Juru Bicara Pentagon, Laksamana John Kirby, menyatakan pasukan tambahan tersebut akan diberangkatkan ke Irak dalam beberapa minggu ke depan.
"Mereka akan diberangkatkan tanpa menunggu kesepakatan Kongres," kata Kirby, seperti ditulis Reuters, Kamis (20/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut termasuk US$1,6 miliar untuk pelatihan dan perlengkapan persenjataan pasukan Irak.
Meskipun begitu, Kirby menekankan bahwa Pentagon tetap membutuhkan persetujuan Kongres terkait anggaran tambahan untuk memperluas usaha militer ini.
Sebelumnya, Kirby menyatakan sekitar 50 tentara pasukan operasi khusus sudah ada di pangkalan udara Ain-al-Asad untuk menyiapkan misi pelatihan.
Sementara Menteri Pertahanan Chuck Hagel mengatakan baru-baru ini pasukan operasi khusus AS telah dipindahkan ke Provinsi Anbar, Irak, untuk memberi pelatihan.
Penambahan tentara AS juga direkomendasikan oleh Jenderal Lloyd Austin yang memimpin pasukan AS di Irak.
"Kami sepakat dengan rekomendasi Jenderal Austin untuk mengambil beberapa tentara operasi khusus yang ada di Irak dan mengerahkan mereka dalam misi awal dengan pasukan keamanan Irak di Provinsi Anbar yang sebenarnya merupakan upaya melanjutkan misi dan mempercepatnya," kata Hagel.