"Kami akan memperkuat perbatasan Suriah dan Turki, serta melakukan perkembangan yang dihasilkan dalam perundingan diplomatik di Wina," kata Obama dalam konferensi pers dengan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan jelang Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Antalya, Minggu (15/11).
Namun sayangnya, tidak disebutkan peningkatan apa yang dimaksud oleh Obama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kelompok ISIS yang menguasai sebagian Irak dan Suriah mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut dalam sebuah surat yang dirilis di internet. Mereka mengatakan bahwa serangan ini adalah pembalasan dendam atas gempuran udara koalisi Barat yang mengincar markas mereka.
Sementara itu, Turki sebagai penyelenggara KTT G20 juga kerap menjadi sasaran serangan ISIS, salah satunya di Ankara pada Oktober lalu, yang menewaskan 97 orang.
"Pembunuhan warga tidak berdosa akibat paham yang menyimpang ini tidak hanya mengorbankan warga Paris dan Turki, tapi juga peradaban dunia. Kami akan menangkap pelakunya," kata Obama.
Erdogan mengatakan bahwa pertemuan dengan Obama beberapa saat sebelumnya membicarakan strategi melawan ISIS di Suriah dan Irak. Turki tergabung dalam koalisi. Perbatasan Turki kerap dijadikan tempat penyebarangan warga yang ingin ke Suriah bergabung dengan ISIS,
Selain itu, kedua pemimpin juga membicarakan soal pengungsi yang membanjiri Turki. Sebanyak 2,5 juta pengungsi kini berada di Turki, menghabiskan dana pemerintah hingga US$ 8,2 miliar untuk menanganinya,
"Amerika sebagai negara pemberi bantuan kemanusiaan terbesar dunia akan bahu membahu dengan Turki untuk mengurangi aliran pengungsi akibat situasi ini," kata Obama. (gir/gir)