Dalam berkas pembebasan Johnson, sama sekali tidak disinggung soal dakwaan pembunuhan yang menjeratnya, hanya soal pemukulan sipir penjara yang membuatnya dipindahkan ke rumah tahanan East Feliciana Parish.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pria kulit hitam ini akhirnya dibebaskan pada 23 September lalu. Sayangnya, pihak penjara baru menyadari kesalahan tersebut lima hari kemudian, memberikan banyak waktu bagi Johnson untuk kabur.
Kepolisian mengatakan akan menindak petugas administrasi yang bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Mereka juga mengaku tengah memburu Johnson yang dianggap berbahaya bagi masyarakat.
"Dia adalah pria berbahaya, tapi kami akan menangkapnya. Jika dia pintar, yang sepertinya tidak, dia mungkin telah menyerahkan diri. Tapi jika tidak menyerah, kami akan menggunakan seluruh sumber daya untuk menangkapnya," kata Tony Clayton, jaksa khusus yang menangani kasus Johnson.
Johnson menembak mati Cordies Gales pada tahun 2010, dan dia divonis tiga tahun kemudian.
Lembaga pemasyarakatan mengaku telah menghubungi keluarga Gales dan meminta maaf karena tidak sengaja membebaskan Johnson. (stu)