“Seharusnya saya bahagia karena tiga bulan lalu dinyatakan positif mengandung buah cinta dengan pasangan hidup saya," kata Mulyani.
Namun kini Mulyani khawatir janin yang ia kandung nantinya terlahir tak sempurna lantaran dia terus-menerus menghirup kabut asap.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sialnya lagi, penerbangan di wilayah tetangga mereka, Jambi dan Palembang, juga bernasib sama: kerap tak beroperasi.
Anak-anak di Riau terpaksa diliburkan dari sekolah akibat bencana kabut asap. Suasana sehari-hari jauh dari normal. Rona kegembiraan lenyap dari wajah bocah-bocah.
"Mereka tidak saja libur dari kegiatan belajar, tapi juga dari kegiatan bermain,” ujar Mulyani.
Keluh kesah Mulyani itu ia sampaikan dalam sebuah petisi yang disebar lewat situs Change.org. Hanya dalam waktu kurang dari tiga jam, petisi itu telah ditandatangani oleh lebih dari 80 orang.
Petisi itu ditujukan kepada tiga pihak, yakni Pelaksana Tugas Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman, Presiden Joko Widodo, dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya.
Mulyani menuntut penetapan darurat asap di Riau, penetapan bencana kabut asap sebagai bencana nasional, dan penindakan tegas terhadap perusahaan pembakar lahan.
Sementara itu, Menteri Siti Nurbaya sudah berjanji akan menindak perusahaan-perusahaan yang diduga melakukan pembakaran lahan. “Pekan depan, Senin dan Selasa, kami akan formulasikan regulasinya bersama beberapa akademisi,” kata dia. (Baca: Menteri Siti Janji Segera Hukum Perusahaan Pembakar Hutan)
Di sisi lain, Direktur Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Imran Agus Nurali mengatakan, dampak negatif polusi terhadap kandungan tergantung pada tingkat pencemaran yang terjadi sehingga para korban tidak perlu buru-buru berpindah ke tempat lain.
"Kepindahan dari lokasi berpolusi dilakukan bila Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) melebihi 'Sangat Berbahaya'," kata Imran.
Dia mengimbau ibu hamil agar membatasi diri keluar rumah, banyak mengonsumsi serat dan vitamin, serta minum cukup air. Menurut Imran, belum ada penelitian yang menunjukkan pengaruh polusi asap terhadap kandungan manusia. (agk)