Fudo no Yu, sebuah resor pemandian air panas yang terkenal karena terletak di kaki pegunungan yang indah di Kota Nasushiobara, prefektur Tochigi, Jepang, ditutup pada Kamis (4/6) menyusul sejumlah laporan adanya pesta seks yang dilakukan dan bahkan disiarkan di internet.
Mengutip The Telegraph, Fudo no Yu yang berlokasi dekat dengan Sungai Hoki, memasang tarif hanya sebesar 200 yen, atau sekitar Rp21 ribu bagi para pengunjung untuk masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam resor ini, pria dan wanita bebas mandi dalam satu bak, tidak ada larangan dan pemisahan bak mandi antar keduanya. Selain itu, staf di pemandian ini hanya bertugas di pintu masuk, sehingga tidak ada staf yang mengawasi bagian dalam pemandian ini.
Dilaporkan Tokyo Times, para pelaku utama pesta seks diyakini merupakan puluhan pria paruh baya dan sejumlah wanita muda yang secara rutin mengunjungi pemandian air panas ini pada akhir pekan.
Kepala Dewan Fukuwatari setempat, Shigeki Tashiro, menyatakan hukuman keras harus dijatuhkan kepada seluruh pihak yang terlibat, guna melindungi reputasi objek wisata daerah itu.
"Resor tersebut dipromosikan oleh prefektur sebagai objek wisata, dan ini adalah keputusan yang sulit. Namun, jika dibiarkan seperti itu, citra daerah ini sebagai tujuan wisata bisa hancur," kata Fukuwatari kepada Sankei Shimbun.
Jepang memiliki banyak resor pemandian air panas, memanfaatkan aktivitas geothermal negara ini yang sangat besar. Tercatat, ada lebih dari 3.000 pemandian air besar di seluruh penjuru Jepang. (ama/ama)