Laporan dari Turki

Obama: Serangan ISIS Justru Korbankan Umat Islam

Denny Armandhanu, CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2015 08:40 WIB
Presiden AS, Barack Obama, menilai serangan yang diklaim ISIS di Paris akan menumbuhsuburkan stereotip kekerasan yang salah terhadap umat Muslim dunia. Dalam pertemuan G20 di Antalya, Turki, Presiden AS, Barack Obama mengungkapkan serangan yang diklaim ISIS di Paris akan menumbuhsuburkan stereotip kekerasan yang salah terhadap umat Muslim dunia. (Reuters/Murad Sezer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengatakan serangan yang diklaim ISIS di Paris malah justru mengorbankan umat Islam. Serangan itu malah akan menumbuhsuburkan stereotip kekerasan yang salah terhadap umat Muslim dunia.

"Sebagian besar korban teroris dan ISIS adalah Muslim. ISIS tidak mewakili Islam, dan tidak mewakili mayoritas umat Muslim. Inilah yang ditekankan oleh pemimpin Turki, Indonesia dan Malaysia, yang negaranya mayoritas Muslim tapi menunjukakn toleransi," kata Obama usai pertemuan KTT G20 di Antalya, Turki (16/11).

Serangan di Paris Jumat pekan lalu menewaskan 129 orang dan melukai lebih dari 300 lainnya. Aksi teror ini merupakan yang terbesar terjadi di Eropa sejak pengeboman kereta Madrid, Spanyol, yang menewaskan 191 orang pada 2004. 


Dalam serangan yang terjadi pada Jumat (13/11), delapan orang tersangka melakukan penembakan dan pengeboman di enam lokasi berbeda di jantung kota Paris. Obama tegaskan bahwa apa yang dilakukan teroris di Paris adalah pelecehan terhadap Islam.

"Aksi yang buruk di Paris adalah pelecehan terhadap Islam, akan memunculkan stereotip yang kontraproduktif dan salah, yang akan semakin membuat rekruitmen teroris semakin mudah," lanjut Obama.

Namun Obama mengajak umat Muslim untuk tidak menyangkal dan menutup mata terhadap adanya kelompok teroris yang mengatasnamakan agama ini. Walau jumlahnya sangat kecil dibandingkan populasi umat Islam dunia yang diperkirakan mencapai 1,6 miliar jiwa, tapi perkembangan kelompok ekstrem kian berbahaya, apalagi didukung oleh propaganda di sosial media.

"Masyarakat Muslim harus memastikan anak-anak mereka tidak terpengaruh oleh pemikiran soal pembunuhan atas dasar agama ini. Perlawanan ini harus datang dari komunitas Muslim sendiri," tutur Obama.

Dalam pernyataannya, Obama mengakui bahwa intelijen AS kecolongan dalam serangan di Paris. Obama membantah bahwa kebijakan militernya melawan ISIS tidak ampuh. Walau menolak menurunkan pasukan ke Suriah dan Irak, namun Obama mengatakan bahwa strateginya butuh waktu untuk berhasil, namun kesuksesannya akan berdampak jangka panjang.

Sejauh ini, pasukan udara AS telah menembakkan 8.000 roket ke lokasi yang diyakini pasukan ISIS bersembunyi. Obama menegaskan, perlawanannya terhadap ISIS bukan berarti perang terhadap Islam.

"Ini bukan perang melawan Islam. Amerika Serikat tidak memiliki pandangan agama dalam hal ini, prinsip kami hanya nilai-nilai universal," lanjut dia. (ama/ama)