Oman, merupakan sekutu negara Barat, yang pernah didera protes saat Arab Spring pada 2011, mencoba menekan perbedaan pendapat, menangkap aktivis HAM pengkritik pemerintah di media sosial.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengacara mengatakan Jadad bermaksud mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Surat kabar online Oman, Mowatin, mengatakan tuduhan itu menggarisbbawahi soal surat terbuka pada 2013 yang ditulis oleh Jadad kepada Presiden AS Barack Obama, berisi “kekecewaannya” atas kebijakan AS terkait HAM di kawasan teluk.
"Kami berharap Amerika Serikat, yang merupakan negara adidaya, selalu berdiri untuk rakyat dan untuk mendukung prinsip-prinsip demokrasi dan hak asasi manusia," tulis Jadad.
Surat kabar itu memberitakan pengacara Jadad berargumen di pengadilan bahwa surat itu dilindungi oleh hak kebebasan berpendapat dan berekspresi dan bahwa terdakwa secara pribadi menderita pelanggaran hak asasi manusia, termasuk ditahan selama tujuh hari tanpa surat perintah, serta dokumennya yang disita tanpa ada surat dari pengadilan. (stu)