Diberitakan USA Today, insiden yang terjadi pada Selasa (2/6) ini menimpa Usaama Rahim di sebuah tempat parkir mobil sebelah baratdaya kota itu. Menurut laporan juru bicara polisi, Stephen McNulty, Rahim menolak menurunkan pisau sehingga seorang polisi dan agen FBI yang membuntutinya terpaksa melepaskan tembakan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ibrahim mendesak penyelidikan yang transparan dan jelas terkait kematian adiknya tersebut. Melalui media sosial, Ibrahim juga meminta doa dari umat Muslim AS.
Komisaris Polisi Boston Williams Evans mengatakan bahwa tindakan Rahim yang mengacungkan pisau terekam jelas di kamera pengawas atau CCTV. Menurut Evan, polisi sempat meminta Rahim untuk menurunkan senjata namun tidak dilakukan sehingga tembakan dilepaskan.
"Polisi mengambil tindakan sesuai yang mereka terima dalam pelatihan, sayangnya, harus merenggut nyawa," kata Evans, dikutip CNN.
Menurut Evans, Rahim dan dua kawannya telah diawasi oleh FBI selama sekitar 18 bulan setelah diduga menjadi pendukung ISIS. FBI menekankan adanya perubahan perilaku pada Evans, bisa disaksikan dari aktivitas di media sosialnya yang banyak komentar yang mengancam nyawa petugas.
Penembakan itu kini masih dalam penyelidikan. (den)