Skotlandia dan AS Bidik 2 Warga Libya Pembom Lockerbie 1988
CNN Indonesia
Jumat, 16 Okt 2015 02:38 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Penyelidik gabungan asal Skotlandia dan Amerika Serikat berhasil mengidentifikasi dua orang tersangka berkebangsaan Libya yang diduga terlibat dalam pemboman pesawat Boeing 747-100 milik maskapai Pan Am di atas langit Lockerbie, Skotlandia pada 21 Desember 1988.
Reuters melansir, pihak kejaksaaan Skotlandia mengaku telah melayangkan Surat Permohonan ke otoritas hukum yang terkait di Libya untuk bisa mengidentifikasi dua orang tersangka pemboman pesawat Pan Am 103 di Tripoli.
"Advokat dan Jaksa Agung AS mencari bantuan dari pihak Kehakiman Libya agar polisi Skotlandia dan FBI bisa mewawancarai dua tersangka tersebut di Tripoli," ujar seorang Jaksa di Skotlandia.
Warga negara Libya bernama Abdel Basset al-Megrahi, satu-satunya orang yang dinyatakan bersalah atas pemboman itu telah meninggal di Libya pada 2012 setelah dibebaskan dari penjara atas dasar kemanusiaan.
Pan Am 103 merupakan penerbangan harian milik maskapai Pan American World Airways yang meledak di udara pada 21 Desember 1988 saat melintas di atas Lockerbie, Dumfries dan Galloway, Skotlandia.
Tragedi 'Lockerbie 1988' itu tercatat menewaskan 270 orang dari 21 negara yang sebagian besar merupakan awak dan penumpang pesawat Pan Am 103. Korban paling banyak merupakan penumpang asal AS yakni mencapai 189 orang.
Pesawat dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F. Kennedy, New York ini hancur setelah peledak plastik berukuran sekitar 340-450 gram di bagian kargo pesawat diledakkan atas perintah langsung dari pemimpin Libya, Kolonel Muammar al-Gaddafi.
Musibah ini menjadi subyek pencarian kriminal terbesar di Britania. Pihak kepolisian Skotlandia dan FBI telah melakukan investigasi terhadap sekitar 15 ribu saksi mata.
Tuduhan pembunuhan pun dikeluarkan pada 13 November 1991, salah satunya terhadap Abdelbase Ali Mohmed Al Megrahi, seorang pejabat intelijen Libya dan kepala keamanan untuk Libyan Arab Airlines (LAA). Add
as a preferred
source on Google
Reuters melansir, pihak kejaksaaan Skotlandia mengaku telah melayangkan Surat Permohonan ke otoritas hukum yang terkait di Libya untuk bisa mengidentifikasi dua orang tersangka pemboman pesawat Pan Am 103 di Tripoli.
"Advokat dan Jaksa Agung AS mencari bantuan dari pihak Kehakiman Libya agar polisi Skotlandia dan FBI bisa mewawancarai dua tersangka tersebut di Tripoli," ujar seorang Jaksa di Skotlandia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pan Am 103 merupakan penerbangan harian milik maskapai Pan American World Airways yang meledak di udara pada 21 Desember 1988 saat melintas di atas Lockerbie, Dumfries dan Galloway, Skotlandia.
Tragedi 'Lockerbie 1988' itu tercatat menewaskan 270 orang dari 21 negara yang sebagian besar merupakan awak dan penumpang pesawat Pan Am 103. Korban paling banyak merupakan penumpang asal AS yakni mencapai 189 orang.
Pesawat dengan rute penerbangan dari Bandara Internasional Heathrow, London ke Bandara Internasional John F. Kennedy, New York ini hancur setelah peledak plastik berukuran sekitar 340-450 gram di bagian kargo pesawat diledakkan atas perintah langsung dari pemimpin Libya, Kolonel Muammar al-Gaddafi.
Musibah ini menjadi subyek pencarian kriminal terbesar di Britania. Pihak kepolisian Skotlandia dan FBI telah melakukan investigasi terhadap sekitar 15 ribu saksi mata.
Tuduhan pembunuhan pun dikeluarkan pada 13 November 1991, salah satunya terhadap Abdelbase Ali Mohmed Al Megrahi, seorang pejabat intelijen Libya dan kepala keamanan untuk Libyan Arab Airlines (LAA). Add
as a preferred source on Google