Penjelasan Ending Weapons hingga Misteri Sosok Gladys
CNN Indonesia
Minggu, 17 Agu 2025 12:22 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Berikut penjelasan ending Weapons hingga penjelasan sutradara Zach Cregger mengenai karakter Gladys. (New Line Cinema via IMDb)
Jakarta, CNN Indonesia --
Artikel ini mengandung spoiler/beberan.
Weapons menjadi film horor yang ramai diperbincangkan tahun ini. Film itu menjadi garapan terbaru sutradara dan penulis naskah Zach Cregger setelah sukses dengan Barbarian (2022).
Narasi film itu terfragmentasi dan diceritakan melalui perspektif enam karakter, diawali dengan narasi yang mencekam dari seorang gadis muda yang tak pernah dimunculkan kepada penonton.
Ia menggambarkan kisah nyata yang coba ditutupi pemerintah Maybrook, Pennsylvania, yakni 17 anak dari kelas yang sama tiba-tiba menghilang di kegelapan malam dan tak pernah kembali ke rumah mereka.
Belakangan, penonton mengetahui bahwa semua peristiwa itu berujung pada Gladys (Amy Madigan) yang menjadi tokoh sentral permasalahan itu. Terlebih lagi, terungkap bahwa ia adalah penyihir.
Pada dasarnya, Weapons adalah versi modern dari dongeng klasik. Anak-anak mengembara ke hutan dan mendapati diri mereka dalam cengkeraman seorang penyihir.
Kemampuan Gladys untuk menyihir dan menjadikan korbannya sebagai weapons atau senjata) ditampilkan sepenuhnya saat menghasut Kepala Sekolah Marcus (Benedict Wong) untuk menyerang pasangannya sebelum dikirim untuk menghancurkan Justine (Julia Garner).
Ada unsur supernatural yang tak terbantahkan dalam diri Gladys. Berbekal lonceng dan jimat, beberapa ranting berlumuran darah, dan barang-barang pribadi, ia mengubah orang-orang menjadi boneka tak bernyawa, menyedot kehidupan untuk memperbarui dirinya.
Ketika ranting itu dipatahkan, orang yang terpengaruh menjadi senjata manusia dengan target tertentu, hampir seperti zombi atau drone.
Kekuatan supernatural tersebut pula yang membuat Gladys dapat menangkap dan menguras energi hidup mereka yang tampaknya ia butuhkan.
Melalui Alex pula, penonton bisa melihat lebih dekat ilmu sihir Gladys dan memangsa Maybrook dalam upaya untuk menyembuhkan dirinya dari penyakit yang membunuhnya.
Dari sudut pandang Alex, penonton akhirnya bisa melihat nasib begitu banyak orang yang jadi korban Gladys, dimulai dari kedua orang tuanya hingga 17 murid sekelasnya yang hilang bersamaan.
Misteri terbesar dari semuanya adalah apa yang terjadi setelah adegan terakhir film. Alex ternyata memperhatikan Gladys selama tinggal bersama.
Ia coba mengendalikan sihir yang selama ini digunakan Gladys untuk membuat teman-teman sekelasnya (yang masih di ruang bawah tanah) mengejar, melawan, dan menyerang penyihir tersebut.
Anak-anak menjadi sangat brutal dan Gladys terbunuh karena mereka mencabik-cabik perempuan itu dengan tangan kosong dan gigi mereka.
Situasi tersebut membuat mantra Gladys tampak telah dipatahkan sehingga para korban yang dalam pengaruh penyihir itu tampak mendapatkan kembali jiwa mereka, meski tidak sepenuhnya.
Lanjut ke sebelah...
Justine dan Archer (Josh Brolin) yang juga berupaya menyelamatkan 17 anak itu selamat meski harus berhadapan dengan kekuatan sihir Gladys terlebih dahulu. Sementara itu, Paul (Alden Ehnrenreich) tidak.
Archer dipertemukan kembali dengan putranya, dan sebuah suara perempuan yang menjadi narator di awal memberi tahu penonton mengungkapkan bahwa orang tua Alex belum pulih dan anak kecil itu dibesarkan di panti asuhan.
Beberapa anak di kelas Alex mulai berbicara lagi, implikasinya adalah bahwa beberapa dari mereka masih belum pulih sama sekali.
Mengenai sosok Gladys, Cregger sendiri mengaku hanya memiliki teori, bukan jawaban yang pasti atas penampilan Amy Madigan yang dinilai luar biasa. Ia menawarkan dua teori kepada penonton.
Teori pertama adalah Gladys dulunya orang biasa, tetapi mantra dan aksi yang ia lakukan adalah upaya terakhir yang harus ia lakukan demi sembuh dari penyakit yang mengancam jiwa.
"Dia harus mengadopsi metodologi yang dia gunakan saat darurat untuk tetap hidup. Saya tidak akan mengatakan lebih dari itu," tutur Cregger seperti diberitakan Vanity Fair pada 11 Agustus.
Sedangkan teori kedua adalah bahwa Gladys bukan manusia sama sekali. Wig merah yang tidak biasa dan riasan yang aneh menunjukkan bahwa Gladys adalah makhluk lain, yang mencoba meniru seperti apa rupa manusia normal
"Tapi dia melakukannya dengan sangat buruk. Ini menjadi cara berpikir yang menarik. Saya sangat suka itu," kata Cregger.
Cregger sendiri sebelumnya diberitakan memiliki satu bab tentang Gladys yang seharusnya berada dalam film Weapons. Namun, ia menghapus bab penyihir itu karena durasi film.
Beberapa sumber kemudian mengatakan bab yang hilang tersebut direncanakan untuk dikembangkan menjadi satu cerita panjang sendiri menyusul kesuksesan box office dan respons kritikus film atas Weapons.
Kisah asal usul Gladys disebut-sebut akan menjadi prekuel Weapons. Namun, belum ada informasi atau pengumuman resmi dari Cregger serta rumah produksi terkait rencana tersebut.
Weapons menjadi film horor yang ramai diperbincangkan tahun ini. Film itu menjadi garapan terbaru sutradara dan penulis naskah Zach Cregger setelah sukses dengan Barbarian (2022).
Narasi film itu terfragmentasi dan diceritakan melalui perspektif enam karakter, diawali dengan narasi yang mencekam dari seorang gadis muda yang tak pernah dimunculkan kepada penonton.
Ia menggambarkan kisah nyata yang coba ditutupi pemerintah Maybrook, Pennsylvania, yakni 17 anak dari kelas yang sama tiba-tiba menghilang di kegelapan malam dan tak pernah kembali ke rumah mereka.
Belakangan, penonton mengetahui bahwa semua peristiwa itu berujung pada Gladys (Amy Madigan) yang menjadi tokoh sentral permasalahan itu. Terlebih lagi, terungkap bahwa ia adalah penyihir.
Pada dasarnya, Weapons adalah versi modern dari dongeng klasik. Anak-anak mengembara ke hutan dan mendapati diri mereka dalam cengkeraman seorang penyihir.
Kemampuan Gladys untuk menyihir dan menjadikan korbannya sebagai weapons atau senjata) ditampilkan sepenuhnya saat menghasut Kepala Sekolah Marcus (Benedict Wong) untuk menyerang pasangannya sebelum dikirim untuk menghancurkan Justine (Julia Garner).
Ada unsur supernatural yang tak terbantahkan dalam diri Gladys. Berbekal lonceng dan jimat, beberapa ranting berlumuran darah, dan barang-barang pribadi, ia mengubah orang-orang menjadi boneka tak bernyawa, menyedot kehidupan untuk memperbarui dirinya.
Ketika ranting itu dipatahkan, orang yang terpengaruh menjadi senjata manusia dengan target tertentu, hampir seperti zombi atau drone.
Kekuatan supernatural tersebut pula yang membuat Gladys dapat menangkap dan menguras energi hidup mereka yang tampaknya ia butuhkan.
Melalui Alex pula, penonton bisa melihat lebih dekat ilmu sihir Gladys dan memangsa Maybrook dalam upaya untuk menyembuhkan dirinya dari penyakit yang membunuhnya.
Dari sudut pandang Alex, penonton akhirnya bisa melihat nasib begitu banyak orang yang jadi korban Gladys, dimulai dari kedua orang tuanya hingga 17 murid sekelasnya yang hilang bersamaan.
Misteri terbesar dari semuanya adalah apa yang terjadi setelah adegan terakhir film. Alex ternyata memperhatikan Gladys selama tinggal bersama.
Ia coba mengendalikan sihir yang selama ini digunakan Gladys untuk membuat teman-teman sekelasnya (yang masih di ruang bawah tanah) mengejar, melawan, dan menyerang penyihir tersebut.
Anak-anak menjadi sangat brutal dan Gladys terbunuh karena mereka mencabik-cabik perempuan itu dengan tangan kosong dan gigi mereka.
Situasi tersebut membuat mantra Gladys tampak telah dipatahkan sehingga para korban yang dalam pengaruh penyihir itu tampak mendapatkan kembali jiwa mereka, meski tidak sepenuhnya.
Lanjut ke sebelah...
Siapa Gladys di Weapons?
Berikut penjelasan ending Weapons hingga penjelasan sutradara Zach Cregger mengenai karakter Gladys. (New Line Cinema via IMDb)
Justine dan Archer (Josh Brolin) yang juga berupaya menyelamatkan 17 anak itu selamat meski harus berhadapan dengan kekuatan sihir Gladys terlebih dahulu. Sementara itu, Paul (Alden Ehnrenreich) tidak.
Archer dipertemukan kembali dengan putranya, dan sebuah suara perempuan yang menjadi narator di awal memberi tahu penonton mengungkapkan bahwa orang tua Alex belum pulih dan anak kecil itu dibesarkan di panti asuhan.
Beberapa anak di kelas Alex mulai berbicara lagi, implikasinya adalah bahwa beberapa dari mereka masih belum pulih sama sekali.
Mengenai sosok Gladys, Cregger sendiri mengaku hanya memiliki teori, bukan jawaban yang pasti atas penampilan Amy Madigan yang dinilai luar biasa. Ia menawarkan dua teori kepada penonton.
Teori pertama adalah Gladys dulunya orang biasa, tetapi mantra dan aksi yang ia lakukan adalah upaya terakhir yang harus ia lakukan demi sembuh dari penyakit yang mengancam jiwa.
"Dia harus mengadopsi metodologi yang dia gunakan saat darurat untuk tetap hidup. Saya tidak akan mengatakan lebih dari itu," tutur Cregger seperti diberitakan Vanity Fair pada 11 Agustus.
Sedangkan teori kedua adalah bahwa Gladys bukan manusia sama sekali. Wig merah yang tidak biasa dan riasan yang aneh menunjukkan bahwa Gladys adalah makhluk lain, yang mencoba meniru seperti apa rupa manusia normal
"Tapi dia melakukannya dengan sangat buruk. Ini menjadi cara berpikir yang menarik. Saya sangat suka itu," kata Cregger.
Cregger sendiri sebelumnya diberitakan memiliki satu bab tentang Gladys yang seharusnya berada dalam film Weapons. Namun, ia menghapus bab penyihir itu karena durasi film.
Beberapa sumber kemudian mengatakan bab yang hilang tersebut direncanakan untuk dikembangkan menjadi satu cerita panjang sendiri menyusul kesuksesan box office dan respons kritikus film atas Weapons.
Kisah asal usul Gladys disebut-sebut akan menjadi prekuel Weapons. Namun, belum ada informasi atau pengumuman resmi dari Cregger serta rumah produksi terkait rencana tersebut.