Obama: Wirausahawan Bisa Genjot Perekonomian di Kenya

Ranny Utami/Reuters, CNN Indonesia | Sabtu, 25/07/2015 20:55 WIB
Obama: Wirausahawan Bisa Genjot Perekonomian di Kenya Barack Obama menjadi presiden Amerika Serikat pertama yang mengunjungi Kenya, negara di mana sang ayah dilahirkan. (Reuters/Jonathan Ernst)
Nairobi, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengimbau kepada para pengusaha di Kenya bahwa sebenarnya mereka bisa membantu menumbuhkan ideologi kontra kekerasan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di Afrika jika pemerintah benar-benar komitmen atas penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi di negara.

Dilansir Reuters, Sabtu (25/7), Obama berpidato dalam Konferensi Wirausaha Global di sela kunjungan pertamanya sebagai presiden ke Kenya. Kenya merupakan tempat kelahiran ayah Obama dan menjadi negara ekonomi terbesar di Afrika timur, meski sempat mengalami ketegangan akibat serangan kelompok Islam Somalia, Al-Shabaab.

Pembahasan keamanan diperkirakan akan menjadi agenda pembahasan pada hari ini bersama dengan Presiden Kenya Uhur Kenyatta. Namun, Obama ternyata juga tertarik untuk membahas peningkatan kerja sama bisnis kedua negara, menyusul China yang juga menjadi mitra dagang terbesar di benua itu sejak 2009.


"Afrika kini dalam masa perubahan. Afrika adalah salah satu daerah yang tercepat pertumbuhannya di dunia," ujar obama dalam konferensi.

Demi menyapa warga di negeri kampung halamannya, Obama tak lupa menyelipkan kata-kata 'Jambo' yang berarti 'halo'. "Ini luar biasa bisa kembali ke Kenya," ujar Obama.

"Kewirausahaan menawarkan alternatif positif terhadap ideologi kekerasan dan perpecahan yang seringkali mengisi kekosongan ketika para pemuda tidak melihat masa depan bagi mereka sendiri," lanjut Obama.

Ia mengatakan pemerintah memiliki peran penting atas permasalahan-permasalahan seperti ini, misalnya membangun supremasi hukum dan pemberantasan korupsi. Kedua masalah ini kerap kali menjadi kendala utama dalam berbisnis di Kenya.

Lebih lanjut, Obama mengungkapkan perusahaan-perusahaan baru sudah seharusnya mendapat bantuan dari pemerintah dalam hal mengamankan modal.

Berbagai teknologi dan perusahaan telah memulai bisnis mereka beberapa tahun terakhir di Afrika. Hal ini dilakukan sebagai upaya menggeser benua hitam ini dari fokus tradisional yang lebih mengedepankan ekspor komoditas, sementara pengusaha mengeluh lantaran tidak memiliki modal yang terjangkau.

"Afrika terbuka untuk bisnis," ujar Kenyatta dalam pidato sambutan pembuka atas kunjungan Obama.

"Ini adalah waktunya bagi generasi baru Afrika untuk mempromosikan kemakmuran yang terhitung," lanjutnya.

Pada Sabtu malam, Obama akan mengadakan pertemuan langsung dengan Kenyatta sebelum menghadiri acara makan malam kenegaraan. Pertemuan ini diharapkan membahas fokus kerja sama keamanan dan kontra-terorisme antar negara.

"Bangga menjadi Presiden AS pertama yang berkunjung ke Kenya. Senang melihat keluarga dan berbicara kepada para pemuda tentang masa depan," bunyi pernyataan Obama yang ditulis melalui akun Twitter pribadi setelah dirinya tiba pada Jumat dan bertemu dengan beberapa saudaranya untuk makan malam.

Beberapa warga Afrika mengeluhkan Obama, yang ayahnya dimakamkan di Kenya barat, belum cukup memperhatikan benua hitam ini selama masa pemerintahannya. Obama berupaya mengubah pandangan tersebut ketika ia menerima kunjungan sejumlah pemimpin Afrika di Washington tahun lalu. (yns/yns)