Menteri Teknologi, Ilmu Pengetahuan dan Inovasi Malaysia Madius Tangau mengatakan bahwa kementeriannya akan bekerja sama dengan angkatan udara untuk memicu hujan buatan jika kondisi atmosfer dan awan cocok.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menteri Lingkungan dan Sumber Daya Alam Wan Junaidi Tuanku Jaafar mengatakan bahwa cuaca kering dan berkabut ini diperkirakan baru akan reda pada akhir bulan ini seiring dimulainya musim penghujan pada Oktober.
Per pukul 11 siang kemarin, sebanyak 17 wilayah di Malaysia dinyatakan buruk kualitas udaranya. Wilayah terburuk dengan pencatatan API lebih dari 150 adalah Port Klang, Batu Muda, Kuala Lumpur, Shah Alam dan Kuala Selangor.
Malaysia diperkirakan akan segera menandatangani perjanjian baru selama lima tahun dengan Indonesia untuk mengatasi kabut asap yang berulang setiap tahunnya.
Wan Junaidi dijadwalkan bertemu dengan pejabat Indonesia pada 18 September mendatang untuk membicarakan masalah ini.
Perjanjian itu, seperti yang dikutip dari Borneo Post, berisikan tata cara kedua negara saling membantu dan berbagi gagasan jika terjadi pembakaran hutan atau lahan. (den)