"Pelabuhan beroperasi normal, Kami tidak terpengaruh," kata seorang petugas penjaga pelabuhan Tianjin, yang hanya diidentifikasi bernama Wei, dikutip dari Reuters, Kamis (13/8).
Meski tetap beroperasi, saksi mata Reuters menyatakan bahwa kerusakan terjadi di sejumlah wilayah pelabuhan Tianjin. Banyak kontainer pengiriman terlempar jauh akibat ledakan, dan ratusan mobil terbakar. Bangunan di sekitar pelabuhan hangus terbakar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun CCTV memberitakan bahwa dua ledakan keras itu berselang hanya 30 detik.
Hingga berita ini ditulis, jumlah korban tewas mencapai 44 orang, sementara korban luka mencapai 520 orang.
Di antara korban tewas terdapat 12 petugas pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi kejadian.
Xinhua melaporkan bahwa jumlah petugas pemadam kebarakan yang dikerahkan mencapai 1.000 orang, dengan 14 mobil pemadam kebakaran.
Sebelumnya, Beijing News melaporkan bahwa pihak berwenang kehilangan kontak dengan 36 petugas pemadam kebakaran di lokasi ledakan. Hingga berita ini ditulis, belum jelas nasib petugas kebakaran lain yang hilang kontak.
Ledakan ini terjadi di kawasan industri yang menjadi tempat penyimpanan bahan kimia beracun dan gas. Jumlah korban diperkirakan masih akan terus bertambah.
Merespon ledakan, Presiden Xi Jinping meyerukan "upaya penuh untuk menyelamatkan dan mengobati korban luka dan menjamin keamanan warga dan properti mereka."
(stu)