Terorisme Boko Haram

Puluhan Tewas Ketika Boko Haram Kuasai Baga, Nigeria

Amanda Puspita Sari/Reuters, CNN Indonesia | Selasa, 06/01/2015 00:01 WIB
Puluhan Tewas Ketika Boko Haram Kuasai Baga, Nigeria Usaha Boko Haram untuk mendirikan negara Islam di Nigeria, negara dengan tingkat ekonomi paling tinggi dan penduduk terpadat di benua Afrika ini telah menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa. (REUTERS/Stringer)
Maiduguri, CNN Indonesia -- Puluhan warga sipil dan setidaknya 11 tentara tewas ketika kelompok militan Boko Haram menguasai kota Baga dan pangkalan militer di tepi Danau Chad, Nigeria pada akhir pekan lalu.

Sumber militer dan para saksi mengatakan serangan kelompok militan di timur kota Baga pada Sabtu (3/1) berpotensi menyerang sejumlah kota lainnya di Nigeria dan bahkan di negara tetangga.

Terletak di daerah semi-gurun, kota Baga adalah markas pasukan multinasional yang terdiri dari pasukan dari Niger, Nigeria, Chad dan Kamerun. Meskipun demikian, biasanya hanya pasukan Nigeria yang ditempatkan di kota tersebut.


Ketika Boko Haram mengambil alih pangkalan militer di tepi Danau Chad, pasukan Nigeria terpaksa melarikan diri.

Saksi yang melarikan diri terpaksa berlari ke semak-semak melewati sejumlah jenazah tentara dan warga sipil yang tergeletak di sepanjang jalan.

"Saya bersembunyi di atas pohon sejak Sabtu (3/1) malam hingga Minggu (4/1) pukul 3 pagi," kata Abubakar Usman, warga Baga, seperti ditulis Reuters, Senin (5/1).

"Sejumlah wanita yang tinggal di daerah sekitar membawakan kami air dan makanan. Ketika kami memberanikan diri untuk menyelinap keluar, kami melihat banyak tentara yang tewas dan setidaknya ada 10 jenazah wanita," kata Usman melanjutkan.

Sebuah sumber militer mengatakan sedikitnya 11 tentara tewas bersama dengan sejumlah warga sipil di sekitar kota.

Boko Haram masih menguasai kota tersebut hingga Senin (5/1), membakar rumah dan menembaki warga saat mereka mencoba melarikan diri.

Hingga berita ini ditulis, militer Nigeria tidak segera menanggapi permintaan untuk memberikan komentar resmi.

Kebrutalan Boko Haram dimulai sebagai gerakan pemberontakan yang relatif damai. Gerakan ini menentang pendidikan ala Barat, dan mengancam keamanan negara-negara tetangga Nigeria.

Setidaknya 15 orang tewas dalam serangan oleh tersangka Boko Haram di bus di Kamerun utara, pada Sabtu (3/1).

"Mereka masih di sana dan banyak orang (warga sipil) sebagian besar perempuan, anak-anak dan usia satu datu tahunb masih terjebak di dalam kota tersebut," kata seorang pria yang bekerja antara kota Maiduguri dan Baga.

Saksi lain, Yusuf, mengatakan dia tersandung dan terjatuh saat mencoba melarikan diri kota tersebut. Ketika dia berdiri, dia melihat sekitar 20 mayat tergeletak di tanah.

Selain melakukan pembunuhan, kelompok militan Boko Haram juga menculik ratusan orang yang sebagian besar anak muda pada tahun lalu.

Dewan Hubungan Luar Negeri Nigeria menyatakan usaha Boko Haram untuk mendirikan negara Islam di negara dengan tingkat ekonomi paling tinggi dan penduduk terpadat di benua Afrika ini telah menewaskan lebih dari 10 ribu jiwa. (ama/ama)