Pejabat Kementerian Pertahanan Perancis Mickael Soria, seperti dilansir CNN, menyatakan sasaran dalam pengeboman tersebut yaitu pusat komando ISIS, pusat perekrutan anggota ISIS, gudang penyimpanan amunisi, dan sebuah kamp pelatihan kelompok teror.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS selama ini mengklaim Raqqa sebagai ibu kota merupakan basis kekuatan. Serangan udara Perancis tersebut terjadi selang dua hari setelah serangkaian serangan teroris di Paris. ISIS mengaku bertanggung jawab atas serangan brutal tersebut. Presiden Perancis menyatakan perang terhadap pelaku.
Sementara itu kepolisian Perancis melakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang telah membantu mengatur penyerangan oleh kelompok teroris di Paris terkait polisi Belgia yang menangkap beberapa pelaku.
Pemerintah Perancis juga menyebutkan jumlah korban tewas bertambah menjadi 132 orang dari total sebelumnya 129. Adapun jumlah korban luka-luka sebanyak 349 orang, yang 42 orang di antaranya masih dalam perawatan intensif di rumah sakit. (obs)