Para politisi berliran kiri dan kanan mengkritik bahwa Renzi bahkan tidak menyinggung soal catatan hak asasi manusia yang buruk di Iran saat konferensi pers. Renzi juga dinilai membuat Italia menyerah terhadap identitas budayanya dengan menyembunyikan sejumlah patung telanjang perempuan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini bukan menghormati, namun meniadakan perbedaan dan semacam menyerah," lanjut Squeri.
Atas permintaan Iran, Italia juga meniadakan anggur dari menu makan malam pertemuan tersebut pada Senin malam.
Kritikan tajam juga datang dari Wakil Kepala partai Liga Utara, Barbara Saltamartini yang menilai tindakan menutupi patung dengan panel putih merupakan "tindakan menyerah." Sementara, pemimpin partai tersebut, Matteo Salvini menulis pada halaman Facebook resmi miliknya bahwa tindakan itu merupakan tindakan yang "gila".
Gianluca Peciola, pejabat partai Kiri, Ekologi dan Kebebasan, menyerukan Renzi untuk menjelaskan "keputusan memalukan yang merupakan penyiksaan dari seni dan budaya sebagai nilai-nilai universal."
Ini bukan kali pertama Renzi dikritik ketika menyambut tamu kenegaraan. Sebelumnya, perdana menteri berusia 41 tahun itu juga dikritik karena menutupi lukisan telanjang di balai kota renaissance di Florence, kota di mana Renzi pernah menjabat sebagai wali kota, ketika putra mahkota Uni Emirat Arab berkunjung. (ama)