Pelaku sabotase masih belum ditemukan, namun, serangan tersebut menggambarkan ciri khas serangan dari Partai Pekerja Kurdistan atau PKK. Sebelumnya, PKK pernah melakukan serangan pipa gas serupa.
Pipa yang disabotase membawa sekitar 10 juta meter kubik gas dari Iran ke Turki, dan seringkali diserang oleh pemberontak PKK pada era 1990 hingga 2013, saat gencatan senjata disepakati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ledakan tersebut, tambah Yildiz, mengakibatkan timbulnya api yang tidak lama kemudian berhasil dipadamkan.
Turki membeli seperempat dari 40 juta meter kubik gas alam dari Iran, pemasok terbesar gas alam kedua setelah Rusia. Setengah dari gas alam tersebut digunakan Turki untuk membangkitkan listrik.
Gencatan senjata dengan PKK adalah bagian dari proses perdamaian yang diprakarsai oleh Tayyip Erdogan saat menjaabat Perdana Menteri untuk mengakhiri pemberontakan selama tiga dekade yang telah menewaskan lebih dari 40 ribu orang.
Namun, Turki melancarkan serangan udaranya terhadap kamp-kamp PKK di utara Irak minggu lalu, bagian dari serangan terhadap "perang terhadap grup teroris", sekaligus mengebom militan ISIS di utara Suriah.
Serangan bersenjata terhadap polisi di tenggara Turki yang didominasi oleh warga Kurdi telah meningkat tajam sejak pekan lalu.
Hingga kini, Turki belum meminta bantuan gas dari negara lain akibat ledakkan yang terjadi, karena tidak ada kekurangan dalam memenuhi kebutuhan domestik.
"Semua tindakan pencegahan telah diambil untuk memastikan permintaan gas alam dipenuhi," tegas Yildiz. (stu)