“Perancis dalam keadaan perang,” kata Hollande dalam sidang kedua majelis Parlemen di Istana Versailles, Senin (16/11).
Hollande juga menjanjikan penambahan dana bagi keamanan nasional dan memperkuat undang-undang anti-terorisme yang dipicu oleh serangkaian serangkaian bom bunuh diri dan penembakan di Paris yang menewaskan 129 orang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ISIS mengklaim serangan di Paris yang terkoordinasi itu, sebagai balasan atas keterlibatan Perancis dalam serangan udara koalisi internasional pimpinan AS untuk menggempur markas ISIS di Irak dan Suriah.
Hollande mengatakan jet tempur Perancis akan mengintensifkan serangan di Suriah. Hollande juga akan bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir putin untuk mendorong mereka menyatukan sumber daya masing-masing negara.
“Kita harus menggabungkan kekuatan kita untuk mencapai tujuan yang sebenarnya sudah terlambat,” ujar presiden Perancis ini.
Koalisi AS telah melancarkan serangan bom ke sasaran ISIS selama lebih dari satu setengah tahun, sementara Rusia ikut terlibat dalam konflik di Suriah pada September. Namun para pejabat negara Barat mengatakan Rusia hanya mengebom sasaran pejuang yang memerangi Presiden Bashar al-Assad, bukan ISIS.
[Gambas:Video CNN] (reuters/yns)