AS Ditekan Menerima Lebih Banyak Pengungsi

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 07/09/2015 09:19 WIB
AS Ditekan Menerima Lebih Banyak Pengungsi Pemerintah AS didesak untuk terima lebih banyak pengungsi asal Suriah yang terdampar di Eropa. (Reuters/Laszlo Balogh)
Washington, CNN Indonesia -- Amerika Serikat semakin ditekan untuk membantu Eropa menampung pendatang yang meninggalkan negara mereka karena perang dan kekacauan, namun Washington tampaknya tidak berencana meningkatkan jumlah pengungsi yang akan diterima dengan drastis.

David Miliband, kepala Komite Penyelamatan Internasional, mengimbau AS untuk memperlihatkan “sikap kepemimpinan yang biasa dilakukan AS dalam masalah-masalah semacam itu” di masa lalu

“Amerika Serikat selalu terdepan dalam penempatan pengungsi, tetapi 1.500 orang dalam empat tahun merupakan sumbangan kecil dalam mengatasi sisi kemanusiaan masalah ini,” ujar Miliband dalam acara televisi ABC, Minggu (6/9).


Dalam wawancara dengan Reuters pada Sabtu (5/9), juru bicara Departemen Luar Negeri AS John Kirby tidak memberi isyarat negara itu akan meningkatkan jumlah imigran yang akan diijinkan masuk ke wilayahnya.

Dia merujuk pada sumbangan sebesar US$4 miliar untuk bantuan pengungsi dan mengulang kembali sikap pemerintah Obama terkait kekhawatiran akan keamanan.

“Ada proses penelitian yang sangat rinci bagi warga asal Suriah yang harus kami lakukan,” ujarnya, dan menambahkan bahwa pemerintah Obama telah berkomunikasi dengan sekutu-sekutu di Eropa untuk mencari opsi-opsi lain.

Pemerintah AS berniat mencegah militan dari ISIS atau al Qaeda masuk ke wilayahnya sebagai pengungsi.

Tetapi kebijakan tersebut dan tidak berperan secara aktif dalam membantu Eropa memiliki risiko.

Seorang pejabat AS lain yang menolak disebutkan identitasnya, mengakui bahwa gambar-gambar perjalanan pengungsi bisa menimbulkan masalah dalam citra Washington di dunia internasional karena hanya menerima sedikit pengungsi dibandingkan negara-negara Eropa.

Melissa Fleming, juru bicara UNHCR, mengatakan AS belum menetapkan kuota terkait jumlah pengungsi yang akan diterima. Dia menambahkan bahwa UNHCR telah mengajukan hampir 16.300 pengungsi untuk bisa tinggal di AS dan akan terus melakukan hal ini.

Eropa sendiri mengatasi masalah banjir pengungsi ini tanpa ada konsensus bersama.

Austria dan Jerman, yang diperkirakan akan menrima 800 ribu pengungsi dan migran tahun ini, beberapa hari terakhir membuka perbatasan bagi ribuan orang yang kebanyakan berasal dari Suriah dan terlantar di Hungaria.

Pada Minggu, Paus Franciscus meminta seluruh kepasturan Katolik dan komunitas agama di Eropa untuk menerima setidaknya satu keluarga pengungsi.

Sejak konflik Suriah dimulai pada awal 2011, AS telah menerima 1.500 pengungsi dari negara itu dan sebagian besar diterima tahun ini.

John Kirby mengatakan hingga 1.500 pengungsi lain akan diijinkan masuk pada akhir tahun ini dan kemungkinan lebih besar lagi tahun depan.

Satu kelompok baru di Facebook, Open Homes, Open Hearts AS, menyebarkan petisi di dunia maya yang mendesak para pejabat Obama “untuk menambah jumlah pengungsi Suriah yang tinggal di negara kami dan memberitahu mereka bahwa anda akan menyambut seseorang atau satu keluarga di rumah anda.”

Imigrasi menjadi masalah besar menjelang pemilu presiden AS 2016.

Pengusaha kaya Donald Trump berada di urutan teratas sebagai bakal calon presiden dari Partai Republik dengan pandangan keras untuk mendeportasi pendatang gelap, dan pembangunan tembok di sepanjang perbatasan dengan Meksiko. Namun, minggu lalu dia mengatakan akan mempertimbangkan untuk mengijinkan warga Suriah masuk ke AS.

Masalah Eropa

Bakal calon Partai Republik lain, John Kasich, mengatakan dalam acara televisi bahwa dia mendukung peran AS yang lebih besar dalam masalah pengungsi, tetapi situasi ini bukan masalah Washington.

“Menurut saya kita memiliki tanggung jawab untuk menerima lebih banyak pengungsi, memastikan mereka berasimilasi,” ujarnya dalam acara televisi This Week.

“Pada dasarnya ini adalah masalah yang harus diatasi oleh Eropa. Kita bisa memberi bantuan kemanusiaan kepada mereka.”

Dalam artikel di harian New York Times, Michael Ignatieff, mantan ketua Partai Liberal Kanada dan sekarang guru besar di Harvard, mengatakan AS, Kanada dan negara-negara Timur Tengah salah jika menyebut ini sebagai masalah Eropa.

Dia mengatakan Amerika Serikat dan sekutunya memiliki tanggung jawab terhatap para pengungsi Suriah -sebanyak sekitar empat juta sejak perang terjadi di negara mereka - karena negara-negara itu mempersenjantai para pemberontak Suriah dan memerangi ISIS.

“Menyalahkan Eropa adalah satu alibi dan seluruh alasan seperti pengungsi tidak memiliki dokumen yang sah, sangat memuakkan,” tulis Ignatief.

Dia meminta AS dan Kanada menerima minimum 25 ribu warga Suriah dan menyebutkan bahwa tekanan terhadap pemerintah kedua negara ini akan semakin besar setelah terbit foto-foto perjalanan para pengungsi yang dramatis. (yns)