan lebih lanjut ihwal penyebab dari luka-luka yang dialami oleh korban. Ia menyebut penyidik masih menunggu hasil visum yang sedang diproses.
(chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Dugaan kasus perundungan kembali viral di media sosial Indonesia belakangan ini. Kasus terbaru diduga dilakukan sekelompok siswa Binus School Serpong di warung belakang sekolah terhadap siswa lain sebagai syarat masuk geng.
Siswa yang menjadi korban disebut mengalami luka-luka hingga masuk rumah sakit. Kepolisian pun telah melakukan visum dan kini tengah menantikan hasilnya.
Sementara itu, kelompok siswa yang diduga melakukan bullying disebut tergabung dalam geng yang bernama Geng Tai. Hal tersebut yang kemudian viral di media sosial.
Per Selasa (20/2) pagi, Geng Tai telah dicuitkan atau ditulis sekitar dalam 47,7 ribu unggahan di X/Twitter. Banyak dari mereka yang menuliskan kata tersebut sambil mengunggah foto-foto terduga pelaku bullying.
Banyak pula yang menuliskan Geng Tai sambil menyerukan permintaan pertanggungjawaban mereka terhadap korban perundungan, bahkan ada yang minta diproses hukum.
Nama Geng Tai juga disematkan dalam cuitan yang menyebutkan nama lengkap pelaku hingga video yang diduga perundungan terjadi di warung itu.
Di sisi lain, netizen juga ramai-ramai menuliskan Geng Tai dalam unggahan mereka karena mempertanyakan alasan di balik pemilihan nama kelompok siswa itu.
"Tadi aku cekikikan ngetawain Geng Tai sama WIG (Warung Ibu Gaulnya). Kok bisa geng sekolah elite namanya sekocak ini," cuit salah satu netizen.
"Orang tua kalian menghabiskan jutaan rupiah untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang tinggi dan kalian malah memilih jadi anggota geng yang bernama Geng Tai???" tulis netizen yang lain dengan menaruh emotikon menangis.
"Anak-anak internasional Binus bikin nama Geng Tai, sementara STM dan SMA negeri punya nama geng seperti Zerman, Israel Jakarta Allbase, Bonzer, Chaptoen, Camp Java. Top tier creativity from the working class," tulis yang lain.
Tak hanya itu, ada pula netizen yang menyinggung nama geng itu sudah bertahan sembilan generasi hingga kini, "9 generasi di sekolah elite dan mereka baik-baik saja dengan nama Geng Tai."
CNNIndonesia.com telah meminta izin kepada para netizen untuk mengutip cuitan tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Awal Mula Dugaan Geng Tai Lakukan Perundungan
Nama Geng Tai trending di X setelah dugaan bullying di Binus School terkuak hingga viral. Pihak sekolah pun buka suara. (Istockphoto/Serghei Turcanu)
Semua bermula ketika terungkap dugaan perundungan terjadi di warung belakang Binus School dan membuat korban sekaligus siswa di sekolah itu harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban yang merupakan calon anggota geng disebut harus melakukan beberapa hal yang diminta senior, seperti membelikan makan hingga harus menerima ketika mendapat kekerasan fisik.
Public Relation Binus School Haris Suhendra menegaskan Binus School Serpong bakal memberikan sanksi sesuai aturan yang ada terhadap seluruh pelaku jika terbukti ikut dalam kasus perundungan.
"Sejauh ini dalam penanganan sekolah dan menjadi prioritas untuk ditindaklanjuti, sejauh ini kita sudah memanggil yang terlibat dan masih dalam proses. (sanksi) mengikuti aturan sekolah yang sudah ada," tuturnya.
Tak hanya itu, ia mengonfirmasi pemanggilan Vincent Rompies sebagai orang tua salah satu terduga pelaku bullying. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai detail waktu pemanggilan dan permintaan keterangan terhadap Vincent.
"Iya (anak Vincent Rompies terlibat). Masih dalam proses pemanggilan (Vincent Rompies)," ujar Haris saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (19/2).
Sementara itu, Kanit PPA Polres Tangerang Selatan Ipda Galih mengungkapkan hasil pemeriksaan awal bahwa korban diduga alami perundungan lebih dari satu pelaku. Ia menyebut proses visum juga dilakukan untuk memeriksa seluruh luka yang dialami korban.
"Terhadap luka yang dialami sudah kita lakukan visum, akibat dari perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh lebih dari 1 orang pelaku," ujarnya kepada wartawan, Senin (19/2).
Berdasarkan hasil pemeriksaan luar, Galih menyebut dari tubuh korban ditemukan adanya sejumlah luka memar hingga bekas luka bakar.
Kendati demikian, dirinya mengaku masih belum bisa membeberkan lebih lanjut ihwal penyebab dari luka-luka yang dialami oleh korban. Ia menyebut penyidik masih menunggu hasil visum yang sedang diproses.