Promotor Konser BIGBANG Bagi Masker Imbas Asap dari Indonesia
Promotor konser BIGBANG di Singapura, AEG Presents Asia, mengambil langkah darurat dengan akan membagikan masker bagi penonton imbas kepungan kabut asap kebakaran hutan dari Indonesia yang semakin pekat di negara tersebut.
Fasilitas kesehatan ekstra ini disediakan langsung di area National Stadium menyusul kualitas udara Singapura yang kini menembus level sangat tidak sehat jelang pergelaran konser akhir pekan ini.
Melalui pembaruan peringatan darurat kabut asap, pihak penyelenggara menegaskan komitmen mereka untuk menjaga keamanan puluhan ribu penggemar yang bakal memadati arena pertunjukan.
"Keselamatan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami. PSI [Indeks Standar Pencemar] 24 jam berada pada kisaran Sangat Tidak Sehat," tulis AEG Presents Asia dalam pengumuman resminya pada Jumat (16/10).
Guna menekan risiko gangguan pernapasan selama acara, promotor memastikan ketersediaan masker wajah yang bisa didapatkan audiens dengan cara menghubungi staf yang bertugas di lokasi.
Tidak cuma membagikan masker, penyelenggara juga memperbanyak ketersediaan titik pengisian air minum yang disebar di seluruh area stadion, serta menyiagakan pos pertolongan pertama.
Dalam rilis yang sama, promotor tak henti mewanti-wanti penonton untuk selalu mengecek pembaruan kondisi kualitas udara secara berkala sebelum memutuskan berangkat ke venue.
"Jika Anda merasa tidak sehat, harap segera cari bantuan medis. Kami harap Anda mendapatkan pengalaman yang aman dan menyenangkan," lanjut pernyataan tersebut.
Langkah antisipasi tingkat tinggi diterapkan untuk mengamankan jalannya konser tur dunia bertajuk XX : COSMOS yang dijadwalkan berlangsung selama dua hari pada Sabtu (17/10) dan Minggu (18/10) pukul 19.00 waktu setempat.
Kondisi udara di Singapura belakangan memang memburuk drastis setelah otoritas lingkungan setempat (NEA) melaporkan lonjakan parah tingkat polutan PM2.5 di berbagai wilayah.
Angka Indeks Standar Pencemar (PSI) 24 jam bahkan sempat menembus angka 209 di wilayah barat Singapura beberapa hari lalu, yang mencatatkan rekor terburuk sejak krisis asap pada 2015 silam.
Kepulan asap tebal yang memicu krisis udara di Singarpura ini merupakan imbas langsung dari eskalasi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Kalimantan dan Sumatra bagian selatan yang terbawa embusan angin tenggara.