Bertambahnya korban jiwa disebabkan oleh jaringan komunikasi yang terputus di pegunungan Hindu Kush, Afghanistan, lokasi pusat gempa bumi, sehingga proses evakuasi menjadi terhambat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selain dapat meruntuhkan bangunan, tanah longsor juga bisa menambah kerusakan jaringan komunikasi. Proses evakuasi akan terhambat oleh hal ini," kata Ebel, seperti yang dilansir dari Reuters.
Gempa berkedalaman 213 kilometer itu berpusat 254 kilometer dari timur laut Kabul, di area terpencil pegunungan Hindu Kush.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS, sempat mencatat kekuatan gempa sebesar 7,7 sebelum merevisinya menjadi 7,6 dan 7,5 skala Richter.
Lebih dari sepuluh tahun lalu, gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang utara Pakistan pada 8 Oktober 2005 sehingga menewaskan 75 ribu orang.
Gempa bumi ini terjadi tepat enam bulan setelah gempa di Nepal pada April lalu. Sekitar 9.000 orang tewas dan 900 ribu rumah rata dengan tanah setelah kejadian tersebut.
Pegunungan Hindu Kush merupakan pegunungan yang masih aktif. Gempa bumi yang saat ini terjadi disinyalir merupakan rentetan gempa yang menjalar di bawah laut India sehingga menyebabkan pergeseran tektonik.
(ard)