Izin Mengemudi

Transeksual Dilarang Mengemudi di Rusia

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Senin, 12/01/2015 12:35 WIB
Transeksual Dilarang Mengemudi di Rusia Rusia melarang orang dengan "kelainan identitas gender, gangguan atau penyakit psikologis seksual dan gangguan kebiasaan yang berhubungan dengan orientasi dan perkembangan seksual" untuk mendapatkan surat izin mengemudi. (Ilustrasi/SplitShire/Daniel Nanescu)
Moskow, CNN Indonesia -- Rusia melarang transeksual dan transgender serta pengidap gangguan seksual lainnya untuk mengemudi mobil. Keputusan tersebut langsung menuai protes dari pegiat HAM.

Selain pengidap kelainan seksual, Rusia juga melarang orang yang memiliki tinggi kurang dari 150 cm atau kehilangan anggota tubuh karena diamputasi untuk mendapatkan surat izin mengemudi.

Diberitakan International Business Times, peraturan yang diumumkan pada Kamis (8/1) itu telah ditandatangani oleh Perdana Menteri Dmitry Melvedev pada 29 Desember tahun lalu.


Peraturan itu tidak secara spesifik menyebut transgender dan transeksual, namun termasuk dalam kategori seseorang dengan "kelainan identitas gender, gangguan atau penyakit psikologis seksual dan gangguan kebiasaan yang berhubungan dengan orientasi dan perkembangan seksual."

Keputusan tersebut dikecam oleh organisasi pegiat HAM, salah satunya Asosiasi Pengacara Rusia untuk Hak Asasi Manusia yang mengatakan bahwa peraturan tersebut adalah "pelanggaran besar HAM dibuat oleh pemerintah yang terlalu mencampuri urusan pribadi warganya."

Maria Bast, ketua asosiasi tersebut dalam blognya mengatakan bahwa mereka akan mengajukan protes ke Dewan Presiden HAM dan Mahkamah Konstitusi Federasi Rusia.

Sebelumnya pemerintah Rusia sempat dikecam karena perlakuan buruk mereka terhadap kaum lesbian, gay, biseksual, transeksual (LGBT) atas kampanye nasional menentang "hubungan seksual non-tradisional" jelang Olimpiade Sochi 2014.

Peraturan tersebut tidak menjelaskan mengapa transgender atau transeksual dilarang mengemudi. Namun Kremlin mengatakan peraturan ini dibuat untuk mencegah meningkatnya kecelakaan lalu lintas.

Pada 2012, sebanyak 28 ribu warga Rusia meninggal akibat kecelakaan lalu lintas, atau lima per 1.000 orang dari total populasi. (stu)