Dilaporkan Channel NewsAsia, pembukaan kembali Kuil Erawan ditandai dengan acara doa yang dipimpin oleh puluhan biksu pada Rabu pagi. Para pendoa dan wisatawan terlihat berlutut sembari memegang dupa.
Seorang keluarga korban tewas dari Malaysia meletakkan satu bundel pakaian korban di depan kuil untuk merepresentasikan rasa kehilangan. Kuil Erawan, yang kerap menjadi destinasi wisata populer yang menggambarkan perpaduan tradisi Hindu dan Budha di Thailand, kini telah direstorasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam acara pembukaan kuil tersebut, salah satu pendoa, Tommy Goh, 56, menyatakan bersyukur karena nyawanya selamat akibat taksi yang dipesannya datang terlambat. Jika tidak, Goh diperkirakan berada di sekitar lokasi kejadian ketika bom itu meledak.
Polisi Thailand hingga kini masih memburu tersangka pelaku pengeboman yang tertangkap kamera CCTV. Pelaku diduga seorang pemuda yang mengenakan kaos kuning terang, bercelana pendek, dan membawa ransel hitam yang kemudian ditinggalkan di pagar kuil.
Sejak Selasa (18/8), polisi merilis foto tersangka pelaku pengeboman, yang tertangkap kamera CCTV. Dalam rekaman CCTV pada Senin (17/8), pelaku terlihat tenang menempatkan ransel hitam di bawah sebuah bangku, lalu berjalan pergi sambil menggenggam kantong plastik biru dan sebuah ponsel. Beberapa menit kemudian, bom meledak.
Ledakan bom menewaskan dan melukai para jamaah dan wisatawan yang tengah memadati Kuil Erawan, yang berlokasi di jantung komersial Bangkok. Dari 22 korban tewas, 11 diantaranya wisatawan asing, termasuk satu dari Indonesia.
Hingga saat ini, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pengeboman ini. Polisi Thailand juga belum mengantungi nama tersangka.
Ledakan di Kuil Erawan juga disusul oleh sebuah ledakan kecil di sebuah jembatan Sungai Chaopraya pada Selasa. Diduga, serangan ini terkait dengan serangan di Kuil Erawan. Petugas polisi penjinak bom, Kolonel Kamthorn Ouicharoen, mengkonfirmasi bahwa bom di jembatan berjenis sama dengan bom di Kuil Erawan.
"Peralatan yang digunakan untuk membuat bom dan ukuran bom persis sama. Polisi akan melanjutkan pengumpulan bukti pada sore ini," kata Ouicharoen.
Thailand mengalami krisis politik selama hampir 10 tahun terakhir yang menyebabkan kerusuhan dan kekerasan. Namun, serangan bom seperti ini baru pertama kali terjadi. (ama/stu)