Presiden Catalonia Hadapi Pengadilan Diiringi Ribuan Massa
CNN Indonesia
Kamis, 15 Okt 2015 21:51 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Catalonia, Artur Mas bersama sekitar 5.000 pendukungnya turun ke jalan menuju gedung pengadilan di Barcelona, Spanyol sambil mengibarkan bendera Catalan.
The Guardian melaporkan, aksi tersebut juga diikuti oleh sekitar 400 walikota dan pemimpin partai pro-kemerdekaan sebagai bentuk dukungan terhadap Artur Mas yang akan dimintai keterangan atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dengan menggelar referendum simbolis kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.
Pekikkan "merdeka, merdeka" dan "pengadilan ini tidak mewakili kami" mengiringi Mas masuk ke dalam gedung pengadilan.
Sejumlah tuduhan dialamatkan kepada Mas, mulai dari pembangkangan berat, penyalahgunakan dana publik, pengingkaran, hingga berniat merebut kekuasaan dan menghalangi keadilan.
Apabila ia diadili dan dinyatakan bersalah, maka MAs tak hanya terancam kehilangan jabatannya tetapi juga bisa dipenjara hingga satu tahun. Selain Mas, pengadilan juga tengah menyelidiki dua rekannya ntuk kasus yang sama.
Penyelidikan dibuka setelah Catalonia menggelar referendum pada 9 November 2014 yang menyimpang dari putusan pengadilan konstitusi Spanyol.
Dalam jajak pendapat tersebut, sekitar 80 persen suara mendukung Catalonia memisahkan diri dari Spanyol. Namun, kurang dari setengah pemberi suara dianggap tidak memnuhi syarat.
Mas memimpin gerakan "Bersama untuk Ya (merdeka)" bersama aliansi pro-kemerdekaan yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan daerah pada bulan lalu, tapi kurang sedikit dari suara mayoritas.
Aliansi sedang melakukan negosiasi dengan pihak pro-kemerdekaan lain untuk mencoba membentuk koalisi mayoritas. Mas sendiri telah berjanji untuk membawa Catalonia menuju kemerdekaan pada 2017 jika ia mendapat dukungan mayoritas.
Kelompok-kelompok pro-kemerdekaan sejauh ini telah mengumpulkan 48 persen suara, sedangkan 52 persen suara mayoritas menentang kemerdekaan Catalonia. Spanyol telah mengesampingkan kemungkinan Catalonia memisahkan diri.
Hasil jajak pendapat menunjukkan orang-orang Catalania sangat mendukung referendum pemisahan diri. Add
as a preferred
source on Google
The Guardian melaporkan, aksi tersebut juga diikuti oleh sekitar 400 walikota dan pemimpin partai pro-kemerdekaan sebagai bentuk dukungan terhadap Artur Mas yang akan dimintai keterangan atas tuduhan menyalahgunakan kekuasaan dengan menggelar referendum simbolis kemerdekaan Catalonia dari Spanyol.
Pekikkan "merdeka, merdeka" dan "pengadilan ini tidak mewakili kami" mengiringi Mas masuk ke dalam gedung pengadilan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apabila ia diadili dan dinyatakan bersalah, maka MAs tak hanya terancam kehilangan jabatannya tetapi juga bisa dipenjara hingga satu tahun. Selain Mas, pengadilan juga tengah menyelidiki dua rekannya ntuk kasus yang sama.
Penyelidikan dibuka setelah Catalonia menggelar referendum pada 9 November 2014 yang menyimpang dari putusan pengadilan konstitusi Spanyol.
Dalam jajak pendapat tersebut, sekitar 80 persen suara mendukung Catalonia memisahkan diri dari Spanyol. Namun, kurang dari setengah pemberi suara dianggap tidak memnuhi syarat.
Mas memimpin gerakan "Bersama untuk Ya (merdeka)" bersama aliansi pro-kemerdekaan yang memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan daerah pada bulan lalu, tapi kurang sedikit dari suara mayoritas.
Aliansi sedang melakukan negosiasi dengan pihak pro-kemerdekaan lain untuk mencoba membentuk koalisi mayoritas. Mas sendiri telah berjanji untuk membawa Catalonia menuju kemerdekaan pada 2017 jika ia mendapat dukungan mayoritas.
Kelompok-kelompok pro-kemerdekaan sejauh ini telah mengumpulkan 48 persen suara, sedangkan 52 persen suara mayoritas menentang kemerdekaan Catalonia. Spanyol telah mengesampingkan kemungkinan Catalonia memisahkan diri.
Hasil jajak pendapat menunjukkan orang-orang Catalania sangat mendukung referendum pemisahan diri. Add
as a preferred source on Google