Taipan New York dan mantan bintang reality show yang selalu memimpin jajak pendapat ini harus mengakui kekalahannya dari Ted Cruz, senator Texas, yang di luar dugaan mendulang 28 persen suara.
Trump sempat mengejek kampanye Cruz yang dilakukan hanya beberapa jam sebelum kaukus dimulai.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, tantangan terbesar yang dihadapi Trump adalah berupaya agar para pendukungnya yang sebelumnya tidak pernah berpartisipasi dalam kaukus, untuk hadir dalam acara tersebut.
Tana Goertz, kepala kampanye Trump di Iowa, telah berupaya memastikan para pendukung Trump hadir di kaukus Iowa, dengan menyebarkan brosur yang menyebutkan bahwa proses pemungutan suara berlangsung dengan rahasia dan "paling lama memakan waktu satu jam."
Gaya kampanye Trump yang bombastis, dramatis dan penuh kontroversi dinilai tidak banyak membantu seperti yang dia harapkan.
Cruz dan Rubio berkampanye dengan cara yang lebih tradisional, seperti berbincang santai dengan sejumlah kelompok di restoran pizza atau ruang konferensi hotel. Sementara Trump, mengawali kampanyenya dengan datang di lokasi pidatonya dengan jet pribadi yang berhiaskan namanya. Dalam kampanyenya yang dihadiri ribuan pendukung, tak jarang Trump terang-terangan menghina para rivalnya.
Meski demikian, dalam beberapa hari terkahir, Trump mulai mengubah pola kampanyenya. Trump tampil dengan pemimpin evangelis, Jerry Falwell Jr., yang mengajukan pertanyaan soal kontribusi amal yang dilakukan Trump.
Namun, sepertinya Trump masih akan terus melontarkan pernyataan yang menggelitik. Seperti yang terjadi dalam pidatonya setelah hasil kaukus diumumkan, Trump dengan gamblang mengungkapkan rasa syukurnya berada di posisi kedua, dan mengungkapkan keinginannya untuk membeli lahan peternakan di Iowa.
"Iowa, kami mencintaimu. Kau sangat istimewa. Saya pikir saya mungkin akan datang kembali ke sini dan membeli lahan peternakan," ujar Trump. (ama/den)