Diberitakan Sputnik, Senin (2/11), lebih dari 200 sampel DNA korban telah dikumpulkan untuk dilakukan identifikasi dengan bantuan kerabat penumpang dan kru.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ahli penerbangan menduga pesawat itu hancur di udara, terlihat dari radius puing yang berserakan hingga 20 kilometer per segi.
Metrojet adalah anak perusahaan dari maskapai Kogalymavia. Belum diketahui penyebab kecelakaan, penyelidikan kotak hitam masih dilakukan.
Pesawat berangkat dari Kairo pukul 5.51 waktu setempat dan hilang dari radar 23 menit kemudian. Pesawat berada dalam ketinggian 31 ribu kaki saat tidak lagi terdeteksi menara pengawas.
Situs penerbangan FlightRadar24 mengutip otoritas pelacakan penerbangan Swedia mengatakan, 7K-9268 menukik tajam dengan kecepatan 1.800 meter per menit dengan sinyal yang sudah mati ke menara pengawas. (den)