Dalam pertemuan yang berlangsung secara tertutup itu, Jokowi dan Xi membahas banyak hal terkait isu global hingga maritim.
Jokowi dan Xi juga membicarakan soal kerja sama ekonomi antara kedua negara, termasuk soal keterlibatan Tiongkok dalam pembangunan infrastruktur Indonesia yang mencakup pembangunan jalan, pelabuhan, bandar udara serta pembangkit listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut keterangan Pratikno, Xi juga menyampaikan undangan pada Jokowi untuk menghadiri peringatan 70 tahun penjajahan Jepang di Tiongkok. Namun Jokowi tak segera menjawab undangan ini, melainkan “akan mempertimbangkannya lebih dahulu.”
Tujuh puluh tahun berlalu, kenangan masa lalu terkait agresi Jepang di Tiongkok pada era Perang Dunia II masih merupakan isu sensitif di negara tirai bambu itu. Inilah yang juga membuat hubungan Jepang dan Tiongkok tak akur.
Namun Xi dan Abe, secara mengejutkan mengadakan pertemuan bilateral di sela KAA pada Rabu, yang banyak diartikan sebagai pertanda mencairnya hubungan kedua negara.
Kantor berita Jepang, Jiji, melansir bahwa Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe dan Presiden China Xi Jinping sepakat untuk meningkatkan hubungan kedua negara.
Abe juga mengatakan kedua pemimpin sepakat untuk berkontribusi pada stabilitas dan kemakmuran regional dengan mempromosikan "hubungan strategis.” (stu)