Seperti diberitakan RT, Senin (21/12), aksi ini digelar pada Sabtu pekan lalu di Shibuya yang terkenal sebagai tempat berbelanja dan berkencan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Natal adalah acara paling simbolis untuk itu," lanjut dia.
Seorang aktivis lainnya dengan nama julukan Mark Water mengatakan bahwa aksi itu digelar untuk mendukung para pria lajang.
"Pria-pria yang tidak populer, yang tidak punya kekasih atau belum menikah, sangat didiskriminasi," kata dia.
Aksi itu berakhir dengan damai tanpa adanya gesekan dengan aparat. Diyakini kelompok itu adalah organisasi sayap kiri yang memang sering memprotes hari liburan gaya Barat.
Di Jepang Natal bukanlah hari libur resmi namun dirayakan oleh pasangan kekasih sebagai hari romantis. (den)