AS Pertimbangkan Sanksi Baru untuk Iran

Reuters | CNN Indonesia
Kamis, 31 Des 2015 16:17 WIB
Departemen Keuangan Amerika Serikat merencanakan pemberian sanksi baru terhadap perusahaan dan individu yang terlibat program rudal balistik Iran.
Iran menguji coba rudal balistik pada awal Oktober dan diduga rudal itu bisa membawa hulu ledak nuklir. (Reuters/farsnews.com/Handout)
Washington, CNN Indonesia -- Pemerintah Presiden Barack Obama sedang mempersiapkan sanksi pada perusahaan internasional dan individu terkait program rudal balistik Iran.

“Kami sudah beberapa waktu ini mempelajari opsi-opsi langkah tambahan terkait program rudal balistik Iran karena kami khawatir dengan kegiatan program itu seperti peluncuran pada 10 Oktober,” kata seorang pejabat pemerintah Obama seperti dikutip Reuters.

“Kami mempertimbangkan berbagai aspek terkait tambahan pihak yang akan terkena sanksi, dan juga langkah-langkah diplomatik yang sejalan dengan kepentingan keamanan nasional kami,” kata pejabat yang tidak mau disebutkan namanya itu, Rabu (30/12). 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, koran Wall Street Journal melaporkan bahwa sanksi yang mungkin dijatuhkan itu akan mensasar 12 perusahaan dan individu di Iran, Hong Kong dan Uni Emirat Arab. Mereka dicurigai berperan dalam pengembangan program rudal balistik Iran.

Harian ini menulis bahwa para pejabat AS mengatakan sesuai dengan kesepakatan nuklir antara Iran dan enam negara adidaya, Departemen Keuangan AS memiliki hak untuk memasukkan perusahaan Iran ke dalam daftar hitam jika diduga terlibat dalam pengembangan rudal.

Para pejabat Iran mengatakan pemimpin tertinggi Iran akan memandang hukuman itu sebagai pelanggaran kesepakatan nuklir tersebut.
 
Laporan rahasia tim pengawas sanksi PBB yang dirilis pada 15 Desember menyebutkan roket jarak menengah Emad yang diuji coba oleh Iran pada 10 Oktober adalah rudal balistik yang bisa membawa hulu ledak nuklir. Dan ini merupakan pelanggaran resolusi Dewan Keamanan PBB.

Para diplomat mengatakan komite sanksi ini bisa memasukkan tambahan individu atau perusahaan Iran ke dalam daftar hitam terkait peluncuran rudal tersebut.

Akan tetapi mereka mengatakan Rusia dan China yang menentang sanksi pada program rudal Iran bisa menghalangi upaya tersebut.

Teheran mempertanyakan penilaian Barat yang menyebut Emad sebagai rudal yang mampu membawa hulu ledak nuklir.

Koran Wall Street Journal mengatakan sanksi yang direncanakan oleh Departemen Keuangan ini menyinggung dua jaringan yang berhubungan dengan Iran yang terlibat dalam pengembangan program nuklir itu dan juga sejumlah individu.

Sanksi ini akan melarang warga AS atau negara lain melakukan bisnis dengan perusahaan-perusahaan itu.

Perbankan AS juga diwajibkan membekukan aset perusahaan atau individu tersebut yang ada di dalam sistem finansial Amerika.

Di antara perusahaan yang disasar adalah Mabrooke Trading Co LLC yang berbais di Uni Emirat Arab, dan pendirinya Hossein Pournaghshband, karena membantu perusahaan-perusahaan Iran mendapatkan serat karbon bagi program rudal Iran.

Departemen Keuangan AS juga mempersiapkan sanksi bagi lima pejabat Iran di kementerian pertahanan negara itu dan anak-anak perusahaannya karena terlibat dalam program rudal balistik tersebut.

Wall Street Journal mengatakan alasan sanksi dari Departemen Keuangan ini antara tuduhan program rudal Iran dan Korea Utara. (yns)
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
TERPOPULER