Perdana Menteri David Cameron mengatakan negaranya memutuskan untuk meningkatkan upaya pertahanan setelah rencana menyerang Inggris terus bertambah, dan juga serangan yang baru-baru ini terjadi seperti di Paris dan Tunisia.
Cameron mengatakan Inggris berhasil mengungkap rencana serangan dalam enam bulan terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cameron mengatakan Inggris menghadapi peperangan yang akan terjadi selama beberapa generasi sehingga membutuhkan lebih banyak tenaga untuk melawannya.
Pemerintah Inggris mengatakan sebagai bagian dari kajian pertahanan dan keamanan lima tahun yang akan dirilis pada 23 November, akan terjadi penambahan pegawai sebanyak 1.900 di dinas intelijen MI5 dan MI6, serta badan penyadap pemerintah bernama GCHQ.
Pemerintah Inggris juga merencanakan “perubahan langkah” dalam keamanan penerbangan setelah pesawat milik Rusia jatuh di Mesir bulan lalu. Inggris meyakini pesawat itu jatuh karena bom.
David Cameron dijadwalkan akan membicarakan keamanan penerbangan dengan para pemimpin dunia lain di pertemuan puncak G20 di Turki. Dia juga akan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pemimpin pemerintah Inggris ini juga memerintahkan kajian cepat terhadap keamanan bandara di luar negeri, terutama di Timur Tengah dan Afrika Utara serta bandara-bandara yang sering dikunjungi oleh warga Inggris.
Penilaian yang akan dilaksanakan dalam dua bulan ke depan ini, akan memusatkan perhatian pada langkah-langkah seperti pemeriksaan penumpang, keamanan fisik di bandara dan pemeriksaan barang bawaan.
Langkah-langkah keamanan tambahan yang diterapkan di sejumlah bandara yang rentan dalam satu tahun terakhir akan juga dikaji ulang, dan Dewan Keamanan Nasional akan membicarakan kebijakan keamanan penerbangan Inggris.
Cameron berencana menggandakan anggaran keamanan penerbangan, saat ini berjumlah US$13,7 juta per tahun, dalam lima tahun ke depan.
Anggaran baru ini akan dimanfaatkan untuk membiayai penilaian rutin keamanan bandara berbagai negara oleh pakar keamanan penerbangan, serta biaya pelatihan, masukan dan peralatan agar negara lain bisa memperkuat keamanan bandara mereka. (reuters/yns)