Review Mission: Impossible - Final Reckoning, Ada Plot Twist Gak Sih?
CNN Indonesia
Jumat, 04 Jul 2025 08:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut review Mission: Impossible - The Final Reckoning dan bocoran plot twist di dalamnya. (dok. Paramount Pictures via YouTube)
Jika ini sungguh ujung dari saga legendaris Tom Cruise, maka Mission: Impossible - The Final Reckoning mengakhirinya dengan sebuah perjalanan megah yang mendebarkan.
The Final Reckoning juga mempertegas reputasi M:I sebagai waralaba yang penuh dedikasi dan terus berusaha melampaui capaian mereka dalam menyajikan pengalaman sinematik terbaik di bioskop.
Film kedelapan Mission: Impossible ini tentu tidak lepas dari cela. Jika ingin ditelusuri, sebagian besar cela itu terpusat di satu jam pertama cerita.
Bagian awal cerita itu ditulis dengan cara yang kurang mulus karena subplot berlapis, penuh istilah teknis, dan disajikan dalam tempo yang begitu cepat.
Alur cerita yang begitu padat itu cukup melelahkan untuk dipahami, tetapi juga tidak dapat diabaikan begitu saja karena berkaitan dengan konflik cerita dan perjalanan Ethan Hunt berikutnya.
Namun, fase pembuka yang terasa seperti ajang memanaskan mesin itu perlahan terbayar ketika Ethan Hunt mulai berancang-ancang melakukan aksi gilanya.
Adegan laga ekstrem ini hadir sebagai suguhan utama Mission: Impossible - The Final Reckoning. Bahkan, saya merasa penonton bak diajak untuk menghiraukan plot yang berantakan pada bagian awal dan fokus menikmati akrobat gila Tom Cruise.
Bagi penonton yang manut dengan 'instruksi' ini, Final Reckoning dapat dipastikan sukses menjadi tontonan memuaskan. Tom Cruise lagi-lagi berhasil menghadirkan berbagai adegan pemicu adrenalin yang mendebarkan, tetapi juga penuh kebaruan.
Masih senapas dengan dedikasinya di film-film M:I terdahulu, Cruise kembali menembus batas wajar dengan menghadirkan adegan yang dianggap mustahil bagi banyak orang.
Beberapa adegan itu sudah muncul sekilas di trailer, seperti menyelam dan bergelantungan di pesawat sayap ganda. Dua adegan ekstrem itu ternyata jauh lebih memuaskan ketika disaksikan secara utuh di layar lebar.
Kegilaan Tom Cruise masih terbukti karena ia tidak hanya melakoni adegan itu sendiri. The Last True Movie Star itu juga mengeksplorasi setiap adegan, sehingga ketegangannya menjadi berlipat ganda.
(frl/chri)
Jakarta, CNN Indonesia --
Waralaba Mission: Impossible kembali setelah dua tahun dengan film Mission: Impossible - The Final Reckoning. Film itu menjadi rilisan kedelapan dari waralaba legendaris yang telah berjalan selama 30 tahun.
The Final Reckoning melanjutkan misi Ethan Hunt bersama timnya menghentikan skenario berbahaya Entity, AI canggih yang berusaha membangun peradaban baru di dunia.
Kelanjutan perjalanan itu masih menyajikan banyak ketegangan, terutama saat Ethan Hunt (Tom Cruise) harus melakukan aksi ekstrem demi menghentikan rencana besar The Entity lewat manusia utusannya yang bernama Gabriel (Esai Morales).
Film berdurasi 2 jam 49 menit itu tidak hanya berisi aksi megah, tetapi juga cerita menegangkan yang tidak jarang memberi kejutan alias plot twist. Sedikitnya tiga plot twist penting dalam cerita The Final Reckoning.
Pertama, Gabriel ternyata memiliki motif sendiri di luar skenario Entity menguasai Bumi. Ia berencana mengendalikan AI canggih itu untuk membantunya menjadi penguasa absolut di dunia.
Ambisi itu mendorong Gabriel membuat rencana yang mendesak Ethan Hunt mengikuti instruksinya. Ethan Hunt akhirnya harus putar otak agar dapat beberapa langkah lebih maju dari Gabriel maupun Entity.
Plot twist kedua datang dari Erika Sloane (Angela Bassett) mantan Direktur CIA yang kini menjabat Presiden Amerika Serikat. Ia menghadapi situasi mencekam karena berpacu dengan waktu untuk memastikan rudal nuklir AS tetap dikuasai pemerintah dan tak jatuh ke tangan Entity.
Sloane didesak pejabat tinggi AS supaya bergegas mematikan semua fasilitas internet dan listrik agar tidak disusupi Entity.
Namun, Hunt meminta waktu untuk menyelesaikan misinya, dan misi itu butuh skenario Entity tetap berjalan sampai titik tertentu.
Presiden AS itu ternyata mengelabui semua anak buahnya dan memilih memihak Ethan Hunt berkat rekam jejaknya di masa lalu.
Plot twist terakhir film itu adalah kemunculan William Donloe (Rolf Saxon), analis CIA yang pernah tampil di Mission: Impossible (1995). Ia ternyata memahami keberadaan Sevastopol dan memegang kunci yang membantu Hunt menemukan kapal selam tersebut.
Lanjut ke sebelah...
Review Film Mission: Impossible - The Final Reckoning
Berikut review Mission: Impossible - The Final Reckoning dan bocoran plot twist di dalamnya. (dok. Paramount Pictures/Skydance Media/TC Productions via IMDb)
Jika ini sungguh ujung dari saga legendaris Tom Cruise, maka Mission: Impossible - The Final Reckoning mengakhirinya dengan sebuah perjalanan megah yang mendebarkan.
The Final Reckoning juga mempertegas reputasi M:I sebagai waralaba yang penuh dedikasi dan terus berusaha melampaui capaian mereka dalam menyajikan pengalaman sinematik terbaik di bioskop.
Film kedelapan Mission: Impossible ini tentu tidak lepas dari cela. Jika ingin ditelusuri, sebagian besar cela itu terpusat di satu jam pertama cerita.
Bagian awal cerita itu ditulis dengan cara yang kurang mulus karena subplot berlapis, penuh istilah teknis, dan disajikan dalam tempo yang begitu cepat.
Alur cerita yang begitu padat itu cukup melelahkan untuk dipahami, tetapi juga tidak dapat diabaikan begitu saja karena berkaitan dengan konflik cerita dan perjalanan Ethan Hunt berikutnya.
Namun, fase pembuka yang terasa seperti ajang memanaskan mesin itu perlahan terbayar ketika Ethan Hunt mulai berancang-ancang melakukan aksi gilanya.
Adegan laga ekstrem ini hadir sebagai suguhan utama Mission: Impossible - The Final Reckoning. Bahkan, saya merasa penonton bak diajak untuk menghiraukan plot yang berantakan pada bagian awal dan fokus menikmati akrobat gila Tom Cruise.
Bagi penonton yang manut dengan 'instruksi' ini, Final Reckoning dapat dipastikan sukses menjadi tontonan memuaskan. Tom Cruise lagi-lagi berhasil menghadirkan berbagai adegan pemicu adrenalin yang mendebarkan, tetapi juga penuh kebaruan.
Masih senapas dengan dedikasinya di film-film M:I terdahulu, Cruise kembali menembus batas wajar dengan menghadirkan adegan yang dianggap mustahil bagi banyak orang.
Beberapa adegan itu sudah muncul sekilas di trailer, seperti menyelam dan bergelantungan di pesawat sayap ganda. Dua adegan ekstrem itu ternyata jauh lebih memuaskan ketika disaksikan secara utuh di layar lebar.
Kegilaan Tom Cruise masih terbukti karena ia tidak hanya melakoni adegan itu sendiri. The Last True Movie Star itu juga mengeksplorasi setiap adegan, sehingga ketegangannya menjadi berlipat ganda.