Penyelidik mendeteksi adanya ledakan dengan daya setara satu kilo TNT dari bawah kursi antara 30A atau 31A. Kedua kursi tersebut diduduki oleh gadis berusia 15 tahun, Maria Ivleva, dan seorang pensiunan berumur 78 tahun, Nadezhda Bashakova.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Rusia dan AS berselisih paham mengenai penyebab kecelakaan ini. AS dan beberapa negara Eropa lain mengatakan bahwa penyebab kecelakaan adalah aksi teror, sementara Rusia menganggap kesimpulan tersebut masih terlalu dini.
Namun, Rusia akhirnya mengakui bahwa pesawat tersebut kemungkinan mengalami kecelakaan akibat serangan bom.
Sebelumnya, ISIS sudah mengklaim sebagai dalang dari insiden ini. Dalam propaganda terbarunya di majalah Dabiq, ISIS bahkan melansir foto bom yang diklaim meledak di pesawat Kogalymavia itu disembunyikan dalam kaleng minuman ringan.
Akibat insiden ini, beberapa maskapai yang melalui bandara Sharm El-Sheikh di Mesir mengalihkan jalur penerbangan mereka. (stu)