Perancis Minta AS, Rusia ikut Koalisi Global Lawan ISIS

CNN Indonesia | Selasa, 17/11/2015 09:37 WIB
Presiden Perancis Francois Hollande meminta Amerika Serikat dan Rusia bergabung dalam koalisi global untuk menggempur ISIS setelah terjadi serangan Paris. Presiden Perancis Francois Hollande bertekad hancurkan ISIS di Suriah dengan membentuk koalisi global. (Reuters/Etienne Laurent)
Paris, CNN Indonesia -- Presiden Perancis Francois Hollande meminta Amerika Serikat dan Rusia bergabung dalam koalisi global untuk menghancurkan ISIS.

“Perancis dalam keadaan perang,” kata Hollande dalam sidang kedua majelis Parlemen di Istana Versailles, Senin (16/11).

Hollande juga menjanjikan penambahan dana bagi keamanan nasional dan memperkuat undang-undang anti-terorisme yang dipicu oleh serangkaian serangkaian bom bunuh diri dan penembakan di Paris yang menewaskan 129 orang.


“Kita tidak terlibat perang peradaban, karena pembunuh-pembunuh itu tidak mewakili satu peradaban. Kita berperang melawan terorisme jihadis yang mengancam seluruh dunia,” ujarnya.

Para anggota parlemen memberi sambutan meriah kepada Hollande sebelum dengan spontan menyanyikan lagu kebangsaan “Marseillaise”, yang menunjukkan persatuan politik setelah insiden paling berdarah di Perancis sejak Perang Dunia II. 

ISIS mengklaim serangan di Paris yang terkoordinasi itu, sebagai balasan atas keterlibatan Perancis dalam serangan udara koalisi internasional pimpinan AS untuk menggempur markas ISIS di Irak dan Suriah.

Hollande mengatakan jet tempur Perancis akan mengintensifkan serangan di Suriah. Hollande juga akan bertemu dengan Presiden AS, Barack Obama dan Presiden Rusia, Vladimir putin untuk mendorong mereka menyatukan sumber daya masing-masing negara.

“Kita harus menggabungkan kekuatan kita untuk mencapai tujuan yang sebenarnya sudah terlambat,” ujar presiden Perancis ini.

Koalisi AS telah melancarkan serangan bom ke sasaran ISIS selama lebih dari satu setengah tahun, sementara Rusia ikut terlibat dalam konflik di Suriah pada September. Namun para pejabat negara Barat mengatakan Rusia hanya mengebom sasaran pejuang yang memerangi Presiden Bashar al-Assad, bukan ISIS.

[Gambas:Video CNN] (Reuters/yns)