Semangat Ridwan Kamil Sambut KAA Buat Bandung Jadi Meriah

Hanna Azarya Samosir, CNN Indonesia | Kamis, 23/04/2015 05:43 WIB
Banyak orang merasa semangat Wali Kota Ridwan Kamil dalam menyambut KAA menular kepada seluruh penduduk Kota Bandung. Banyak orang merasa semangat Wali Kota Ridwan Kamil dalam menyambut KAA menular kepada seluruh penduduk Kota Bandung. (CNNIndonesia/Hanna Samosir)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tidak seperti pukul 19.30 WIB pada biasanya. Di hari Rabu (22/4), ruas jalan sekitar Gedung Merdeka yang biasanya tenang, kini dibanjiri manusia dan kendaraan bermotor.

Ada yang sibuk berfoto, melontarkan canda dan berlatih paduan suara. Bandung memang sedang menyambut peringatan 60 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) dengan gegap gempita.

"Lampunya bagus. Ayo foto, Ma! Ini gedung bersejarah, loh," ujar Toto Erwansyah, seorang warga Sumurbandung, sembari melambaikan tangan memanggil istrinya yang bernama Nova.


Seakan takut tempat berfotonya tersebut diserobot orang, Nova langsung berlari kecil dan berdiri di samping Toto, berpose di bawah tulisan Savoy Homann Bidakara Hotel.

Kedua anaknya berbagi tugas, satu mengatur gaya dan satu lagi memotret.

Nova terlihat bersemangat saat berpose di bawah tulisan tersebut, karena lampunya yang kini semakin cantik benderang. Namun, Toto memiliki alasan tersendiri.

"Ini hotel pertama di sini. Lebih tua dari Gedung Merdeka. Lalu semua kepala negara waktu KAA zaman Soekarno semuanya tidur di sini. Ya, banggalah foto di sini," kata Toto.

Terlebih lagi, kata Toto, suasana meriah Bandung semakin membakar semangatnya untuk membawa keluarganya berkeliling.

"Sekarang ini meriah banget karena Wali Kota-nya, Kang Emil, juga kelihatan benar-benar niat. Ada tembok sejarah, segala macam, jadi anak-anak semangat belajar," ujar Toto.

Berjalan mengarungi lautan manusia menuju Tembok Sejarah KAA tersebut, lebih banyak lagi orang berkerumun, sekadar untuk berfoto di depan gambar animasi dari pihak-pihak yang terlibat dalam KAA pada 1955 silam, seperti pengibar bendera hingga penyedia makanan.

Terus bergerak menuju Masjid Agung, paduan suara sekelompok pedagang kaki lima yang duduk di tangga depan Gedung Mandiri menarik perhatian para pejalan kaki.

Tiba-tiba lantunan lagu 'Manuk Dadali' dan 'Cingcangkeling' menggelegar.

"Kami sedang latihan untuk Bandung Carnaval hari Sabtu nanti. Kami sudah ikut rangkaian acara dari awal. Bahkan, kami juga yang waktu itu kerja sama dengan TNI untuk membersihkan jalan-jalan," ujar Koordinator PKL Monju, Yanti.

Yanti merasa energi kuat Ridwan Kamil telah menjalar kepada rakyatnya.

Semua bergotong royong untuk menyukseskan prosesi napak tilas KAA ini.

Selama sepekan berbagai acara digelar, mulai dari tur delegasi, napak tilas yang akan dihadiri oleh perwakilan negara peserta KAA di Jakarta, hingga puncaknya Bandung Carnaval pada Sabtu (25/4) mendatang.

"Banyak negara datang ke sini. Itu tandanya Indonesia masih dipandang," ujar Yanti.

Semoga saja keriaan Bandung tidak berhenti setelah KAA berakhir. Dan semoga juga, pemimpin kota-kota lain di Indonesia bisa menghias kotanya semenarik Bandung agar dapat menarik lebih banyak wisatawan.

(ard/ard)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK