Buruh Restoran Cepat Saji di AS Tuntut Kenaikan Gaji

Amanda Puspita Sari, CNN Indonesia | Kamis, 16/04/2015 16:36 WIB
Buruh Restoran Cepat Saji di AS Tuntut Kenaikan Gaji Para buruh makanan cepat saji rencananya akan melanjutkan demonstrasi ke 200 kota Amerika Serikat. (Reuters/Lucas Jackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ratusan buruh restoran cepat saji mogok bekerja dan meluncurkan demonstrasi secara bersamaan di New York, Amerika Serikat, Rabu (15/4). Dalam tuntutannya, ratusan buruh ini meminta kenaikan upah gaji minimum menjadi sebesar US$15 atau senilai Rp193 ribu per jam.

Dilansir dari Channel NewsAsia, unjuk rasa digelar sekitar pukul 6 pagi waktu setempat di depan sebuah gerai restoran cepat saji McDonald's di Brooklyn.

Sementara di Manhattan, buruh restoran cepat saji bergabung dengan mahasiswa dan aktivis, untuk memenuhi jalanan di sebuah gerai McDonald's demi menuntut upah yang lebih baik.


Para demonstran membawa spanduk yang bertuliskan slogan seperti "Mengapa kita miskin", "Karena pembayaran sewa tidak bisa menunggu", dan "Berjuanglah untuk 15", merujuk pada US$15 dolar per jam.

Para buruh mengungkapkan kemarahan mereka bahwa upah yang mereka terima tidak manusiawi dan tidak dapat mengeluarkan mereka dari kemiskinan. Para buruh dari berbagai daerah juga berencana untuk bergabung dan membentuk serikat buruh.

Pada tanggal 1 April lalu, McDonald's, yang merupakan salah satu restoran cepat saji telah mengumumkan kenaikan gaji sebesar US$1 per jam di atas upah minimum lokal resmi untuk 90 ribu karyawannya, dan mengusulkan pembayaran cuti.

Namun, peraturan ini tidak berlaku bagi 660 ribu karyawan yang bekerja untuk restoran McDonald's yang dimiliki oleh waralaba, yang jumlahnya mencapai 90 persen dari 14 ribu gerai McDonald's di seluruh Amerika Serikat.

"Demonstrasi ini menginspirasi lebih banyak buruh untuk bergabung dan mogok bekerja," kata penyelenggara demonstrasi, dikutip dari Channel NewsAsia, Kamis (16/4).

Para buruh makanan cepat saji rencananya akan melanjutkan demonstrasi ke 200 kota Amerika Serikat. Pekerja bandara, konstruksi, tempat penitipan anak, serta pekerja lainnya di bidang pendidikan juga akan ikut serta dalam aksi tersebut.

Upah minimum di negara bagian New York saat ini sebesar US$8,75 atau Rp113 ribu per jam, direncakan akan naik menjadi US$9, atau Rp116 ribu per jam pada tahun 2016. Sementara, upah minimum federal di AS sebesar US$7,25 atau Rp93 ribu per jam, namun banyak negara bagian AS yang memiliki standar upah minimum sendiri.

Pejabat finansial New York City, Scott Stringer menyatakan dalam sebuah laporan pada Selasa (14/4) bahwa meskipun disesuaikan dengan biaya hidup, upah minimum di New York merupakan upah yang terendah dari seluruh kota besar di Amerika Serikat.

Menurut laporan tersebut, upah minimum sebesar US$15 (Rp193 ribu) per jam akan menghemat pembayar pajak sebesar US$200 hingga US$500 juta per tahun untuk makanan dan pembayaran program kesehatan Medicaid.

Saat ini, upah minimun di San Francisco dan Seattle telah mencapai US$15 per jam.

Pada Agustus 2013, buruh makanan cepat saji meluncurkan pemogokan kerja nasional sepanjang hari, di 60 kota di AS. Unjuk rasa yang mereka luncurkan semakin bergaung dalam politik nasional AS.

Program Presiden AS Barack Obama untuk mendorong kenaikan upah minimum hingga US$10,10 (Rp130 ribu) per jam mendapat halangan dari Partai Republik yang konservatif. (ama/ama)