4 Pertanyaan Berkecamuk Soal Descendants of the Sun versi Indonesia
CNN Indonesia
Rabu, 09 Sep 2026 21:00 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Proyek film Descendants of the Sun versi Indonesia resmi dikenalkan kepada publik pada 5 September 2026 lewat sejumlah unggahan adegan di media sosial. (dok. Dapur Film/Newko Global Entertainment/Next Entertainment World/Barunson C&C via Instagram @filmdots_indonesia )
Film ini akan mengadaptasi drama Korea populer bertajuk sama yang dibintangi Song Joong-ki dan Song Hye-kyo. Namun untuk versi Indonesia, akan dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.
Descendants of the Sun versi Indonesia ini akan diarahkan oleh Hanung Bramantyo, dengan naskah yang ia tulis bersama Haqi Achmad. Haqi sebelumnya dikenal sebagai penulis Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2024) dan Remember When (2014).
Namun semenjak rumor Descendants of the Sun versi Indonesia muncul pada 2024 hingga perilisan kepada publik pada September 2026, ada berbagai pertanyaan berkecamuk soal proyek ini dari penggemar drakornya. Berikut fakta-fakta Descendants of the Sun Indonesia.
1. Apakah Descendants of the Sun Indonesia remake?
Hanung Bramantyo menolak menyebut Descendants of the Sun versi Indonesia sebagai sebuah garapan ulang atau remake. Hal itu karena tidak mungkin melakukan remake sebuah serial 16 episode yang ditulis Kim Eun-sook dan Kim Won-seok tersebut ke film berdurasi sekitar dua jam.
"Ini [drama Descendants of the Sun] kan 16 episode jadi lebih dari 60 jam. Bagaimana caranya melakukan remake? Enggak bisa," kata Hanung dalam Ideafest 2026 pada Sabtu (5/9) seperti diberitakan Antara.
"Karena itu makanya saya bilang ini bukan remake, ini adalah adaptasi secara bebas yang mana ini harus kita lokalisasi, kita localize-kan," katanya.
Jika versi drama menempatkan kisah cinta dua tokoh yang terlibat dalam konflik di negara lain, film Descendants of the Sun versi Indonesia akan mempertemukan karakter-karakter utama di sebuah daerah yang mengalami konflik dan memiliki persoalan dengan Indonesia.
"Alih-alih kita akan membawa dua agen ini ke luar ke dalam konflik negara luar, enggak," kata Hanung. "Saya mau masuk ke dalam konflik yang ada di Indonesia,"
"Kemudian kita mencoba untuk me-localize dua kisah cinta yang beda ideologi ini akhirnya terdampar dalam sebuah daerah yang sedang dilanda patah hati dengan Indonesia," ujar Hanung.
Descendants of the Sun versi Indonesia merupakan 'oleh-oleh' yang didapat Hanung Bramantyo saat berkunjung ke Korea Selatan pada November 2022 dengan tujuan mempelajari industri film di sana.
Ia pun tak menyangka pertemuannya dengan studio di Korea malah berujung tawaran untuk membuat serial populer ke versi Indonesia. Semua pun berlanjut ke November 2023 dan akhirnya resmi pada 2024.
"Di hari Sabtu jam 15.00, tanggal 24 Feb 2024, kami melangsungkan ijab-qobul antara Barunson C&C, Newko Global Ent, K-studio dan @dapurfilm untuk bersama-sama me-remake Descendent Of the Sun ke Layar Lebar. Rasanya mau mewek," tulis Hanung Bramantyo kala itu.
Pada September 2026, Hanung menyebut bahwa Descendants of the Sun adalah pilihannya dari sejumlah intellectual property (IP) yang ditawarkan kepadanya berkaitan dengan kerja sama bersama sejumlah studio Korea Selatan tersebut.
Alasan Hanung memilih Descendants of the Sun adalah karena melihat konflik menarik antara dunia medis dan militer yang memiliki keyakinan berbeda. Hanung menilai dokter memiliki prinsip menyelamatkan nyawa, sementara militer dituntut menjaga keselamatan negara.
Lanjut ke sebelah....
"Descendants of the Sun karena ini adalah relasi yang sangat menarik yang belum pernah ada di Indonesia adalah relasi antara dua dunia, dua pekerjaan yang berbeda, dua keyakinan yang berbeda. Kebetulan di sini memang dokter sama militer kan. Dan keyakinan mereka itu yang menarik buat saya," kata Hanung.
Drama Descendants of the Sun yang tayang pada 2016 diproduksi oleh KBS, Next Entertainment World (NEW), Barunson Inc., Descendants of the Sun SPC.
Sementara itu, seperti diberitakan Antara, Descendants of the Sun versi Indonesia akan digarap gabungan studio dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan. Mereka yang terlibat dalam proyek ini adalah Dapur Film, RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit dari Indonesia.
Kemudian dari Korea Selatan ada Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C selaku pemilik IP Descendants of the Sun. Selain itu ada D BAY FILM FACTORY SDN BHD yang berbasis di Malaysia.
Hanung menegaskan dalam menggarap Descendants of the Sun versi Indonesia, ia butuh aktor-aktor yang memiliki kualitas terbaik.
Ia juga memastikan memanggil banyak nama, tapi hanya sedikit yang menjawab, di antaranya adalah Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian, dan Eva Celia.
Bahkan menurut Hanung di acara Ideafest 2026, Dian Sastrowardoyo sendiri yang meminta terlibat dalam proyek tersebut saat keduanya bertemu di Jogja-NETPAC Asia Film Festival (JAFF).
Ketika Dian kemudian dipilih untuk memerankan dokter Cahaya Diandra alias Kang Mo-yeon (Song Hye-kyo) di versi drakor, Hanung butuh aktor yang bisa mewujudkan gambarannya akan sosok Kapten Baskara alias Kapten Yoo Shi-jin (Song Joong-ki).
Bagi Hanung, Reza Rahadian yang memiliki segudang pengalaman akting menjawab kebutuhan itu. Apalagi, kata Hanung, pemeran Kapten Baskara perlu menyampaikan pesan kebangsaan dan Indonesia dengan fasih.
"Saya membutuhkan aktor yang dia juga concern dengan negara. Jadi dia bisa speech, dia bisa mendialogkan bangsa Indonesia," tutur Hanung.
Hanung Bramantyo memastikan bahwa film Descendants of the Sun Indonesia telah memasuki fase pascaproduksi dan akan tayang pada 2027 di bioskop Indonesia.
"Saya mengumumkan film ini akan segera tayang pada 2027 di bioskop Indonesia, dengan jajaran pemeran berbakat yang dimiliki industri perfilman Indonesia," kata Hanung seperti diberitakan Antara pada Selasa (8/9).
Namun film ini bukan hanya akan tayang di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional termasuk Korea Selatan. Barunson E&A akan menangani penjualan film itu di pasar internasional. Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film di Korea Selatan.
Film ini akan mengadaptasi drama Korea populer bertajuk sama yang dibintangi Song Joong-ki dan Song Hye-kyo. Namun untuk versi Indonesia, akan dibintangi Reza Rahadian dan Dian Sastrowardoyo.
Descendants of the Sun versi Indonesia ini akan diarahkan oleh Hanung Bramantyo, dengan naskah yang ia tulis bersama Haqi Achmad. Haqi sebelumnya dikenal sebagai penulis Cinta Tak Pernah Tepat Waktu (2024) dan Remember When (2014).
Namun semenjak rumor Descendants of the Sun versi Indonesia muncul pada 2024 hingga perilisan kepada publik pada September 2026, ada berbagai pertanyaan berkecamuk soal proyek ini dari penggemar drakornya. Berikut fakta-fakta Descendants of the Sun Indonesia.
1. Apakah Descendants of the Sun Indonesia remake?
Hanung Bramantyo menolak menyebut Descendants of the Sun versi Indonesia sebagai sebuah garapan ulang atau remake. Hal itu karena tidak mungkin melakukan remake sebuah serial 16 episode yang ditulis Kim Eun-sook dan Kim Won-seok tersebut ke film berdurasi sekitar dua jam.
"Ini [drama Descendants of the Sun] kan 16 episode jadi lebih dari 60 jam. Bagaimana caranya melakukan remake? Enggak bisa," kata Hanung dalam Ideafest 2026 pada Sabtu (5/9) seperti diberitakan Antara.
"Karena itu makanya saya bilang ini bukan remake, ini adalah adaptasi secara bebas yang mana ini harus kita lokalisasi, kita localize-kan," katanya.
Jika versi drama menempatkan kisah cinta dua tokoh yang terlibat dalam konflik di negara lain, film Descendants of the Sun versi Indonesia akan mempertemukan karakter-karakter utama di sebuah daerah yang mengalami konflik dan memiliki persoalan dengan Indonesia.
"Alih-alih kita akan membawa dua agen ini ke luar ke dalam konflik negara luar, enggak," kata Hanung. "Saya mau masuk ke dalam konflik yang ada di Indonesia,"
"Kemudian kita mencoba untuk me-localize dua kisah cinta yang beda ideologi ini akhirnya terdampar dalam sebuah daerah yang sedang dilanda patah hati dengan Indonesia," ujar Hanung.
Descendants of the Sun versi Indonesia merupakan 'oleh-oleh' yang didapat Hanung Bramantyo saat berkunjung ke Korea Selatan pada November 2022 dengan tujuan mempelajari industri film di sana.
Ia pun tak menyangka pertemuannya dengan studio di Korea malah berujung tawaran untuk membuat serial populer ke versi Indonesia. Semua pun berlanjut ke November 2023 dan akhirnya resmi pada 2024.
"Di hari Sabtu jam 15.00, tanggal 24 Feb 2024, kami melangsungkan ijab-qobul antara Barunson C&C, Newko Global Ent, K-studio dan @dapurfilm untuk bersama-sama me-remake Descendent Of the Sun ke Layar Lebar. Rasanya mau mewek," tulis Hanung Bramantyo kala itu.
Pada September 2026, Hanung menyebut bahwa Descendants of the Sun adalah pilihannya dari sejumlah intellectual property (IP) yang ditawarkan kepadanya berkaitan dengan kerja sama bersama sejumlah studio Korea Selatan tersebut.
Alasan Hanung memilih Descendants of the Sun adalah karena melihat konflik menarik antara dunia medis dan militer yang memiliki keyakinan berbeda. Hanung menilai dokter memiliki prinsip menyelamatkan nyawa, sementara militer dituntut menjaga keselamatan negara.
Lanjut ke sebelah....
Alasan Reza Rahadian dan Dian Sastro....
Proyek film Descendants of the Sun versi Indonesia resmi dikenalkan kepada publik pada 5 September 2026 lewat sejumlah unggahan adegan di media sosial. (dok. Dapur Film/Newko Global Entertainment/Next Entertainment World/Barunson C&C via Instagram @filmdots_indonesia )
"Descendants of the Sun karena ini adalah relasi yang sangat menarik yang belum pernah ada di Indonesia adalah relasi antara dua dunia, dua pekerjaan yang berbeda, dua keyakinan yang berbeda. Kebetulan di sini memang dokter sama militer kan. Dan keyakinan mereka itu yang menarik buat saya," kata Hanung.
Drama Descendants of the Sun yang tayang pada 2016 diproduksi oleh KBS, Next Entertainment World (NEW), Barunson Inc., Descendants of the Sun SPC.
Sementara itu, seperti diberitakan Antara, Descendants of the Sun versi Indonesia akan digarap gabungan studio dari Indonesia, Malaysia, dan Korea Selatan. Mereka yang terlibat dalam proyek ini adalah Dapur Film, RFA, NEWKO Global Entertainment, Dwi Warna Sentosa (Tobali Film), dan Piring Langit dari Indonesia.
Kemudian dari Korea Selatan ada Next Entertainment World (NEW) dan Barunson C&C selaku pemilik IP Descendants of the Sun. Selain itu ada D BAY FILM FACTORY SDN BHD yang berbasis di Malaysia.
Hanung menegaskan dalam menggarap Descendants of the Sun versi Indonesia, ia butuh aktor-aktor yang memiliki kualitas terbaik.
Ia juga memastikan memanggil banyak nama, tapi hanya sedikit yang menjawab, di antaranya adalah Dian Sastrowardoyo, Reza Rahadian, dan Eva Celia.
Bahkan menurut Hanung di acara Ideafest 2026, Dian Sastrowardoyo sendiri yang meminta terlibat dalam proyek tersebut saat keduanya bertemu di Jogja-NETPAC Asia Film Festival (JAFF).
Ketika Dian kemudian dipilih untuk memerankan dokter Cahaya Diandra alias Kang Mo-yeon (Song Hye-kyo) di versi drakor, Hanung butuh aktor yang bisa mewujudkan gambarannya akan sosok Kapten Baskara alias Kapten Yoo Shi-jin (Song Joong-ki).
Bagi Hanung, Reza Rahadian yang memiliki segudang pengalaman akting menjawab kebutuhan itu. Apalagi, kata Hanung, pemeran Kapten Baskara perlu menyampaikan pesan kebangsaan dan Indonesia dengan fasih.
"Saya membutuhkan aktor yang dia juga concern dengan negara. Jadi dia bisa speech, dia bisa mendialogkan bangsa Indonesia," tutur Hanung.
Hanung Bramantyo memastikan bahwa film Descendants of the Sun Indonesia telah memasuki fase pascaproduksi dan akan tayang pada 2027 di bioskop Indonesia.
"Saya mengumumkan film ini akan segera tayang pada 2027 di bioskop Indonesia, dengan jajaran pemeran berbakat yang dimiliki industri perfilman Indonesia," kata Hanung seperti diberitakan Antara pada Selasa (8/9).
Namun film ini bukan hanya akan tayang di Indonesia, tetapi juga di pasar internasional termasuk Korea Selatan. Barunson E&A akan menangani penjualan film itu di pasar internasional. Contents Panda, anak perusahaan NEW, akan menangani distribusi film di Korea Selatan.