Jakarta, CNN Indonesia -- Weverse Magazine buka suara mengenai laporan kontroversional HYBE yang terungkap dalam audit Majelis Nasional. Data bertajuk Laporan Industri Musik yang dibagikan tiap pekan kepada pemimpin HYBE itu berisikan hinaan kepada idol lain.
Belakangan, berdasarkan banyak sumber dan pemberitaan media lokal, penulis laporan mingguan yang berisi kata-kata tak pantas tersebut adalah kritikus budaya pop lokal sekaligus pemimpin redaksi Weverse Magazine Kang Myeong-seok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Per 29 Oktober, seperti diberitakan Korea Herald, Kang Myeong-seok sudah dicopot dari jabatannya. Hingga 10 November, Weverse Magazine baru buka suara mengonfirmasi hal tersebut.
Mereka mengakui Kang Myeong-seok yang kini bukan jadi pimpinan adalah penulis laporan bermasalah itu. Namun, Weverse Magazine ditegaskan tidak pernah terlibat dalam proses penulisan.
"Dokumen yang dimaksud adalah sesuatu yang dikerjakan mantan pemimpin redaksi secara terpisah, sehingga staf Weverse bahkan tidak mengetahui keberadaan dokumen tersebut," kata mereka seperti diberitakan My Daily via Naver.
"Kami menyatakan dengan jelas bahwa Weverse Magazine tidak ada hubungannya dengan dokumen pemantauan yang kontroversial tersebut, dan anggota tim Weverse Magazine menentang dokumen yang dimaksud."
[Gambas:Video CNN]
Dalam kesempatan itu, mereka juga menegaskan Kang Myeong-seok serta oknum yang diajak secara terpisah untuk terlibat benar-benar sudah ditangguhkan dari jabatannya dalam Weverse Magazine.
"Mantan pemimpin redaksi dicopot dari jabatannya dan dilarang terlibat lebih jauh dalam Weverse Magazine," tutur mereka.
"Adapun para pekerja yang ditugaskan secara terpisah untuk melakukan pemantauan oleh mantan pemimpin redaksi, pekerjaan mereka juga telah ditangguhkan."
Kang Myeong-seok sebelumnya begitu dikenal di kalangan kritikus musik sebagai salah satu yang paling produktif dan disegani kolumnis tentang grup idola K-pop.
Sebelumnya, ia bekerja sebagai jurnalis yang meliput kisah-kisah awal artis K-pop legendaris, seperti Seo Taiji and Boys dan H.O.T. Ia bahkan pernah mengantisipasi dinamika persaingan JYP Entertainment, YG Entertainment, dan SM Entertainment.
Ia juga ikut menulis Beyond the Story: 10-Year Record of BTS, memoar resmi BTS yang terbit pada Juli 2023. Buku itu memulai debutnya di No. 1 daftar Buku Terlaris The New York Times dalam kategori nonfiksi.
Hal itu menunjukkan posisi signifikan Kang Myeong-seok di HYBE sebab diizinkan mewawancarai ketujuh member BTS dan ikut menulis memoar bersama mereka.
Masih belum jelas apakah Bang Si-hyuk secara langsung memerintahkan Kang Myeong-seok untuk menyusun laporan tren industri K-pop yang kontroversial tersebut, tetapi laporan menunjukkan dokumen tersebut dibagikan kepada Bang Si-hyuk dan para eksekutif puncak HYBE.
Selama audit, COO HYBE Kim Tae-ho menjelaskan bahwa dokumen tersebut dimaksudkan untuk memantau opini publik seputar artis HYBE dan industri K-pop yang lebih luas.
Lanjut ke sebelah...
Pernyataan Lengkap Weverse Magazine terkait laporan kontroversial HYBE.
Weverse Magazine buka suara soal laporan kontroversional HYBE yang terungkap di audit Majelis Nasional dan melibatkan pemimpin redaksinya. (AFP/Anthony Wallace)
Berikut pernyataan lengkap Weverse Magazine terkait laporan kontroversial HYBE.
"Kami adalah tim Weverse Magazine.
Kami dengan tulus meminta maaf karena telah menimbulkan ketidaknyamanan dan kekhawatiran bagi pengguna yang peduli dengan Weverse Magazine karena situasi yang muncul setelah dokumen pemantauan tersebut.
Kami ingin menjelaskan beberapa fakta terkait masalah ini:
• Dokumen yang dimaksud adalah sesuatu yang dikerjakan mantan pemimpin redaksi secara terpisah, sehingga staf Weverse bahkan tidak mengetahui keberadaan dokumen tersebut.
• Kecuali mantan pemimpin redaksi, baik staf yang terlibat dalam produksi Weverse Magazine maupun penulis eksternal tidak pernah berpartisipasi dalam penulisan dokumen pemantauan tersebut.
• Mantan pemimpin redaksi dicopot dari jabatannya dan dilarang terlibat lebih jauh dalam Weverse Magazine. Adapun para pekerja yang ditugaskan secara terpisah untuk melakukan pemantauan oleh mantan pemimpin redaksi, pekerjaan mereka juga telah ditangguhkan.
Kami menyatakan dengan jelas bahwa Weverse Magazine tidak ada hubungannya dengan dokumen pemantauan yang kontroversial tersebut, dan anggota tim Weverse Magazine menentang dokumen yang dimaksud.
Meskipun demikian, kami sekali lagi meminta maaf karena telah disebutkan terkait masalah yang tidak menyenangkan ini dan menyebabkan ketidaknyamanan bagi pengguna.
Weverse Magazine berjanji untuk membalas para pembaca kami dengan konten yang lebih dalam dan lebih berlimpah di masa mendatang."