Diberitakan Telegraph, dua pria itu pada Senin (30/11) didakwa atas pembunuhan Muhammad Abu Khdeir, pemuda 16 tahun yang diculik dan menjadi bulan-bulanan para pelaku. Muhammad tewas setelah dipukuli lalu dibakar hidup-hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penundaan dakwaan itu membuat marah keluarga Muhammad, yang mengatakan pengadilan Israel "main-main" dan tidak akan mewujudkan keadilan bagi putra mereka.
"Pengadilan tidak jujur, mereka simpati para penjahat. Setiap kali datang ke pengadilan dan melihat pelaku pembakaran putra saya, hati saya terbakar," kata Abu Khdeir, ayah Muhammad.
Abu Khdeir dan keluarganya juga memprotes tindakan militer Israel yang meruntuhkan rumah warga Palestina pelaku pembunuhan warga Israel. Namun hal ini tidak terjadi jika kejahatan dilakukan sebaliknya, tidak ada rumah warga Yahudi yang dirusakkan.
Muhammad diculik dari jalan dekat rumahnya di Yerusalem Timur pada 2 Juli tahun lalu, Dia dibawa ke hutan dan dipukuli, disiram bensin dan disulut dengan api. Ben David mengatakan, pembunuhan itu adalah balas dendam atas kematian tiga pria Yahudi yang diculik Hamas beberapa pekan sebelumnya.
Kelompok HAM Israel Yesh Din tahun lalu melaporkan, 85 persen penyelidikan kejahatan yang dilakukan oleh warga Israel terhadap warga Palestina di Tepi Barat biasanya menguap, atau kasusnya ditutup tiba-tiba tanpa ada yang diadili.
Vonis atas pembunuh Muhammad akan dijatuhkan pada Januari mendatang. Jika vonis dirasa ringan, disinyalir akan kembali menimbulkan gejolak.
Pemerintah Israel mengecam pembunuhan Muhammad dan memasukkan nama pemuda itu di monumen korban terorisme di Gunung Herzi, pemakaman nasional Israel. Namun keluarga Muhammad protes dan tidak ingin nama putra mereka bersanding dengan tentara-tentara Israel. Akhirnya nama itu dihapus. (den)