P Diddy Digugat Eks Staf Pria soal Pelecehan dan Wild King Nights
CNN Indonesia
Selasa, 24 Des 2024 15:10 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
P Diddy digugat mantan karyawan laki-laki terkait pelecehan seksual dan semua yang terjadi dalam Wild King Nights. (Getty Images via AFP/Kevin Winter)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sean 'Diddy' Combs dituntut mantan karyawan laki-laki dengan tuduhan menekannya untuk berhubungan seks dengan tamu perempuan dan memerintahkannya untuk melayani Combs dengan menyiapkan "Wild King Nights."
Wild King Nights merupakan waktu saat maestro yang juga dikenal sebagai P Diddy itu terlibat dalam pesta seks dan penggunaan narkoba.
Kuasa hukum untuk Phillip Pines mengajukan gugatan terhadap P Diddy pada Senin (23/12) di Los Angeles dengan merincikan jadwal kerja dan tuntutan yang dihadapi selama bekerja dari Desember 2019 hingga Desember 2021.
Di antara klaimnya, Pines menuduh P Diddy dengan sengaja menularkan dan menyebarkan Covid kepada seorang tamu selebritas di pesta ulang tahunnya yang ke-51 dan memerintahkan karyawan ini membersihkan kamar setelah Wild King Nights selesai.
Perwakilan P Diddy buka suara, seperti diberitakan Variety, dengan memberikan bantahan sama seperti tuduhan-tuduhan sebelumnya.
"Tidak peduli berapa banyak tuntutan hukum yang diajukan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Tn. Combs tidak pernah melakukan kekerasan seksual atau perdagangan seks kepada siapa pun-pria atau wanita, dewasa atau di bawah umur."
"Kita hidup di dunia di mana siapa pun dapat mengajukan tuntutan hukum dengan alasan apa pun. Untungnya, ada proses peradilan yang adil dan tidak memihak untuk menemukan kebenaran, dan Tn. Combs yakin dia akan menang di pengadilan," pernyataan mereka.
Pines awalnya dipekerjakan pada 2019 untuk menyediakan layanan termasuk mengambil makanannya, menata pakaiannya, dan "siap sedia untuk Tn. Combs sesuai panggilannya."
Dia mengatakan bahwa diberi jabatan asisten eksekutif senior, meskipun dia salah diklasifikasikan sebagai karyawan yang dikecualikan. Selama masa kerjanya, Pines menjabat sebagai "antek pribadi" P Diddy.
Pines pada beberapa kesempatan diminta menyiapkan ruangan untuk Wild King Nights, menyediakan "lampu merah, ember es, alkohol, ganja, kemasan madu untuk libido pria, minyak bayi, astro glide, handuk, obat-obatan terlarang, dan mesin seks power banger."
Selama Wild King Nights, P Diddy akan terlibat dalam malam seks, obat-obatan, dan alkohol dengan "tamu perempuan atau tamu lain," dan akan terjadi tanpa pemberitahuan atau direncanakan.
Di akhir Wild King Nights, Pines bertanggung jawab untuk membersihkan kamar hotel atau kamar tempat kejadian berlangsung dan menyingkirkan bukti narkoba, menyingkirkan noda tubuh, seperti darah dan urine dari furnitur dan seprai, serta mengemas semua barang yang digunakan.
Lanjut ke sebelah...
Ia diperintahkan memastikan tidak seorang pun berbicara tentang Wild King Nights, meninggalkan tip besar untuk petugas kebersihan hotel agar petugas kebersihan tidak melaporkan apa pun yang mungkin ditagih di masa mendatang.
Pines juga diperintahkan untuk menonton video yang memberatkan dari perangkat pribadi P Diddy dan menghapusnya, atau ia akan dipecat.
Ia menuduh bahwa Combs menguji kesetiaannya dengan pernah memintanya kembali ke rumahnya setelah seharian bekerja hanya untuk mengambil remote.
Dalam gugatan terdapat penjelasan insiden lain saat P Diddy bersama dua tamu perempuan. P Diddy mulai mengusap bahunya dan mendorongnya untuk berhubungan seks dengan tamu perempuan tersebut.
Ia bertanya kepada tamu tersebut apakah tidak apa-apa, tapi dengan harapan tamu tersebut bermasalah dengan permintaan itu. Namun, tamu itu malah setuju, sehingga Pines memenuhi perintah itu, lalu berhenti dan meninggalkan kamar dengan kesal.
Di tempat lain, Pines mengatakan telah menyaksikan P Diddy menendang tamu dengan kasar di Miami, dan ketika mantan kepala staf, Kristina Khorram, bertanya apa yang terjadi, dia menyuruhnya untuk tidak pernah membicarakan kejadian itu lagi.
Lebih jauh, dia menyatakan P Diddy mengadakan pesta ulang tahun ke-51 meskipun hasil tesnya positif Covid. Ketika seorang tamu selebritas terinfeksi Covid dan menelepon untuk memberi tahu mereka, Pines disuruh untuk tetap diam.
Khorram tidak menanggapi permintaan Variety untuk berkomentar. Kuasa hukum Pines menunda permintaan komentar lebih lanjut atas tuduhan yang diuraikan dalam pengaduan tersebut.
Tuduhan dari Pines menandai gugatan terbaru dalam masalah hukum yang sedang berlangsung untuk P Diddy, yang saat ini dipenjara di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, New York.
Dia ditangkap pada September 2024 atas tuduhan pemerasan dan perdagangan seks, dan minggu lalu dituntut oleh dua wanita terpisah yang membuat tuduhan serupa tentang pelanggaran seksual.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sean 'Diddy' Combs dituntut mantan karyawan laki-laki dengan tuduhan menekannya untuk berhubungan seks dengan tamu perempuan dan memerintahkannya untuk melayani Combs dengan menyiapkan "Wild King Nights."
Wild King Nights merupakan waktu saat maestro yang juga dikenal sebagai P Diddy itu terlibat dalam pesta seks dan penggunaan narkoba.
Kuasa hukum untuk Phillip Pines mengajukan gugatan terhadap P Diddy pada Senin (23/12) di Los Angeles dengan merincikan jadwal kerja dan tuntutan yang dihadapi selama bekerja dari Desember 2019 hingga Desember 2021.
Di antara klaimnya, Pines menuduh P Diddy dengan sengaja menularkan dan menyebarkan Covid kepada seorang tamu selebritas di pesta ulang tahunnya yang ke-51 dan memerintahkan karyawan ini membersihkan kamar setelah Wild King Nights selesai.
Perwakilan P Diddy buka suara, seperti diberitakan Variety, dengan memberikan bantahan sama seperti tuduhan-tuduhan sebelumnya.
"Tidak peduli berapa banyak tuntutan hukum yang diajukan, itu tidak akan mengubah fakta bahwa Tn. Combs tidak pernah melakukan kekerasan seksual atau perdagangan seks kepada siapa pun-pria atau wanita, dewasa atau di bawah umur."
"Kita hidup di dunia di mana siapa pun dapat mengajukan tuntutan hukum dengan alasan apa pun. Untungnya, ada proses peradilan yang adil dan tidak memihak untuk menemukan kebenaran, dan Tn. Combs yakin dia akan menang di pengadilan," pernyataan mereka.
Pines awalnya dipekerjakan pada 2019 untuk menyediakan layanan termasuk mengambil makanannya, menata pakaiannya, dan "siap sedia untuk Tn. Combs sesuai panggilannya."
Dia mengatakan bahwa diberi jabatan asisten eksekutif senior, meskipun dia salah diklasifikasikan sebagai karyawan yang dikecualikan. Selama masa kerjanya, Pines menjabat sebagai "antek pribadi" P Diddy.
Pines pada beberapa kesempatan diminta menyiapkan ruangan untuk Wild King Nights, menyediakan "lampu merah, ember es, alkohol, ganja, kemasan madu untuk libido pria, minyak bayi, astro glide, handuk, obat-obatan terlarang, dan mesin seks power banger."
Selama Wild King Nights, P Diddy akan terlibat dalam malam seks, obat-obatan, dan alkohol dengan "tamu perempuan atau tamu lain," dan akan terjadi tanpa pemberitahuan atau direncanakan.
Di akhir Wild King Nights, Pines bertanggung jawab untuk membersihkan kamar hotel atau kamar tempat kejadian berlangsung dan menyingkirkan bukti narkoba, menyingkirkan noda tubuh, seperti darah dan urine dari furnitur dan seprai, serta mengemas semua barang yang digunakan.
Lanjut ke sebelah...
Detail Tuduhan Pelecehan Seksual hingga Tularkan Covid
P Diddy digugat mantan karyawan laki-laki terkait pelecehan seksual dan semua yang terjadi dalam Wild King Nights. (AFP/Angela Weiss)
Ia diperintahkan memastikan tidak seorang pun berbicara tentang Wild King Nights, meninggalkan tip besar untuk petugas kebersihan hotel agar petugas kebersihan tidak melaporkan apa pun yang mungkin ditagih di masa mendatang.
Pines juga diperintahkan untuk menonton video yang memberatkan dari perangkat pribadi P Diddy dan menghapusnya, atau ia akan dipecat.
Ia menuduh bahwa Combs menguji kesetiaannya dengan pernah memintanya kembali ke rumahnya setelah seharian bekerja hanya untuk mengambil remote.
Dalam gugatan terdapat penjelasan insiden lain saat P Diddy bersama dua tamu perempuan. P Diddy mulai mengusap bahunya dan mendorongnya untuk berhubungan seks dengan tamu perempuan tersebut.
Ia bertanya kepada tamu tersebut apakah tidak apa-apa, tapi dengan harapan tamu tersebut bermasalah dengan permintaan itu. Namun, tamu itu malah setuju, sehingga Pines memenuhi perintah itu, lalu berhenti dan meninggalkan kamar dengan kesal.
Di tempat lain, Pines mengatakan telah menyaksikan P Diddy menendang tamu dengan kasar di Miami, dan ketika mantan kepala staf, Kristina Khorram, bertanya apa yang terjadi, dia menyuruhnya untuk tidak pernah membicarakan kejadian itu lagi.
Lebih jauh, dia menyatakan P Diddy mengadakan pesta ulang tahun ke-51 meskipun hasil tesnya positif Covid. Ketika seorang tamu selebritas terinfeksi Covid dan menelepon untuk memberi tahu mereka, Pines disuruh untuk tetap diam.
Khorram tidak menanggapi permintaan Variety untuk berkomentar. Kuasa hukum Pines menunda permintaan komentar lebih lanjut atas tuduhan yang diuraikan dalam pengaduan tersebut.
Tuduhan dari Pines menandai gugatan terbaru dalam masalah hukum yang sedang berlangsung untuk P Diddy, yang saat ini dipenjara di Pusat Penahanan Metropolitan di Brooklyn, New York.
Dia ditangkap pada September 2024 atas tuduhan pemerasan dan perdagangan seks, dan minggu lalu dituntut oleh dua wanita terpisah yang membuat tuduhan serupa tentang pelanggaran seksual.