Hollywood dan Lebih dari 2.500 Sineas Deklarasi Tolak Israel
CNN Indonesia
Selasa, 09 Sep 2025 15:30 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
2.500 sutradara dan bintang Hollywood teken ikrar tolak kerja sama dengan perusahaan Israel yang terlibat genosida Palestina. (AFP/Valerie Macon)
Jakarta, CNN Indonesia --
Para bintang pemenang Oscar, BAFTA, Emmy, dan Palme d'Or, menandatangani ikrar yang menyatakan penolakan bekerja sama dengan lembaga dan perusahaan Israel yang terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
Ikrar tersebut telah ditandatangani lebih dari 2.500 nama per Senin (8/9), mencakup para sineas, seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Adam McKay, Boots Riley, Emma Seligman, Joshua Oppenheimer, dan Mike Leigh.
Beberapa artis dari mereka yang ikut menandatangani ikrar tersebut adalah Emma Stone, Olivia Colman, Ayo Edebiri, Lily Gladstone, Mark Ruffalo, Hannah Einbinder, Peter Sarsgaard, Aimee Lou Wood, Paapa Essiedu, Gael Garcia Bernal, Riz Ahmed, Melissa Barrera, Cynthia Nixon, Tilda Swinton, Javier Bardem, Joe Alwyn, dan Josh O'Connor.
Ikrar tersebut diterbitkan pada Senin (8/9) oleh organisasi Pekerja Film untuk Palestina. Sesuai FAQ yang menyertai ikrar tersebut, itu akan mencakup Festival Film Yerusalem, Festival Film Internasional Haifa, Docaviv, dan TLVfest.
"Di masa krisis yang mendesak ini, di mana banyak pemerintah kita memfasilitasi pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi keterlibatan dalam kengerian yang tak henti-hentinya itu," bunyi pernyataan tersebut.
Menurut penyelenggara, deklarasi massa ini terinspirasi Filmmakers United Against Apartheid, yang didirikan Jonathan Demme, Martin Scorsese, dan 100 pembuat film terkemuka lainnya pada 1987 yang menuntut industri film AS menolak mendistribusikan film di Afrika Selatan pada masa apartheid.
"Sebagian besar perusahaan produksi dan distribusi film Israel, agen penjualan, bioskop, dan lembaga perfilman lainnya tidak pernah mendukung hak-hak penuh rakyat Palestina yang diakui secara internasional," kata Film Workers for Palestine.
"Apa yang telah kami saksikan di Gaza selama dua tahun terakhir mengguncang hati nurani," kata Einbinder.
"Sebagai warga negara Yahudi Amerika yang uang pajaknya secara langsung mendanai serangan Israel di Gaza, saya merasa kita harus melakukan segala daya upaya untuk mengakhiri genosida. Di momen penting ini, mengingat kegagalan para pemimpin kita, para seniman harus bangkit dan menolak keterlibatan."
Tahun lalu, ikrar serupa ditandatangani lebih dari 7000 penulis dan pekerja buku, termasuk Sally Rooney dan Viet Thanh Nguyen, yang memboikot penerbit Israel yang "terlibat."
Lanjut ke sebelah...
Berikut isi ikrar para pelaku industri perfilman tolak kerja sama dengan Israel.
"Sebagai pembuat film, aktor, pekerja industri film, dan lembaga, kami menyadari kekuatan sinema dalam membentuk persepsi.
Di momen krisis yang mendesak ini, di mana banyak pemerintah kita membiarkan pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi keterlibatan dalam kengerian yang tak henti-hentinya itu.
Pengadilan tertinggi dunia, Mahkamah Internasional, telah memutuskan bahwa terdapat risiko genosida yang masuk akal di Gaza, dan bahwa pendudukan serta apartheid Israel terhadap Palestina adalah melanggar hukum.
Memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan kebebasan bagi semua orang adalah kewajiban moral yang mendalam yang tidak dapat diabaikan oleh siapa pun.
Demikian pula, kita harus bersuara sekarang juga menentang kerugian yang ditimbulkan terhadap rakyat Palestina.
Kami menjawab seruan para pembuat film Palestina, yang telah mendesak industri film internasional untuk menolak kebungkaman, rasisme, dan dehumanisasi, serta untuk "melakukan segala yang mungkin secara manusiawi" untuk mengakhiri keterlibatan dalam penindasan mereka.
Terinspirasi oleh Filmmakers United Against Apartheid yang menolak menayangkan film mereka di Afrika Selatan yang masih menerapkan apartheid, kami berjanji untuk tidak menayangkan film, tampil di, atau bekerja sama dengan institusi film Israel-termasuk festival, bioskop, penyiar, dan perusahaan produksi-yang terlibat* dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
*Contoh keterlibatan termasuk menutupi atau membenarkan genosida dan apartheid, dan/atau bermitra dengan pemerintah yang melakukannya."
Jakarta, CNN Indonesia --
Para bintang pemenang Oscar, BAFTA, Emmy, dan Palme d'Or, menandatangani ikrar yang menyatakan penolakan bekerja sama dengan lembaga dan perusahaan Israel yang terlibat dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
Ikrar tersebut telah ditandatangani lebih dari 2.500 nama per Senin (8/9), mencakup para sineas, seperti Yorgos Lanthimos, Ava DuVernay, Adam McKay, Boots Riley, Emma Seligman, Joshua Oppenheimer, dan Mike Leigh.
Beberapa artis dari mereka yang ikut menandatangani ikrar tersebut adalah Emma Stone, Olivia Colman, Ayo Edebiri, Lily Gladstone, Mark Ruffalo, Hannah Einbinder, Peter Sarsgaard, Aimee Lou Wood, Paapa Essiedu, Gael Garcia Bernal, Riz Ahmed, Melissa Barrera, Cynthia Nixon, Tilda Swinton, Javier Bardem, Joe Alwyn, dan Josh O'Connor.
Ikrar tersebut diterbitkan pada Senin (8/9) oleh organisasi Pekerja Film untuk Palestina. Sesuai FAQ yang menyertai ikrar tersebut, itu akan mencakup Festival Film Yerusalem, Festival Film Internasional Haifa, Docaviv, dan TLVfest.
"Di masa krisis yang mendesak ini, di mana banyak pemerintah kita memfasilitasi pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi keterlibatan dalam kengerian yang tak henti-hentinya itu," bunyi pernyataan tersebut.
Menurut penyelenggara, deklarasi massa ini terinspirasi Filmmakers United Against Apartheid, yang didirikan Jonathan Demme, Martin Scorsese, dan 100 pembuat film terkemuka lainnya pada 1987 yang menuntut industri film AS menolak mendistribusikan film di Afrika Selatan pada masa apartheid.
"Sebagian besar perusahaan produksi dan distribusi film Israel, agen penjualan, bioskop, dan lembaga perfilman lainnya tidak pernah mendukung hak-hak penuh rakyat Palestina yang diakui secara internasional," kata Film Workers for Palestine.
"Apa yang telah kami saksikan di Gaza selama dua tahun terakhir mengguncang hati nurani," kata Einbinder.
"Sebagai warga negara Yahudi Amerika yang uang pajaknya secara langsung mendanai serangan Israel di Gaza, saya merasa kita harus melakukan segala daya upaya untuk mengakhiri genosida. Di momen penting ini, mengingat kegagalan para pemimpin kita, para seniman harus bangkit dan menolak keterlibatan."
Tahun lalu, ikrar serupa ditandatangani lebih dari 7000 penulis dan pekerja buku, termasuk Sally Rooney dan Viet Thanh Nguyen, yang memboikot penerbit Israel yang "terlibat."
Lanjut ke sebelah...
Isi Ikrar Hollywood Tolak Kerja Sama dengan Israel
2.500 sutradara dan bintang Hollywood teken ikrar tolak kerja sama dengan perusahaan Israel yang terlibat genosida Palestina. (AFP/Valerie Macon)
Berikut isi ikrar para pelaku industri perfilman tolak kerja sama dengan Israel.
"Sebagai pembuat film, aktor, pekerja industri film, dan lembaga, kami menyadari kekuatan sinema dalam membentuk persepsi.
Di momen krisis yang mendesak ini, di mana banyak pemerintah kita membiarkan pembantaian di Gaza, kita harus melakukan segala yang kita bisa untuk mengatasi keterlibatan dalam kengerian yang tak henti-hentinya itu.
Pengadilan tertinggi dunia, Mahkamah Internasional, telah memutuskan bahwa terdapat risiko genosida yang masuk akal di Gaza, dan bahwa pendudukan serta apartheid Israel terhadap Palestina adalah melanggar hukum.
Memperjuangkan kesetaraan, keadilan, dan kebebasan bagi semua orang adalah kewajiban moral yang mendalam yang tidak dapat diabaikan oleh siapa pun.
Demikian pula, kita harus bersuara sekarang juga menentang kerugian yang ditimbulkan terhadap rakyat Palestina.
Kami menjawab seruan para pembuat film Palestina, yang telah mendesak industri film internasional untuk menolak kebungkaman, rasisme, dan dehumanisasi, serta untuk "melakukan segala yang mungkin secara manusiawi" untuk mengakhiri keterlibatan dalam penindasan mereka.
Terinspirasi oleh Filmmakers United Against Apartheid yang menolak menayangkan film mereka di Afrika Selatan yang masih menerapkan apartheid, kami berjanji untuk tidak menayangkan film, tampil di, atau bekerja sama dengan institusi film Israel-termasuk festival, bioskop, penyiar, dan perusahaan produksi-yang terlibat* dalam genosida dan apartheid terhadap rakyat Palestina.
*Contoh keterlibatan termasuk menutupi atau membenarkan genosida dan apartheid, dan/atau bermitra dengan pemerintah yang melakukannya."