Digugat, Selena Gomez Bantah Tudingan Penipuan di Kasus Startup

CNN Indonesia
Selasa, 18 Agu 2026 09:00 WIB
US actress Selena Gomez poses as she leaves after the screening of the film "Emilia Perez" at the 77th edition of the Cannes Film Festival in Cannes, southern France, on May 18, 2024. (Photo by Sameer Al-Doumy / AFP)
Selena Gomez membantah melakukan penipuan dan pelanggaran kontrak setelah digugat investor perusahaan rintisan dan startup yang ia dirikan, Wondermind. (AFP/SAMEER AL-DOUMY)
Jakarta, CNN Indonesia --

Selena Gomez membantah telah melakukan penipuan dan pelanggaran kontrak setelah digugat investor perusahaan rintisan dan startup yang ia dirikan, Wondermind.

Dalam pernyataan melalui kuasa hukum pada 15 Agustus 2026, Gomez menilai tudingan sejumlah pihak yang mengaku sebagai investor perusahaan tersebut "tidak berdasar".

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tuduhan bahwa Selena Gomez terlibat dalam bentuk apa pun terkait dugaan 'penipuan' atau pelanggaran lainnya sama sekali tidak berdasar, baik secara fakta maupun hukum," ujar pengacara Gomez, Mathew S. Rosengart, seperti diberitakan People.

"Kami akan membela diri dengan gigih terhadap tuduhan palsu ini dan bahkan sedang mengajukan permohonan untuk membatalkan klaim tak berdasar yang ditujukan kepadanya."

Diberitakan 14 Agustus 2026, Selena Gomez dan sejumlah pihak perusahaan rintisan alias startup miliknya, Wondermind, digugat oleh beberapa investor dengan tudingan penipuan dan pelanggaran kontrak.

Wondermind merupakan start-up yang didirikan salah satunya oleh Gomez pada 2021 dengan fokus pada kesehatan mental. Gomez tercatat sebagai co-founder, "chief impact officer," dan kepala pemasaran.

Dalam gugatan yang diajukan pada Kamis (13/8) seperti yang diberitakan CNN, lima investor menyatakan mereka telah menanamkan modal sebesar US$1,2 juta pada 2022.

Mereka berharap Gomez akan memanfaatkan ketenaran dan jumlah pengikut media sosialnya yang sangat besar untuk mengembangkan perusahaan.

Namun ternyata, "selama tiga tahun, sementara perusahaan diam-diam runtuh, tidak ada satu pun pendiri, pejabat, atau direktur yang memberikan kabar kepada para investor yang uangnya justru mendanai keruntuhan tersebut."

Kelima investor juga menggugat Mandy Teefey yang adalah ibu Gomez sekaligus co-chief executive officer, serta mantan mitra bisnis mereka, Daniella Pierson.

Mereka digugat atas tuduhan penipuan sekuritas, penipuan menurut hukum umum (common law fraud), pelanggaran kontrak, dan klaim lainnya. Para penggugat menuntut pengembalian investasi mereka serta ganti rugi dan biaya pengacara.

Menurut gugatan, perusahaan mengklaim memiliki valuasi sebesar US$95 juta pada 2022. Saat itu, para investor dibuat percaya bahwa akan ada kemitraan korporat dengan perusahaan seperti JPMorgan, serta "kesepakatan iklan, liputan sampul majalah yang menampilkan selebritas, dan aplikasi inovatif."

"Kemitraan itu tidak ada. Inisiatif-inisiatif tersebut tidak pernah terwujud. Aplikasi itu pun tidak pernah dibuat," tuduh para investor.

Para investor mengetahui masalah yang dihadapi perusahaan melalui sebuah artikel yang diterbitkan The Cut paad 2025. Artikel tersebut melaporkan perusahaan itu terkendala oleh konflik internal terkait kekuasaan dan hubungan antarpihak.

Artikel tersebut menjadi dasar utama gugatan yang diajukan ini. Gugatan itu mengutip laporan The Cut yang menyebutkan Gomez tidak memenuhi kewajiban kontraknya akibat "masalah pribadi yang berkepanjangan dengan ibunya."

Gugatan tersebut juga mengklaim Gomez, Teefey, dan Pierson secara kolektif memiliki hampir 90 persen saham perusahaan.

Pierson juga diduga menggunakan dana investor untuk membantu membayar biaya sewa tempat tinggalnya di New York City, yang mencapai sekitar US$60 ribu per bulan.

Menurut Variety pada 15 Agustus 2026, Teefey belum memberikan komentar mengenai gugatan tersebut. Sementara itu, Pierson mengatakan kepada The New York Times bahwa ia "membantah dengan tegas tuduhan yang ditujukan kepadanya."

(end)
placeholder